PRABUMULIH, SRIWIJAYADAILY.com — Sore itu, suasana di Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, terasa berbeda. Di rumah sederhana milik Sunari Abdul Basyir, tawa anak dan cucu memecah keheningan menjelang azan maghrib, Sabtu (21/2/2026).
Bagi pria yang akrab disapa Pak Basyir dan istrinya, Indun Nani, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bulan suci menjadi ruang untuk memeluk kembali kebersamaan yang kerap terpisah jarak dan kesibukan.
Di ruang keluarga yang hangat, anak, menantu, dan cucu duduk melingkar. Sebagian memang belum dapat hadir. Ada yang menetap di Batam, Merangin, hingga Kota Jambi. Namun bagi pasangan lanjut usia itu, pertemuan yang ada sudah cukup menumbuhkan rasa syukur.
Indun Nani, ibu dari tujuh anak—Hisbullah, Husnul Khotimah, Istiqomah, M. Rosyid, Mahmudi, Amanah, dan Abdullah Chasan—mengaku kebahagiaan sederhana seperti ini tak ternilai harganya.
“Nginak anak, menantu gok cucong ngumpol lok ini la senang nian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Harapannya sederhana: Idul Fitri nanti seluruh keluarga dapat berkumpul lengkap. Sehat, rukun, dan tetap menjaga ibadah di tengah kesibukan masing-masing.
Pak Basyir, pria kelahiran Jawa Timur itu, menyampaikan pesan yang tak jauh berbeda. Menurutnya, pekerjaan dan kesibukan tak boleh membuat seseorang lalai pada kewajiban spiritual.
“Jangan sampai karena urusan pekerjaan lalai beribadah. Perbanyak sedekah dan jaga silaturahmi. Dunia ini hanya sementara,” katanya.
Pesan itu meluncur tanpa nada menggurui. Ia lebih menyerupai titipan nilai dari orangtua kepada generasi penerus—bahwa hidup bukan sekadar tentang capaian materi, melainkan tentang menjaga iman dan kekompakan keluarga.
Buka puasa bersama itu mungkin sederhana dari sisi hidangan. Namun di balik meja makan yang tak mewah, tersimpan doa panjang dan harapan yang tak terucap seluruhnya. Ramadan kembali menjadi jembatan yang mempertemukan rindu dan meneguhkan cinta dalam lingkar keluarga.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, momen seperti itulah yang mengingatkan: kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk paling sederhana—berkumpul, berdoa, dan saling menguatkan. (Rosyid/red)










