JAMBI, sriwijayadaily.com – Pemerintah Kota Jambi terus menggulirkan Program Kampung Bahagia sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat di tingkat kelurahan. Program ini mengusung konsep pembangunan berbasis komunitas dengan menekankan partisipasi warga, transparansi anggaran, serta keberlanjutan hasil pembangunan.
Di Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, program tersebut mulai digerakkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Lurah, Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan itu turut dihadiri Babinsa Tanjung Raden dari Koramil 415-08/Kodim 0415/Jambi, Sertu Raden Edi, sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Kehadiran Babinsa dalam forum tersebut bukan sekadar formalitas. Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki peran strategis untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Sinergi inilah yang diharapkan mampu memastikan program Kampung Bahagia berjalan sesuai rencana.
Program Kampung Bahagia merupakan gagasan Wali Kota Jambi, dr. Maulana, MKM. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan sejahtera melalui pemberdayaan warga serta penguatan peran RT sebagai ujung tombak pembangunan.
Dalam rapat tersebut, Sertu Raden Edi menekankan bahwa kunci keberhasilan program terletak pada keterlibatan aktif masyarakat. Tanpa partisipasi warga, program sebesar apa pun hanya akan menjadi konsep di atas kertas.
“Program Kampung Bahagia menuntut peran langsung masyarakat. Setiap penggunaan anggaran harus transparan dan benar-benar sesuai kebutuhan yang disepakati bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Babinsa di tengah program ini adalah untuk memastikan proses berjalan tertib, terarah, dan tepat sasaran. Dengan pendekatan persuasif, Babinsa siap mendukung setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Lurah Tanjung Raden Eriyatul, SE, Ketua LPM, serta para Ketua RT se-Kelurahan Tanjung Raden. Forum itu menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi sekaligus menentukan prioritas pembangunan yang paling dibutuhkan warga.
Keterlibatan TNI dalam program pemberdayaan masyarakat seperti ini menunjukkan bahwa fungsi pembinaan teritorial tidak melulu soal keamanan. Lebih jauh, TNI hadir sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Jika koordinasi terus terjaga dan partisipasi warga tetap solid, Kampung Bahagia bukan sekadar nama program, melainkan bisa menjadi kenyataan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tanjung Raden. (Kabul/red)










