SRIWIJAYADAILY.COM – Kasus yang menimpa Wali Kota Prabumulih, Cak Arlan, terus menuai sorotan. Berbagai kritik dan hujatan publik beredar, namun suara untuk mengedepankan sikap bijak juga mulai menguat.
Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Prabumulih menilai masyarakat tidak seharusnya menutup mata atas rekam jejak positif yang telah dilakukan sang wali kota hanya karena satu kesalahan.
“Stop menghujat. Beliau sudah legowo mengakui kesalahan, sudah meminta maaf, dan kedua belah pihak juga sudah saling memaafkan. Jangan sampai satu kesalahan membuat kita melupakan seribu kebaikan yang sudah beliau lakukan,” ujar Ketua LAKRI Prabumulih, Alhadi Azis, akhir pekan ini.
Selama tujuh bulan memimpin, Cak Arlan dinilai cukup progresif membangun kota, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga program sosial yang menyasar kelompok rentan. Menurut LAKRI, capaian ini harus tetap dijaga agar tidak terhenti oleh derasnya hujatan.
“Cak Arlan manusia biasa, tidak luput dari salah. Tapi kerja keras dan niat baiknya membangun Prabumulih jangan dipadamkan hanya karena satu peristiwa,” kata Alhadi.
Ia menegaskan kritik seharusnya disampaikan dengan cara yang membangun, bukan dengan caci maki. “Teruslah bekerja, Cak Arlan. Kami percaya Prabumulih akan semakin baik,” tutupnya.**










