Batanghari – Di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, loreng prajurit TNI berpadu dengan pakaian sederhana warga di lokasi TMMD. Selama sebulan terakhir, mereka bergotong royong memperbaiki jalan, membangun fasilitas, dan berbagi cerita. TMMD Ke-127 Kodim 0415/Jambi bukan sekadar program pembangunan, tapi juga tentang kebersamaan yang terasa hangat di tengah desa.
Seluruh sasaran TMMD Ke-127 telah rampung sesuai target yang direncanakan selama satu bulan pelaksanaan. Pekerjaan fisik seperti perbaikan jalan desa, pembangunan fasilitas umum, dan berbagai kegiatan nonfisik—penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi—seluruhnya berhasil diselesaikan berkat kerja sama erat antara prajurit TNI dan warga.
Meskipun seluruh sasaran TMMD telah tercapai, program ini secara resmi akan ditutup pada Rabu (11/3/2026) melalui upacara yang rencananya akan dipimpin langsung oleh Pangdam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, di Lapangan SD 139/1 RT 05 Desa Petajen. Kehadiran Pangdam XX/TIB sekaligus menjadi simbol penghargaan terhadap sinergi antara TNI dan masyarakat.
Komandan Kodim 0415/Jambi, Kolonel Inf Putra Negara, S.H., M.Han, mengatakan keberhasilan penyelesaian seluruh sasaran TMMD tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat Desa Petajen. Dari pagi hingga sore, prajurit dan warga bekerja bahu-membahu, memindahkan material, menata fasilitas, hingga memastikan program nonfisik terselenggara.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Semangat gotong royong yang terbangun selama sebulan membuat seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Bagi warga Desa Petajen, kehadiran TNI selama program berlangsung menghadirkan pengalaman berbeda. Anak-anak desa terbiasa menyapa prajurit di pagi hari, warga membantu pekerjaan ringan, dan setiap tawa maupun percakapan kecil menjadi bagian dari proses pembangunan yang manusiawi.
TMMD Ke-127 membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal fisik atau anggaran, tetapi juga soal menumbuhkan ikatan sosial, kepercayaan, dan rasa memiliki terhadap desa sendiri. Dengan rampungnya seluruh sasaran, masyarakat diharapkan dapat terus merawat fasilitas yang dibangun sekaligus melanjutkan semangat kebersamaan yang lahir dari TMMD.
Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI bukan hanya pada senjata, tetapi juga pada kemanunggalannya dengan rakyat. Di Desa Petajen, nilai itu terlihat nyata—di jalan yang diperbaiki, di fasilitas yang dibangun, dan terutama di senyum warga yang menatap masa depan lebih baik.
Penulis: Firdaus










