Kota Jambi, sriwijayadaily.com — Sabtu, 24 Januari 2026, rombongan kecil bergerak menyusuri Kota Jambi. Tanpa seremoni dan tanpa sorotan berlebih, tim Bantuan Sosial Peduli Purnawirawan (BSPP) mendatangi sejumlah purnawirawan diantaranya Peltu Purn Sukarman, Serma Purn Erwin, Pelda Purn Eddy Suyono dan Serma Purn Jasmarijon serta Pelda Purn Hasanudin yang kini harus menjalani hari-hari dengan kondisi sakit permanen. Yang dibawa bukan sekadar bantuan, melainkan kehadiran dan kepedulian.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh AKP Purn Effendi, didampingi Sertu Purn R. Simangunsong selaku bendahara, serta Ketua DPC Pepabri Kota Jambi, Peltu Purn H. Mujiono. Mereka menyambangi rumah-rumah sederhana, tempat para purnawirawan berjuang melawan keterbatasan fisik setelah puluhan tahun mengabdi kepada negara.
Di setiap rumah, perbincangan berlangsung hangat. Senyum, doa, dan jabat tangan menjadi bahasa universal yang menyampaikan satu pesan penting: para purnawirawan tidak sendirian.
AKP Purn Effendi menyebut kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral sesama purnawirawan. “Kami ingin memastikan bahwa rekan-rekan yang sedang diuji kesehatannya tetap merasakan kehadiran keluarga besar Pepabri. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bentuk kepedulian,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Peltu Purn H. Mujiono. Menurutnya, solidaritas harus tetap hidup meski masa dinas telah lama usai. “Dulu kami berdiri bersama saat aktif. Kini, dalam keterbatasan, kebersamaan itu justru semakin penting,” katanya.
Salah seorang penerima manfaat BSPP yang dikunjungi, Sdr. Erwin, purnawirawan yang mengalami sakit permanen, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah, saya senang dan bangga atas kunjungan dari organisasi. Kehadiran ini membuat kami merasa masih diperhatikan dan tidak dilupakan,” ujarnya dengan nada penuh syukur.
Ungkapan serupa disampaikan Peltu Purn Sukarman. Ia menilai kunjungan tersebut memberi dampak besar terhadap semangat dan moril dirinya.
“Kami ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas kunjungan ke rumah kami. Ini sangat berarti, meningkatkan moril kami, dan menjadi obat dalam kesunyian karena tidak bisa ke mana-mana. Semoga Allah membalas kebaikan ini. Aamiin,” tuturnya penuh haru.
Saat dikonfirmasi awak media, Pelda Purn Lukman Hakim, Sekretaris DPC Pepabri Kota Jambi sekaligus salah satu penggagas BSPP, menjelaskan bahwa BSPP lahir dari kesadaran sederhana: usia dan kesehatan adalah sesuatu yang tak bisa diprediksi.
“BSPP dibangun dari semangat saling menjaga. Kami tidak ingin ada purnawirawan yang jatuh sakit lalu berjuang sendirian. Program ini tumbuh dari iuran kecil, tapi dengan kepedulian yang besar,” ujar Lukman.
Dengan iuran yang sangat ringan, hanya Rp 10.000 per bulan atau Rp 120.000 per tahun, setiap anggota BSPP mendapatkan jaminan dukungan ketika menghadapi ujian hidup. Skema ini menjadi fondasi solidaritas yang dijalankan secara konsisten dan transparan.
Adapun bentuk kepedulian yang diberikan BSPP meliputi:
Santunan sebesar Rp 250.000 bagi anggota yang sakit dan menjalani rawat inap di rumah sakit, maksimal dua kali dalam setahun.
Santunan Rp 250.000 bagi anggota yang mengalami sakit permanen, stroke, atau penyakit berat lainnya, maksimal dua kali dalam setahun.
Santunan Rp 1.000.000 bagi anggota yang berpulang ke rahmatullah, serta Rp 500.000 untuk istri anggota yang wafat.
Dukungan moral dan kebersamaan, di mana anggota yang mampu diharapkan hadir melayat sebagai wujud solidaritas.
Lukman Hakim, yang juga mengelola roda administrasi BSPP, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan wujud nyata solidaritas purnawirawan.
“Sejak BSPP berdiri empat tahun lalu, kami melihat langsung manfaatnya. Saat sakit, anggota tidak hanya menerima santunan, tetapi juga perhatian dan dukungan moral. Ketika ada yang berpulang, keluarga yang ditinggalkan tidak merasa sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Sertu Purn R. Simangunsong, yang mengelola keuangan BSPP, menekankan pentingnya transparansi dan keikhlasan dalam menjalankan program tersebut.
“Dana ini murni dari anggota, untuk anggota. Tidak ada kepentingan lain selain membantu sesama,” ujarnya singkat.
Ia menambahkan, BSPP berjalan murni atas dasar kebersamaan dan tanpa kepentingan pribadi maupun politik. Seluruh anggota memiliki hak yang sama, sementara pengurus hanyalah pelayan yang mengemban amanah.
“Dengan iuran Rp 10.000 per bulan, kita bisa membantu sesama saat mereka membutuhkan. Ini bukan soal uang, tapi soal menjaga kebersamaan dan rasa peduli,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Lukman mengajak purnawirawan baik TNI maupun POLRI yang berdomisili di Kota Jambi dan sekitarnya untuk bergabung di DPC PEPABRI Kota Jambi serta turut pula menjadi bagian dari BSPP.
“Hari ini kita bisa membantu orang lain, sebagai ladang ibadah dan berharap untuk selalu sehat. Di situlah makna hidup,” pungkasnya.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, BSPP bergerak dalam senyap. Namun dari langkah-langkah kecil itulah, martabat para purnawirawan tetap dijaga—sebagai pejuang bangsa yang jasanya tak pernah selesai dihitung. (PW93)













