JAMBI, SriwijayaDaily.com — Perundungan (bullying) dan kenakalan remaja menjadi perhatian serius sejumlah pihak, termasuk TNI AD. Fenomena ini dinilai tidak hanya merusak karakter generasi muda, tetapi juga mengikis nilai empati dan moral di masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian, Babinsa Kelurahan Pakuan Baru Koramil 415-10/Jambi Selatan Kodim 0415/Jambi, Serka Antoni, menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan bullying dan kenakalan remaja di RT 13 Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu PKK dan remaja setempat.
Dalam sambutannya, Serka Antoni menekankan bahwa pencegahan bullying harus dimulai dari keluarga. Keteladanan orang tua, komunikasi yang baik, dan pembentukan karakter sejak dini menjadi fondasi penting dalam mencegah perilaku agresif di lingkungan sosial.
“Kami hadir untuk mendorong tumbuhnya karakter positif seperti empati, rasa hormat, dan kepedulian. Bullying bukan tanda kekuatan, melainkan bentuk lemahnya moral. Menghargai orang lain adalah dasar menjadi manusia yang beradab,” kata Serka Antoni.
Ia menambahkan bahwa pencegahan kenakalan remaja bukan hanya tugas guru atau aparat keamanan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi keluarga, sekolah, pemerintah kelurahan, hingga tokoh masyarakat dinilai penting untuk membangun lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak.
Kegiatan berlangsung interaktif, di mana peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kasus perundungan yang pernah mereka temui. Melalui forum tersebut, masyarakat didorong untuk lebih peka terhadap gejala kekerasan sosial di lingkungan sekitar dan berperan aktif dalam mencegahnya.
“Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan lingkungan sosial yang positif dan kondusif bagi perkembangan generasi muda,” ujarnya.
Melalui edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menolak segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik, serta mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, berempati, dan bermoral.**










