JAMBI — Peringatan HUT ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) bukan sekadar momentum seremonial untuk mengenang perjalanan sebuah organisasi. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi ruang refleksi tentang arti pengabdian, persatuan dan tanggung jawab kebangsaan yang terus melekat sepanjang hayat.
Pesan tersebut terasa kuat dalam Live Streaming TVRI Nasional yang menghadirkan Jenderal TNI (Purn) H. Agum Gumelar sebagai narasumber, Kamis (27/8/2026). Mengangkat tema “Merawat Persatuan Melanjutkan Pengabdian”, kegiatan tersebut disaksikan para pengurus dan anggota PEPABRI Provinsi Jambi dari kediaman masing-masing.
Bagi keluarga besar PEPABRI Jambi, kegiatan tersebut bukan hanya sebuah tontonan melalui layar televisi atau perangkat telepon genggam. Di balik kegiatan itu terdapat pesan penting tentang bagaimana para purnawirawan dan warakawuri TNI dan Polri tetap mengambil bagian dalam perjalanan bangsa, meskipun telah meninggalkan tugas kedinasan.
Pengabdian memang memiliki bentuk yang berbeda pada setiap tahapan kehidupan. Ketika masih aktif, pengabdian diwujudkan melalui tugas dan tanggung jawab kedinasan. Setelah memasuki masa purnawirawan, pengabdian dapat dilanjutkan melalui pemikiran, keteladanan, kepedulian sosial serta kontribusi positif di tengah masyarakat.
Kehadiran Jenderal TNI (Purn) H. Agum Gumelar dalam siaran tersebut memberikan warna tersendiri bagi peringatan HUT ke-67 PEPABRI.
Tema yang diangkat mengandung dua pesan utama yang saling berkaitan. Persatuan harus dirawat agar bangsa tetap kokoh, sementara pengabdian harus dilanjutkan agar pengalaman dan nilai-nilai perjuangan tidak berhenti pada satu generasi.
Persatuan Indonesia bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Persatuan harus dirawat setiap hari melalui sikap saling menghormati, toleransi dan kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Indonesia merupakan negara yang sangat besar dengan keragaman suku, agama, budaya, bahasa dan latar belakang sosial. Perbedaan tersebut adalah kekayaan sekaligus tantangan.
Karena itu, menjaga persatuan bukan berarti membuat semua orang memiliki pandangan yang sama. Persatuan justru berarti mampu menerima perbedaan tanpa kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Usai menyaksikan siaran tersebut, Kabid Kesejahteraan DPD PEPABRI Provinsi Jambi, Kolonel (Purn) M. Nurdin, mengatakan pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
“Pesan untuk merawat persatuan dan melanjutkan pengabdian sangat penting. Walaupun kita sudah tidak berdinas aktif, semangat pengabdian kepada bangsa dan negara harus tetap kita jaga,” ujar M. Nurdin.
Menurutnya, masa purnawirawan bukan akhir dari perjalanan pengabdian.
“Pengabdian tidak berhenti setelah kita pensiun. Kita masih bisa berbuat untuk masyarakat, memberikan keteladanan kepada generasi muda, menjaga kerukunan dan ikut menciptakan suasana yang kondusif,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman panjang yang dimiliki para purnawirawan masih memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat.
Mereka pernah menjalani berbagai tugas, menghadapi tantangan dan ditempa dalam lingkungan yang mengedepankan disiplin serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal untuk ikut membangun masyarakat yang lebih tertib, rukun dan saling menghargai.
Sementara itu, Kepala Biro Organisasi DPD PEPABRI Provinsi Jambi, Letkol (Purn) Herman Sinaga, menilai tema HUT ke-67 PEPABRI memiliki makna strategis dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
“Bagi kami, tema ini bukan sekadar slogan. Merawat persatuan berarti menjaga kebersamaan, baik di lingkungan keluarga besar PEPABRI maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Herman.
Ia menilai pengalaman para purnawirawan harus dapat diwariskan kepada generasi muda.
“Kita memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian. Pengalaman itu jangan hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus menjadi nilai yang dapat kita teruskan kepada generasi berikutnya. Disiplin, loyalitas, tanggung jawab dan kecintaan kepada tanah air harus tetap hidup,” ujarnya.
Menurut Herman, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, nilai kebersamaan dan gotong royong harus tetap dijaga. Jangan sampai kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi justru membuat masyarakat semakin mudah terpecah.
Pesan yang disampaikan dalam siaran TVRI tersebut juga mendapat respons dari sejumlah anggota keluarga besar PEPABRI Provinsi Jambi.
Sri Setyawati, pensiunan PNS, Pelda (Purn) Gunawan Ery dan Peltu (Purn) Tukarman, saat dihubungi melalui media WhatsApp, turut menyampaikan pandangan mereka mengenai makna kegiatan tersebut.
Mereka menilai tema “Merawat Persatuan Melanjutkan Pengabdian” sangat tepat dan relevan untuk dijadikan semangat bersama, khususnya bagi keluarga besar purnawirawan dan warakawuri TNI dan Polri.
Menurut mereka, memasuki masa purnawirawan bukan berarti seseorang berhenti memberikan manfaat kepada bangsa dan masyarakat. Pengabdian dapat diteruskan dalam berbagai bentuk, antara lain melalui kepedulian sosial, menjaga hubungan baik dengan masyarakat, memperkuat silaturahmi serta memberikan teladan kepada generasi muda.
Mereka juga berharap momentum HUT ke-67 PEPABRI semakin memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di antara seluruh keluarga besar PEPABRI, khususnya di Provinsi Jambi.
Persatuan menjadi semakin penting ketika bangsa menghadapi berbagai perubahan dan tantangan.
Perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik, memberikan masukan dan memilih jalan yang diyakininya benar.
Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan.
Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tetap satu bangsa. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi tetap bersaudara. Kita boleh mengkritik kebijakan, tetapi tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa.
Di sinilah pentingnya kedewasaan dalam kehidupan berbangsa.
Para purnawirawan dan warakawuri TNI dan Polri dapat mengambil peran sebagai salah satu kekuatan moral yang ikut menjaga kesejukan kehidupan masyarakat. Pengalaman panjang mereka dapat digunakan untuk memberikan nasihat, membangun komunikasi dan menjadi jembatan ketika terjadi perbedaan di tengah masyarakat.
HUT ke-67 PEPABRI pada akhirnya bukan hanya tentang perjalanan organisasi selama 67 tahun. Peringatan ini juga menjadi refleksi tentang bagaimana pengabdian dapat terus dilanjutkan dalam berbagai bentuk.
Seragam boleh dilepas. Jabatan boleh berakhir. Masa kedinasan boleh selesai. Tetapi kecintaan kepada bangsa dan negara tidak boleh berhenti.
Pengabdian dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana: membantu sesama, menjaga lingkungan, membangun kerukunan, membimbing generasi muda, aktif dalam kegiatan sosial serta memberikan pemikiran yang konstruktif untuk kemajuan daerah dan bangsa.
Bagi PEPABRI Jambi, menyaksikan Live Streaming TVRI Nasional dari kediaman masing-masing juga menunjukkan bahwa kebersamaan tidak selalu harus diwujudkan dalam satu tempat. Teknologi dapat menjadi sarana untuk menyatukan perhatian dan semangat dalam sebuah momentum kebangsaan.
Karena itu, tema “Merawat Persatuan, Melanjutkan Pengabdian” hendaknya tidak berhenti sebagai slogan peringatan HUT ke-67 PEPABRI.
Ia harus menjadi sikap hidup.
Persatuan harus dirawat ketika keadaan damai, bukan baru dicari ketika terjadi konflik. Pengabdian harus dilanjutkan sepanjang hayat, bukan hanya ketika seseorang mengenakan seragam.
Sebab, bangsa yang kuat bukan hanya dibangun oleh mereka yang sedang berada di garis depan, tetapi juga oleh mereka yang terus menjaga persatuan, memberikan keteladanan dan mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat.
Merawat persatuan adalah menjaga Indonesia. Melanjutkan pengabdian adalah bentuk nyata kecintaan kepada Indonesia.
🇮🇩 PEPABRI Jaya, Indonesia Kuat.
[Bravolima]










