SRIWIJAYADAILY.COM – Jalan Rajawali I, Kelurahan Tambaksari, Jambi Selatan, pada Minggu (21/9/2025) pagi, tampak berbeda. Warga berbaur bersama aparat kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Mereka menyingkirkan sampah, memangkas rumput liar, hingga membersihkan saluran air. Sekilas tampak seperti kerja bakti biasa. Namun di balik itu, ada upaya mempertahankan sebuah warisan budaya: gotong royong.
Kegiatan yang dipimpin Babinsa Tambaksari, Sertu Ujang Sabaruddin dari Koramil 415-10/Jambi Selatan, ini menghadirkan pula Lurah Tambaksari Frendy Wiranata, S.STP, Bhabinkamtibmas Bripka Mukhari, Ketua LPM Suprianto, serta Ketua RT 19 Sutarmin. Mereka tidak sekadar hadir, melainkan ikut turun tangan, bahu-membahu bersama warga.
Sertu Ujang menyebut gotong royong sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan memperkuat rasa kekeluargaan. “Gotong royong ini menumbuhkan sikap tolong-menolong sekaligus mewujudkan masyarakat yang harmonis,” ujarnya.
Di tengah gaya hidup yang kian individualistis, kehadiran praktik seperti ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial. Gotong royong bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan, melainkan juga meneguhkan kembali jati diri bangsa yang menempatkan kepedulian sebagai fondasi kebersamaan.
Apa yang terjadi di Tambaksari menunjukkan bahwa tradisi lama itu belum pudar. Ia justru menemukan relevansinya di era modern, ketika masyarakat semakin membutuhkan ruang kebersamaan yang nyata di luar dunia digital.**










