Babinsa Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Paal Merah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan Babinsa Dampingi Penutupan TPS di Selamat, Program Kampung Bahagia Didorong Berbasis Warga Mengungkap Fakta Di Balik Insiden Munisi Nyasar Di UNP, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat Dandenpom II/2 Jambi Letkol CPM Deka Piro Sandira Pimpin Ziarah Rombongan Sambut HUT ke-80 Pomad

Home / Nasional / Opini

Jumat, 4 Juli 2025 - 12:00 WIB

Sekolah Rakyat: Jalan Baru Menuju Harapan Anak Bangsa

JAMBI – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) kembali menunjukkan komitmen kuatnya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan termarjinalkan. Melalui program Sekolah Rakyat, Kemensos membuka ruang belajar yang inklusif, fleksibel, dan menjangkau mereka yang selama ini tertinggal dari pendidikan formal.

Program Sekolah Rakyat akan hadir di berbagai wilayah Indonesia, dengan prioritas pada daerah-daerah yang selama ini mengalami hambatan geografis, ekonomi, maupun sosial. Lokasi pendirian Sekolah Rakyat tersebar di: Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat (Sumbar), Kalimantan dan Papua.

Secara keseluruhan, 53 lokasi telah dinyatakan siap. Rinciannya meliputi 41 Sentra dan Balai milik Kemensos, 9 lokasi di Jatim, 2 perguruan tinggi mitra, serta 1 lokasi di Sumatera Barat.

Dukungan juga datang dari kalangan akademik. Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam pengembangan model pembelajaran dan pendampingan peserta didik di lapangan. Para dosen dan mahasiswa akan dilibatkan sebagai penggerak literasi dan fasilitator proses belajar.

Baca :  Babinsa Teluk Ketapang Perkuat Silaturahmi Lewat Komsos Bersama Warga

Pendidikan Adalah Harapan

Program Sekolah Rakyat bukan semata‑mata soal membuka kelas dan menyiapkan kurikulum. Ia adalah gerakan kemanusiaan—sebuah jembatan bagi anak‑anak di sudut‑sudut negeri untuk bermimpi dan berdaya. Di pelosok Papua dan pedalaman Kalimantan, anak‑anak yang dahulu hanya melihat sekolah dari kejauhan kini punya kesempatan belajar. Di desa‑desa kecil di NTT, pendidikan tak lagi menjadi kemewahan.

“Kami tidak hanya datang membawa modul, tetapi juga membawa harapan. Sekolah Rakyat ini adalah tempat lahirnya mimpi‑mimpi yang selama ini terpendam,” ujar salah satu relawan mahasiswa UNESA di lapangan.

Kehadiran Sekolah Rakyat mengubah cara pandang masyarakat terhadap belajar. Di sini, pendidikan tidak diukur dari seragam, tetapi dari semangat belajar. Tak ada pagar tinggi atau bangunan mewah. Yang ada adalah ruang bersama untuk tumbuh, didampingi oleh para relawan, guru‑guru lokal, dan sesama warga yang peduli.

Cek Kesehatan Gratis: Mengawali Langkah Sehat

Untuk memastikan seluruh calon siswa berada dalam kondisi prima saat memasuki masa orientasi dan pembelajaran, Kemensos bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengadakan Cek Kesehatan Gratis pada 7 Juli 2025 di seluruh lokasi Sekolah Rakyat.

Baca :  Babinsa dan BPBD Perkuat Sinergi Antisipasi Bencana di Rantau Kapas Mudo

Usai Rapat Tingkat Menteri di kantor Kementerian PMK, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan:

“Rencananya tanggal 7 Juli kita mulai Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Rakyat. Ini bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kesehatan masyarakat.”

Program nasional Cek Kesehatan Gratis, yang dicanangkan sebagai “kado ulang tahun” Presiden kepada rakyat pada 10 Februari 2025**, menargetkan 280 juta penerima di seluruh Indonesia. Tahun ini pemerintah membidik 50 juta orang terlebih dahulu—dengan laju pemeriksaan rata‑rata 200 ribu orang per hari atau sekitar 5 juta per bulan. Hingga awal Juli, 11 juta warga telah menjalani pemeriksaan di Puskesmas.

Setelah sesi khusus untuk calon siswa Sekolah Rakyat, pemeriksaan massal berikutnya akan menyasar para pelajar di sekolah‑sekolah di bawah Kemendikdasmen dan Kementerian Agama (Kemenag) mulai 1 Agustus 2025. Target total peserta cek kesehatan gratis di satuan pendidikan mencapai 52 juta anak.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan, skrining kesehatan wajib dilakukan karena sebagian Sekolah Rakyat berkonsep boarding school:

“Karena sekolah ini berasrama, masalah kesehatan harus selesai di awal. Siswa yang terdeteksi penyakit menular akan diobati sampai sembuh sebelum mereka masuk.”

Baca :  Sejarah Batik Jambi Mengangkat Ekonomi dengan Warisan Budaya

Agus Jabo juga menyampaikan arahan Presiden agar jumlah Sekolah Rakyat dilipatgandakan dari 100 menjadi 200 titik pada 2025, dengan kapasitas 20 ribu siswa.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan jadwal pemeriksaan:

“Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dimulai dari Sekolah Rakyat awal Juli, lalu madrasah dan sekolah di bawah Kemenag menyusul pada Agustus.”

Membangun Masa Depan Bersama

Kemensos meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi pembangunan bangsa berkeadilan. Dengan menghadirkan Sekolah Rakyat, pemerintah memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena faktor geografis atau ekonomi.

“Kami menyiapkan bukan hanya tempat, tapi juga semangat gotong‑royong. Sekolah Rakyat hadir untuk menyatukan semua pihak—negara, kampus, masyarakat—dalam satu cita‑cita: mencerdaskan anak bangsa,” tegas perwakilan Kemensos.

Melalui Sekolah Rakyat, bukan hanya anak‑anak yang belajar. Masyarakat diajak kembali meneguhkan nilai kebersamaan dan semangat membantu sesama. Inisiatif ini menjadi lambang bahwa negara hadir tidak hanya lewat kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mengubah hidup. (Jt54)

Sumber: Jambidaily.com dan Gurubagi.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Terimakasih Atas Partisipasi TNI di Distrik Mbua Dalam Membantu Kesulitan Warga

Opini

RPJMD dan Pembangunan yang Berakar pada Kebutuhan Rakyat

Nasional

Babinsa Hadiri Musyawarah Desa Petaling Jaya Bahas Rencana Kerja Pemerintah

Nasional

Pangdivif 2 Kostrad Tutup Latihan Acelerated Free Fall Brigif PR 18

Nasional

Gaspoll, Hari Pertama Kerja Danrem 042/Gapu Laksanakan Program Kodam II/Sriwijaya Masuk Kampus

Nasional

Danrindam II/Swj Ingatkan Pentingnya Netralitas TNI Pada Pemilu 2024

Nasional

Sambut HUT Ke 78 TNI, Kodim 0419/Tanjab Ajak Warga Tungkal Gowes Bersama dan Lomba Mancing

Nasional

Fernando Sinaga Ingatkan Pembahasan RUU Ibukota Negara Jangan Tergesa–gesa