Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat Karhutla Tahura Batanghari Kembali Terjadi, Kasiops Korem 042/Gapu Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Lokasi

Home / Daerah / Olahraga

Jumat, 10 April 2026 - 19:28 WIB

Dari Meja Kopi ke Arena Prestasi: ORADO Jambi Uji Serius Transformasi Domino

JAMBI — Upaya mengangkat domino dari sekadar permainan santai menjadi olahraga prestasi mulai diuji secara serius di Kota Jambi. Organisasi Domino Indonesia (ORADO) Cabang Kota Jambi menggelar seleksi atlet melalui Kejuaraan Cabang (Kejurcab) 2026 yang berlangsung di Kopitiam 99 Murni, Jumat (10/4/2026).

Ratusan peserta dari berbagai latar belakang memadati lokasi. Dari pelajar hingga tokoh masyarakat, mereka datang dengan satu tujuan: merebut tiket menuju kejuaraan nasional yang akan digelar di Puncak, Bogor, pada 24–26 April mendatang.

Ketua ORADO Kota Jambi, Henky Setiawan, menyebut seleksi ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah awal memetakan kekuatan atlet domino daerah. Menurut dia, hanya mereka yang memiliki kecerdasan taktis dan ketahanan mental yang akan dikirim mewakili Jambi ke tingkat nasional.

Baca :  Perkuat Soliditas Organisasi, Senkom Mitra Polri Kota Jambi Matangkan Program Kerja dan Sinergi dengan Pemerintah

“Domino hari ini bukan lagi soal keberuntungan. Ini soal strategi, konsentrasi, dan kemampuan membaca lawan,” kata Henky.

Dukungan datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jambi. Ketua KONI, Antoni Karya Gumai, menilai langkah ORADO sebagai sinyal kuat bahwa domino tengah bergerak menuju pengakuan sebagai olahraga prestasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan status itu menuntut konsekuensi. Atlet tidak lagi cukup hanya piawai bermain, tetapi juga wajib disiplin, taat aturan, dan menjaga integritas.

Baca :  Tingkatkan Kemampuan Digital, Pusbekangad Gelar Bimtek Profesi Penerangan

“Kalau ingin sejajar dengan cabang olahraga lain, maka etika dan regulasi harus ditegakkan,” ujar Antoni.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Provinsi ORADO Jambi, Kemas Alfansuri, mengakui jalan menuju legitimasi olahraga tidaklah mudah. Domino masih dibayangi stigma lama—identik dengan warung kopi dan kerap dikaitkan dengan praktik perjudian.

Menurut dia, melalui kompetisi resmi dan pembinaan berjenjang, ORADO berupaya memutus persepsi tersebut. Fokus kini diarahkan pada pembinaan atlet muda untuk menunjukkan bahwa domino memiliki nilai edukatif.

Baca :  Lagi-Lagi Donald Trump Jadi Sorotan di Panggung Juara, Kali Ini Tak Berlama-lama

“Kita ingin mengubah ‘meja kopi’ menjadi ‘meja prestasi’. Ketika anak-anak muda berprestasi, stigma itu akan runtuh dengan sendirinya,” ujar Kemas.

Pertandingan yang berlangsung setelah pembukaan memperlihatkan wajah baru domino. Suasana hening, penuh konsentrasi, dengan setiap langkah diperhitungkan secara matang. Denting kartu yang bersentuhan menjadi penanda duel strategi, bukan sekadar hiburan.

Bagi ORADO Kota Jambi, seleksi ini bukan hanya tentang mencari pemenang. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari proyek jangka panjang: membuktikan bahwa domino layak berdiri sejajar dengan cabang olahraga lain—bukan lagi sekadar permainan, melainkan ajang prestasi. (Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Angin Kencang Landa Kota Pekanbaru, Begini Penjelasan BMKG Pekanbaru

Daerah

Menakar Peluang H. Budi Setiawan: Konsistensi Kinerja dan Langkah Maju Golkar Kota Jambi

Daerah

PAC LDII Tambaksari Gelar Pengajian Rutin Malam Jum’at

Daerah

Bukan Sekadar Buka Puasa, Ramadan Mempertemukan Rindu di Rumah Pak Basyir

Olahraga

Gubernur Jambi Incar Ketua Umum KONI, Pengamat: Rakyat Butuh Pemimpin yang Fokus

Daerah

Puluhan Anggota Menwa Ikut Kegiatan Karya Bakti Kodim Tanjab

Nasional

Menpora Optimis Terhadap Masa Depan Timnas Indonesia

Daerah

PWI Provinsi Jambi Gelar Yasinan dan Tahlilan Tiga Hari Wafatnya Heri Farmansyah