Danrem 043/Gatam Hadiri Halal Bihalal Bersama Gubernur Lampung Danrem 043/Gatam Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Prajurit Silaturahmi Syawal, Senkom Kota Jambi Bangun Kekompakan dan Persaudaraan Senkom Kota Jambi Pererat Silaturahmi Lebaran di Kediaman Pembina Babinsa Danau Teluk Rawat Tanaman Cabai, Dukung Ketahanan Pangan Perkotaan

Home / Daerah

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:57 WIB

Bukan Sekadar Buka Puasa, Ramadan Mempertemukan Rindu di Rumah Pak Basyir

PRABUMULIH, SRIWIJAYADAILY.com — Sore itu, suasana di Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, terasa berbeda. Di rumah sederhana milik Sunari Abdul Basyir, tawa anak dan cucu memecah keheningan menjelang azan maghrib, Sabtu (21/2/2026).

Bagi pria yang akrab disapa Pak Basyir dan istrinya, Indun Nani, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bulan suci menjadi ruang untuk memeluk kembali kebersamaan yang kerap terpisah jarak dan kesibukan.

Di ruang keluarga yang hangat, anak, menantu, dan cucu duduk melingkar. Sebagian memang belum dapat hadir. Ada yang menetap di Batam, Merangin, hingga Kota Jambi. Namun bagi pasangan lanjut usia itu, pertemuan yang ada sudah cukup menumbuhkan rasa syukur.

Baca :  Penting! Sertifikat Tanah Milik Muhammad Nurdin Hilang, Segera Hubungi Jika Menemukan

Indun Nani, ibu dari tujuh anak—Hisbullah, Husnul Khotimah, Istiqomah, M. Rosyid, Mahmudi, Amanah, dan Abdullah Chasan—mengaku kebahagiaan sederhana seperti ini tak ternilai harganya.

“Nginak anak, menantu gok cucong ngumpol lok ini la senang nian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Harapannya sederhana: Idul Fitri nanti seluruh keluarga dapat berkumpul lengkap. Sehat, rukun, dan tetap menjaga ibadah di tengah kesibukan masing-masing.

Baca :  Ketua DPD PEPABRI Ikuti Ziarah TMP Satria Bhakti Jambi

Pak Basyir, pria kelahiran Jawa Timur itu, menyampaikan pesan yang tak jauh berbeda. Menurutnya, pekerjaan dan kesibukan tak boleh membuat seseorang lalai pada kewajiban spiritual.

“Jangan sampai karena urusan pekerjaan lalai beribadah. Perbanyak sedekah dan jaga silaturahmi. Dunia ini hanya sementara,” katanya.

Pesan itu meluncur tanpa nada menggurui. Ia lebih menyerupai titipan nilai dari orangtua kepada generasi penerus—bahwa hidup bukan sekadar tentang capaian materi, melainkan tentang menjaga iman dan kekompakan keluarga.

Baca :  Babinsa Kenali Asam Ajak Pemuda Berperan Aktif Selama Ramadan

Buka puasa bersama itu mungkin sederhana dari sisi hidangan. Namun di balik meja makan yang tak mewah, tersimpan doa panjang dan harapan yang tak terucap seluruhnya. Ramadan kembali menjadi jembatan yang mempertemukan rindu dan meneguhkan cinta dalam lingkar keluarga.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, momen seperti itulah yang mengingatkan: kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk paling sederhana—berkumpul, berdoa, dan saling menguatkan. (Rosyid/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bau Busuk dari Parit Simpang PGRI Dikeluhkan Warga, Camat Jelutung Janji Perbaikan Drainase

Daerah

Ketum KONI Provinsi Jambi Budi Setiawan: Sportbloc Permudah Persiapan Porprov XXIV Tahun 2026

Daerah

Dua Sertifikat Tanah Milik Muhammad Nurdin Belum Ditemukan, Pencarian Masih Berlanjut

Daerah

DPW LDII Jambi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Sukses Kopi Kerinci

Daerah

HD, Top Leader on Digital Implementation Tahun 2021

Daerah

Banjir Meluas, 2.751 Warga Aceh Timur Mengungsi

Daerah

134 Desa di Tanjab Barat Sudah Miliki Da’i Desa

Daerah

Deklarasikan Sekretariat Bersama, Simpul Relawan Anies Di Jambi Bersatu