Babinsa dan Manggala Agni Perkuat Strategi Sosialisasi Cegah Karhutla Babinsa Gelar Komsos di Desa Pelempang, Perkuat Kedekatan dengan Warga Babinsa Ma Bulian Ikut Gerakan Tanam Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Batanghari Babinsa Lakukan Anjangsana, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan Babinsa Bantu Warga Pasang Plafon, Perkuat Semangat Gotong Royong di Jambi

Home / Politik

Senin, 26 Agustus 2024 - 13:45 WIB

Golkar Pilih Calon Lain Ketimbang Kader Sendiri yang Diakuinya Sebagai Jawara

Jambi – Partai Golkar akan segera menuntaskan proses pencalonan untuk Pilkada Serentak 2024 dengan menyerahkan dokumen B1 KWK kepada seluruh calon kepala daerah di Indonesia, termasuk di Kota Jambi.

Santer terdengar kabar bahwa dukungan untuk Kota Jambi akan diberikan kepada Maulana-Diza yang sama sekali bukan kader, dan bahkan tidak memiliki andil apapun dalam memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024.

Padahal, Golkar memiliki kader internal yang berprestasi, yakni Ketua DPD II Golkar Kota Jambi, Budi Setiawan. Di bawah kepemimpinan Budi Setiawan, Golkar mengalami peningkatan signifikan dalam perolehan kursi legislatif, dari 4 kursi menjadi 8 kursi, dan berhasil menduduki posisi Ketua DPRD Kota Jambi periode 2024-2029.

Baca :  Babinsa Jambi Selatan Dampingi Penyaluran Beras dan Minyak Goreng untuk 600 Warga Kelurahan Thehok

Kinerja Budi Setiawan yang mengembalikan kejayaan Golkar setelah hampir 20 tahun menjadi sorotan positif.

Namun, meski Budi Setiawan telah menunjukkan prestasi dan dedikasi tinggi terhadap partai, Golkar memilih untuk mendukung calon lain, yang tidak memiliki kontribusi atau rekam jejak dalam mendukung partai. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan kader Golkar dan pengamat politik.

Pengamat politik dari Universitas Jambi (UNJA), Nasuhaidi, menilai keputusan Golkar sebagai langkah pragmatis yang mengabaikan kontribusi kader internal.

Baca :  Status Quo PAW NasDem Kota Jambi, Kuasa Hukum Gugat DPP hingga KPU

“Sebagai partai besar dan mapan, seharusnya Golkar memberikan penghargaan atau keistimewaan kepada kader yang telah berkomitmen dan konsisten, seperti Budi Setiawan,” ujarnya, Senin (26/8/2024).

Nasuhaidi juga menambahkan bahwa keputusan ini menunjukkan kurangnya konsistensi dalam pengelolaan partai.

Senada dengan Nasuhaidi, pengamat politik senior UNJA, Navarin Karim, menyayangkan langkah pragmatis yang diambil oleh DPP Partai Golkar.

“Saat ini, kita melihat adanya hegemoni politik dari elit pusat hingga tingkat daerah, yang mengabaikan otoritas dan keinginan lokal,” ungkap Navarin.

Ia menilai bahwa keputusan tersebut mencerminkan situasi politik yang kacau dan disayangkan bagi politik yang normal dan lurus.

Baca :  Anjangsana Babinsa Sebapo dan Perangkat Desa Talang Pelita Sinkronkan Program Ramadhan

Navarin juga menganggap bahwa keputusan DPP Golkar mungkin dipengaruhi oleh kepentingan pribadi aktor di daerah yang mengabaikan suara dan keinginan masyarakat serta kader daerah.

“Ada kemungkinan bahwa kepentingan individu di daerah mempengaruhi keputusan di pusat, sehingga suara dan aspirasi lokal dikesampingkan,” tutupnya.

Dengan latar belakang ini, keputusan Golkar untuk mendukung calon di luar kader internal menimbulkan kekhawatiran tentang konsistensi dan kredibilitas partai dalam mendukung kader yang telah menunjukkan prestasi signifikan.**

Share :

Baca Juga

Politik

Cawako Jambi Budi Setiawan Punya Strategi Mengatasi Banjir

Politik

Duo Setiawan Resmikan Balai BERBUDI: Langkah Awal Menuju Kota Jambi yang Lebih Baik

Politik

Agus Syafarudin: Golkar Siap Menang dengan Budi Setiawan di Pilkada Jambi 2024

Politik

H. Budi Setiawan Kembali Pimpin Golkar Kota Jambi Secara Aklamasi

Politik

Komunitas ‘Emak Budi’, Bakung Jaya Siap Menangkan Budi Setiawan Sebagai Calon Walikota Jambi

Politik

Kode Berpasangan Lagi di Pilgub Jambi, Inilah Bukti Keakraban Al Haris dan Abdullah Sani

Artikel

Budi Setiawan, Milenial dan Kota Jambi BerBudi 2024

Politik

Syarat Pilwako Jambi Minimal 9, Budi Setiawan Sudah Pegang 10