Plh. Dansatgas Karhutla Jambi Tegaskan Aksi Nyata Hadapi Puncak Musim Kemarau di TVRI Lewat Pendekatan Humanis, TNI AD Antar Dua Eks Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI Danramil 415-07/Pelayangan Hadiri Pembukaan MTQ, Tegaskan Komitmen Dukung Generasi Qurani Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Pererat Silaturahmi dengan Warga Tempino Melalui Komsos Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Hadiri Forum Ketua RT, Perkuat Sinergi Membangun Lingkungan

Home / TNI-POLRI

Kamis, 14 Agustus 2025 - 23:55 WIB

Danrem 043/Gatam Berikan Wawasan Kebangsaan kepada 4.000 Mahasiswa Baru Unila 2025

SRIWIJAYADAILY.COM – Komandan Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) Brigjen TNI Haryantana, S.H., memberikan materi bertema *Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara* kepada 4.000 mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Bandar Lampung, Kamis (14/08/2024).

PKKMB Unila tahun ini mengusung tema “Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045”. Program ini bertujuan membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus, memahami nilai-nilai, norma, budaya akademik, etika, tata tertib, dan prosedur administratif yang berlaku, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik maupun sosial.

Baca :  Babinsa Koramil Jambi Selatan Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Baru SMP Tri Sukses Boarding School

Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Haryantana menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya dan keberagaman.

“Indonesia memiliki keindahan budaya dan peradaban yang tinggi, terdiri dari 1.350 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dan 17.504 pulau. Posisi geografis kita sangat strategis, dengan tanah yang subur dan potensi bercocok tanam sepanjang tahun. Kekayaan alam, baik hayati maupun nonhayati, melimpah ruah,” ungkapnya.

Baca :  Babinsa Muara Tembesi Pererat Komsos dengan Warga Desa Olak Besar

Beliau juga mengingatkan tentang ancaman perang proxy (proxy war), yaitu konflik yang memanfaatkan pihak ketiga atau kelompok tertentu, baik oleh aktor negara (state actor) maupun non-negara (non-state actor).

“Untuk menghadapi proxy war, kita harus memiliki kepekaan, kewaspadaan, dan memahami kondisi sosial saat ini. Potensi permasalahan dapat timbul dari lima aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Kemerdekaan yang kita nikmati adalah hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa,” tegasnya.

Mengakhiri sesi, Danrem mengajak para mahasiswa menjadi garda terdepan dalam membangun masa depan Indonesia.

Baca :  Komsos Ciptakan Suasana Harmonis, Babinsa Koramil Mersam Pererat Kedekatan dengan Warga Binaan

“Latih diri menjadi pemimpin dengan membangun karakter, mengasah keterampilan, memperkuat kerja sama tim, dan memilih bidang yang memberi manfaat bagi bangsa,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN.Eng., Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Kasiter Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Jaka Sutanta, S.Sos., serta Dosen Fakultas Hukum Unila Akhmad Rifai, S.H., M.H. (Penremgatam/**)

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Kodim 0420/Sarko Gelorakan Semangat Nasionalisme di SMK N 1 Merangin melalui Program SRIGERNAS

TNI-POLRI

Babinsa Sebapo Gagas Pelatihan Pengembangan Peternakan Berbasis Sumber Daya Lokal di Bahar Mulya

TNI-POLRI

Kodim 0415/Jambi Bersama Pemkot Lepas Bantuan 1,2 Miliar untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

TNI-POLRI

Babinsa dan Lurah Kompak Dukung Program Kampung Bahagia di Sungai Putri

TNI-POLRI

Satgas TMMD Kodim 0416/Bute Bangun Tower Air di Madrasah Nurul Falah untuk Fasilitas MCK

TNI-POLRI

Sumur Bor TMMD: Harapan Baru Air Bersih bagi Warga Desa Kemuning

TNI-POLRI

Dukung Energi Terbarukan, Kasad Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu di Bali

TNI-POLRI

Kedepankan Musyawarah, Babinsa Olak Kemang Hadiri Mediasi Sengketa Tanah Waris