Sambut HUT Ke-81 TNI, Korem 042/Gapu Gelar Donor Darah, Sunatan Massal, dan Pengobatan Gratis TNI AD Fair 2026, Alutsista dan Inovasi Jadi Magnet Pengunjung di Monas DPD PEPABRI Jambi Evaluasi dan Bubarkan Panitia HUT ke-67, Tekankan Tertib Administrasi dan Penguatan Pengabdian Purna Tugas Bukan Akhir Persaudaraan, Rekan Seperjuangan Datang Menjenguk Suhartono Danrem 042/Gapu Salurkan 25 Ribu Masker Bantuan Presiden, Lindungi Warga Jambi dari Dampak Kabut Asap Karhutla

Home / Politik

Senin, 26 Agustus 2024 - 13:45 WIB

Golkar Pilih Calon Lain Ketimbang Kader Sendiri yang Diakuinya Sebagai Jawara

Jambi – Partai Golkar akan segera menuntaskan proses pencalonan untuk Pilkada Serentak 2024 dengan menyerahkan dokumen B1 KWK kepada seluruh calon kepala daerah di Indonesia, termasuk di Kota Jambi.

Santer terdengar kabar bahwa dukungan untuk Kota Jambi akan diberikan kepada Maulana-Diza yang sama sekali bukan kader, dan bahkan tidak memiliki andil apapun dalam memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024.

Padahal, Golkar memiliki kader internal yang berprestasi, yakni Ketua DPD II Golkar Kota Jambi, Budi Setiawan. Di bawah kepemimpinan Budi Setiawan, Golkar mengalami peningkatan signifikan dalam perolehan kursi legislatif, dari 4 kursi menjadi 8 kursi, dan berhasil menduduki posisi Ketua DPRD Kota Jambi periode 2024-2029.

Baca :  Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara Hari Bhayangkara Ke-80, Perkuat Sinergitas TNI-Polri untuk Masyarakat

Kinerja Budi Setiawan yang mengembalikan kejayaan Golkar setelah hampir 20 tahun menjadi sorotan positif.

Namun, meski Budi Setiawan telah menunjukkan prestasi dan dedikasi tinggi terhadap partai, Golkar memilih untuk mendukung calon lain, yang tidak memiliki kontribusi atau rekam jejak dalam mendukung partai. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan kader Golkar dan pengamat politik.

Pengamat politik dari Universitas Jambi (UNJA), Nasuhaidi, menilai keputusan Golkar sebagai langkah pragmatis yang mengabaikan kontribusi kader internal.

Baca :  Timnas Indonesia Takluk 0-3 dari Vietnam, Laga Kontra Singapura Jadi Penentuan Nasib Garuda

“Sebagai partai besar dan mapan, seharusnya Golkar memberikan penghargaan atau keistimewaan kepada kader yang telah berkomitmen dan konsisten, seperti Budi Setiawan,” ujarnya, Senin (26/8/2024).

Nasuhaidi juga menambahkan bahwa keputusan ini menunjukkan kurangnya konsistensi dalam pengelolaan partai.

Senada dengan Nasuhaidi, pengamat politik senior UNJA, Navarin Karim, menyayangkan langkah pragmatis yang diambil oleh DPP Partai Golkar.

“Saat ini, kita melihat adanya hegemoni politik dari elit pusat hingga tingkat daerah, yang mengabaikan otoritas dan keinginan lokal,” ungkap Navarin.

Ia menilai bahwa keputusan tersebut mencerminkan situasi politik yang kacau dan disayangkan bagi politik yang normal dan lurus.

Baca :  Patroli Malam Babinsa Rajawali Perkuat Kewaspadaan dan Jaga Kondusivitas Wilayah

Navarin juga menganggap bahwa keputusan DPP Golkar mungkin dipengaruhi oleh kepentingan pribadi aktor di daerah yang mengabaikan suara dan keinginan masyarakat serta kader daerah.

“Ada kemungkinan bahwa kepentingan individu di daerah mempengaruhi keputusan di pusat, sehingga suara dan aspirasi lokal dikesampingkan,” tutupnya.

Dengan latar belakang ini, keputusan Golkar untuk mendukung calon di luar kader internal menimbulkan kekhawatiran tentang konsistensi dan kredibilitas partai dalam mendukung kader yang telah menunjukkan prestasi signifikan.**

Share :

Baca Juga

Politik

Demokrat Kota Jambi : Budi Setiawan yang Pertama Mungkin Ini Kode

Politik

Budi Setiawan Mantapkan Langkah Menuju Pilwako Jambi 2024 dengan Dukungan Penuh Dari Kader Golkar

Politik

Direktur Media Haris-Sani Musri Nauli, Hantar Haris-Sani Daftar ke Nasdem dan PKS

Daerah

H. Budi Setiawan Tegaskan Partai Golkar Siap Perjuangkan Aspirasi Warga dalam Reses Dyah Kumala Dewi

Politik

PPP Resmi Dukung Budi Setiawan untuk Pilwako Jambi 2024

Politik

Soal Survei Internal Golkar, Budi Setiawan : yang Jelas Kita Dapat Kursi 8 di DPRD Kota Jambi

Politik

“Duo Setiawan” Resmi Terima Dukungan dari PSI untuk Pilwako Jambi 2024

Nasional

ATOM: Viralitas yang Mengguncang Peta Politik Indonesia Menuju Pilpres 2029