Palembang – Dalam semangat memperingati Hari Jadi Kota Palembang ke-1.342, Kodam II/Sriwijaya melalui Korem 044/Garuda Dempo menggelar Kejuaraan Lomba Burung Berkicau Piala Pangdam II/Swj, Minggu (15/6) lalu. Acara ini dibuka secara resmi oleh Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Adri Koesdyanto, mewakili Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis, di Lapangan Jasdam II/Swj, Jl. Letjen Harun Sohar, Palembang.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Danrem, Pangdam II/Swj menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata TNI AD dalam melestarikan budaya, mengedukasi masyarakat, serta menyuarakan pentingnya pelestarian satwa berkicau yang kini terancam punah.
“Lomba ini adalah wujud nyata komitmen Kodam II/Swj dalam menjaga nilai-nilai budaya serta menjadi sarana edukasi masyarakat terkait pelestarian burung kicau asli Indonesia,” ujar Brigjen Adri.
Fenomena Zero Population pada burung berkicau endemik Indonesia menjadi salah satu alasan utama terselenggaranya kegiatan ini. Dalam beberapa dekade mendatang, dikhawatirkan banyak spesies langka akan menghilang jika tidak ada langkah konkret dari masyarakat dan pemerintah.
“Memelihara burung berkicau adalah alternatif positif—tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga langkah penyelamatan spesies unggas yang mulai langka,” lanjutnya.
Lomba dimulai dengan seremoni penggantungan sangkar burung di atas gantangan utama oleh Danrem 044/Gapo, sebagai simbol dimulainya kompetisi yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Acara ini menjadi bukti bahwa kegiatan militer bisa bersinergi dengan budaya masyarakat sipil, memberikan ruang bagi hobi yang sehat, edukatif, dan memiliki nilai konservasi tinggi. Lebih dari sekadar perlombaan, ini adalah panggilan untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia. (JT)










