Langsa – Kebakaran hebat melanda Asrama Gajah II Kodim 0104/Atim di Kota Langsa, Aceh, pada Kamis pagi (3/4/2025). Sebanyak 18 unit rumah dinas yang mayoritas berkonstruksi kayu hangus terbakar dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seluruh harta benda penghuni rumah dinas tersebut ludes dilahap api, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Menurut laporan Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, dari total rumah yang terbakar, 14 unit berpenghuni mengalami rusak berat, sementara 4 unit lainnya dalam kondisi kosong.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi sejumlah anggota TNI yang menghuni rumah dinas tersebut kehilangan tempat tinggal. “Menurut laporan dari BPBD Langsa, hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” kata Haslinda dalam laporannya.
Berdasarkan keterangan Kopka Agus Warsono, anggota Koramil 22/Lgsb yang turut menjadi korban, kebakaran bermula dari percikan api akibat korsleting listrik di rumah Koptu Harianto. Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari kegiatan berkemas karena pemilik rumah sedang bersiap untuk cuti. Namun, suara percikan semakin besar hingga akhirnya muncul asap tebal dari ruang tamunya sendiri. Setelah menyadari adanya kebakaran, ia langsung berteriak meminta warga sekitar untuk menyelamatkan diri dan barang-barang mereka.
Kebakaran berawal dari munculnya api di salah satu rumah, yang kemudian dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya. Karena bangunan mayoritas berbahan kayu, api dengan cepat menghanguskan rumah-rumah tersebut hingga rata dengan tanah.
Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian, terdiri dari tiga unit pemadam api dan satu unit tangki suplai air dari BPBD Kota Langsa, serta tambahan dua unit dari Pemadam Aceh Timur. Setelah upaya pemadaman intensif, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 08.15 WIB.
Api dengan cepat menyebar ke rumah-rumah lainnya yang terbuat dari papan, membuat para penghuni tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan harta benda mereka. Berikut adalah identitas para penghuni rumah dinas yang terdampak:
1. Serda Mukhlis (Koramil 22/Lgsb)
2. Serda Rudi (Koramil 05/Idr)
3. Serma Saiful (Koramil 23/Lgst)
4. Serka Gus Mulyadi (Koramil 08/Spu)
5. Kopka Agus Warsono (Koramil 22/Lgsb)
6. Koptu Harianto (Pok Tuud)
7. Sertu Syahrianto (Koramil 24/Dri)
8. Koptu Aprizal (Koramil 13/Plkt)
9. Koptu Rudiansyah (Koramil 11/Brb)
10. Serda Asriantoni (Koramil 15/Plkb)
11. Serda Nurdin (Koramil 16/Pdw)
12. Koptu Nopianto (Koramil 11/Brb)
13. Sertu Agus Gunawan (Koramil 16/Idr)
14. Serda Arifin (Koramil 08/Spu)
Sebagian besar penghuni rumah yang terdampak adalah anggota TNI yang bertugas di berbagai koramil di wilayah Aceh Timur, dan beberapa di antaranya sedang menjalani cuti lebaran saat kebakaran terjadi.
Saat ini, warga dan petugas tengah membersihkan puing-puing bekas kebakaran. Para korban sangat membutuhkan bantuan, terutama pakaian, makanan, dan perlengkapan sehari-hari. Pemko Langsa diharapkan segera memberikan bantuan darurat untuk meringankan beban para korban. Selain itu, diperlukan sosialisasi mengenai bahaya korsleting listrik bagi warga asrama serta pengecekan rutin instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.**/Red.










