SriwijayaDaily.com, Muaro Jambi, 10 November 2025 – Puluhan ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Al Mukhlisin berkumpul di kediaman Ibu Ria Firdaus, Desa Mekar Jaya RT 10, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi, Senin sore, untuk mengikuti pengajian rutin. Kegiatan ini menghadirkan Ustad KH. M. Zain SQ Alqudsi sebagai penceramah.
Acara dimulai dengan sambutan dari Pak Firdaus selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas nikmat sehat dan kesempatan untuk berkumpul bersama para ibu dalam majelis taklim. Firdaus berharap kegiatan pengajian rutin ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, dan menebar keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kekompakan, saling menghormati, dan menjadikan majelis ilmu sebagai penyejuk hati dan penangkal segala gangguan.
Dalam pengajiannya, Ustad Zain menekankan pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat majelis ilmu, dzikir, dan pembacaan Al-Quran. Rumah yang sering digunakan untuk kegiatan keagamaan akan diliputi keberkahan, ketenangan, serta dijaga dari gangguan setan, musibah, dan penyakit. Sebaliknya, rumah yang jarang digunakan untuk kegiatan keagamaan cenderung menjadi tempat perselisihan dan ketegangan keluarga.
“Siapa yang menjadikan rumahnya tempat dzikir, membaca Al-Quran, dan bersholawat, maka Allah akan mengelilingi rumah tersebut dengan malaikat, menebarkan ketenangan, dan melindungi dari gangguan,” ujar Ustad Zain.
Ustad Zain juga menekankan pentingnya menjaga hati dari iri, dengki, sombong, dan dendam. Hati yang bersih menjadi penolong di alam kubur, menumbuhkan amal yang diterima Allah, serta menjadi naungan bagi pemiliknya. Perselisihan keluarga sering kali muncul karena ketidaktahuan atau dendam lama, termasuk perebutan harta warisan.
“Hati yang selamat akan menjauhkan kita dari penyakit hati yang dapat memengaruhi kehidupan fisik maupun spiritual. Perselisihan keluarga dan dendam harus dihindari agar hubungan dengan saudara tetap harmonis,” ujarnya.
Selain dzikir dan majelis ilmu, Ustad Zain mengingatkan pentingnya sholat dan wudhu. Menurutnya, ibadah yang rutin tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga melindungi rumah tangga dari gangguan setan dan menimbulkan keberkahan. Orang yang menjaga sholat dan wudhu akan memperoleh ketenangan serta perlindungan dari berbagai musibah.
Dalam pengajian tersebut, Ustad Zain menegaskan bahwa ibu adalah tiang keluarga dan penentu kebaikan masyarakat. Ibu yang rajin hadir di majelis taklim, membaca Al-Quran, dan berdzikir akan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar. Ibu yang cerewet dalam arti membimbing, mendidik, dan mengingatkan keluarganya justru menciptakan rumah tangga yang harmonis.
“Seorang ibu yang peduli, cerewet, dan mengingatkan keluarganya membuat suami lebih bertanggung jawab, anak lebih disiplin, dan rumah tangga lebih harmonis,” jelas Ustad Zain.
Ustad Zain juga menekankan perlunya menjaga ucapan, perilaku, dan niat dalam kehidupan sehari-hari. Salah ucap, fitnah, atau mengumpat orang lain dapat menimbulkan masalah dunia dan akhirat. Luruskan niat, ucapan, perilaku, cara mencari nafkah, serta tata cara hidup agar rumah tangga tetap selamat dan harmonis.
“Ucapan dan perilaku yang lurus akan menjaga rumah tangga tetap harmonis dan memastikan amal kita diterima Allah. Jangan sampai ucapan sehari-hari menimbulkan fitnah atau perselisihan,” kata Ustad Zain.
Pengajian rutin, menurut Ustad Zain, juga berperan sebagai penangkal musibah bagi kampung atau desa. Penduduk yang rutin membaca istighfar, dzikir, dan Al-Quran akan dijauhkan dari bencana, gempa, atau penyakit. Bahkan, keberkahan ini juga dirasakan oleh tetangga yang berada dekat dengan majelis pengajian.
“Majelis pengajian bukan sekadar tempat membaca Al-Quran, tetapi benteng dari gangguan setan, bencana, dan penyakit hati. Rumah yang dijadikan tempat pengajian diliputi keberkahan, hati yang bersih menyelamatkan dunia dan akhirat, dan ibu yang rajin hadir di majelis taklim menjadi penentu kebaikan keluarga dan masyarakat,” ujar Ustad Zain.
Pengajian ibu-ibu di RT 10 Desa Mekar Jaya menekankan nilai-nilai spiritual, tata cara hidup, dan keharmonisan keluarga. Rumah yang dijadikan tempat majelis ilmu dan dzikir membawa keberkahan, menjaga hati, dan melindungi keluarga dari berbagai gangguan. Ibu yang aktif di majelis taklim menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat, menumbuhkan lingkungan yang harmonis dan penuh keberkahan. Dengan istiqamah dalam pengajian, dzikir, dan menjaga hati, Allah akan memudahkan kehidupan keluarga, melindungi rumah tangga, dan menerima amal ibadah hamba-Nya. (JT54)










