JAMBI, SriwijayaDaily.com — Komandan Kodim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara, S.H., M.Han., menyatakan bahwa pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2026 akan menjadi langkah terpadu untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Hal tersebut disampaikan Kolonel Putra Negara usai mengikuti Rapat Paripurna TMMD ke-46 Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat melalui Aster Kasad Mayjen TNI Rahmad Zulkarnaen. Rapat yang digelar secara virtual dari Makodim 0415/Jambi pada Kamis (4/12/2025) itu membahas evaluasi pelaksanaan TMMD 2025 sekaligus penyusunan program untuk tahun 2026.
Menurut Dandim, TMMD 2026 akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung peningkatan aksesibilitas dan ekonomi masyarakat desa. Program fisik yang direncanakan mencakup pembukaan dan peningkatan jalan desa, rehabilitasi jembatan, pembangunan sarana publik, serta bantuan perbaikan rumah tidak layak huni.
“TMMD merupakan wujud komitmen TNI membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan. Infrastruktur yang dibangun akan membuka ruang gerak ekonomi masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, program TMMD 2026 juga akan diperkuat dengan kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan kesehatan, penguatan wawasan kebangsaan, pemberdayaan ekonomi produktif, dan edukasi pencegahan stunting. Menurut Kolonel Putra Negara, kombinasi pembangunan fisik dan sosial menjadi kunci untuk membentuk desa yang berdaya dan mandiri.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam setiap tahapan TMMD. Sejumlah kebutuhan prioritas telah dipetakan melalui koordinasi lintas sektor bersama perangkat daerah terkait.
“TMMD bukan hanya kegiatan TNI, tetapi kerja bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan kolaborasi yang kuat, hasil program dapat memberikan dampak jangka panjang,” kata Dandim.
TMMD sendiri merupakan program tahunan TNI AD yang bertujuan membantu percepatan pembangunan di wilayah terpencil dan pedesaan. Evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi dasar penyusunan program 2026 agar lebih tepat sasaran dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Jambi.**










