JAMBI – Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi berduka. Salah satu wartawan senior dan mantan Sekretaris PWI Provinsi Jambi, Heri Farmansyah bin M. Rais, meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 23.25 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.
Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam usia 58 tahun setelah mengalami sakit jantung. Kepergian Heri Farmansyah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan seprofesi, dan keluarga besar PWI Provinsi Jambi.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di RT 08, Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Menurut keterangan istri almarhum, Sri Jayati, Heri Farmansyah akan dimakamkan di Palembang, Sumatera Selatan.
Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah diberangkatkan menggunakan mobil ambulans menuju Palembang pada Minggu (9/8/2026) pukul 10.15 WIB.
Di Palembang, jenazah disemayamkan di rumah keluarga di Jalan Pertahanan No. 4, RT 36, 16 Ulu, Kecamatan Plaju, rumah almarhum Wanan, sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan.
Kepergian Heri Farmansyah tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga. Dunia pers Jambi juga kehilangan salah satu wartawan senior yang selama perjalanan pengabdiannya dikenal memiliki perhatian terhadap organisasi kewartawanan dan pembinaan wartawan muda.
Heri Farmansyah pernah dipercaya sebagai Sekretaris PWI Provinsi Jambi periode 2019–2022. Dalam posisi tersebut, almarhum ikut mengambil bagian dalam menjalankan roda organisasi dan memberikan kontribusi bagi perkembangan kehidupan pers di Jambi.
Ketua PWI Provinsi Jambi, HR Ridwan Agus, Dpt, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami kehilangan sosok teman yang baik di organisasi. Almarhum Heri adalah mantan Sekretaris PWI Provinsi Jambi periode 2019–2022. Dedikasi dan pengabdiannya untuk memajukan organisasi dan membina wartawan muda di Jambi sangat luar biasa. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT,” ujar Ridwan Agus.
Menurut Ridwan, Heri Farmansyah merupakan sosok yang memiliki komitmen terhadap organisasi. Pengalaman panjang almarhum dalam dunia jurnalistik menjadi bagian penting dalam memberikan pembinaan dan arahan kepada wartawan, terutama generasi muda.
Sementara itu, Sekretaris PWI Provinsi Jambi, Drs. Arwani, mengaku sangat kehilangan. Ia mengatakan Heri Farmansyah bukan sekadar rekan dalam organisasi, tetapi sudah dianggap seperti adik sendiri.
“Saya merasa kehilangan. Heri Farmansyah sudah saya anggap sebagai adik. Beliau adalah wartawan senior yang santun, pekerja keras dan memiliki integritas tinggi,” kata Arwani.
Menurut Arwani, banyak wartawan muda di Jambi yang pernah mendapatkan bimbingan dan arahan dari almarhum.
“Banyak wartawan muda di Jambi yang pernah dibina dan diarahkan oleh beliau. Karena itu, kepergian Heri merupakan kehilangan bagi kami semua,” ujarnya.
Bagi keluarga besar PWI Provinsi Jambi, Heri Farmansyah merupakan bagian dari perjalanan organisasi. Dedikasi, persahabatan dan pengabdiannya selama menjalani profesi jurnalistik akan tetap dikenang oleh rekan-rekan seprofesi.
Kepergian wartawan senior seperti Heri juga menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga etika dan marwah profesi. Sebab, perjalanan seorang wartawan tidak hanya diukur dari berita yang pernah ditulis, tetapi juga dari sejauh mana ia memberikan manfaat, membangun persaudaraan dan mewariskan pengalaman kepada generasi berikutnya.
Atas nama keluarga besar PWI Provinsi Jambi dan seluruh PWI Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Ketua PWI Provinsi Jambi HR Ridwan Agus menyampaikan doa dan belasungkawa.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan,” ungkap Ridwan.
Kepergian Heri Farmansyah menjadi kehilangan bagi keluarga besar pers Jambi. Namun, jejak pengabdian dan kebaikan yang ditinggalkan akan tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah mengenal dan bekerja bersamanya.
Selamat jalan, Heri Farmansyah.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Al-Fatihah.










