Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat Karhutla Tahura Batanghari Kembali Terjadi, Kasiops Korem 042/Gapu Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Lokasi

Home / Daerah

Selasa, 22 Agustus 2023 - 21:01 WIB

Wamentan : Pemerintah Mitigasi dengan Hilirisasi Produk “Meja” Agar Petani Tetap Bekerja

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi didampingi Bupati H Anwar Sadat, Sekretaris Jenderal STII H Iqbal Sayuti dan H Husairi Staf Ahli Gubernur berbincang dengan Petani Kelapa Dalam di Tanjab Barat, Selasa (22/8/23) FOTO : LT/RED

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi didampingi Bupati H Anwar Sadat, Sekretaris Jenderal STII H Iqbal Sayuti dan H Husairi Staf Ahli Gubernur berbincang dengan Petani Kelapa Dalam di Tanjab Barat, Selasa (22/8/23) FOTO : LT/RED

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia Harvick Hasnul Qolbi dan Sekretaris Jenderal Serikat Tani Islam Indonesia H Iqbal Sayuti beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, Selasa (22/8/23).

Kedatangan Wamentan Harvick dan rombongan disambut secara langsung oleh Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat H Anwar Sadat, Wakil Bupati H Hairan para Unsur Forkopimda dan OPD terkait di Masjid Syekh Ustman Kuala Tungkal.

Bupati H Anwar Sadat menyampaikan ada beberapa komoditi unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yaitu Kelapa Dalam dengan luas tanam 51.539 Hektar, Pinang seluas 13.645 Hektar, Kopi Liberika 2.869 Hektar, Kelapa Sawit 75.997 Hektar dan Karet 7.388 Hektar.

” Pada sub sektor perkebunan masalah yang dihadapi saat ini adalah penurunan harga yang sangat tajam dalam 2 (Dua) Tahun terakhir khususnya pada komoditi Kelapa dalam dan Pinang,” ungkap Bupati didepan Wamentan.

Baca :  Menuju Empat Besar: Siapa Paling Layak ke Semifinal Piala Dunia 2026?

Bahkan saat ini di Tingkat Petani kata Bupati, harga Kelapa dalam hanya berkisar Rp 1.000,- per butirnya. Sedangkan biji pinang kering hanya mampu dijual Petani pada harga Rp 3.000,- hingga Rp 5.000,- per kilogram, dimana sebelumnya mencapai diatas Rp20.000,- per Kilogram.

” Akibat rendahnya harga jual dua komoditi tersebut, berdampak serius pada penurunan daya beli Petani di Tanjung Jabung Barat di Pasar-Pasar di Wilayah Hilir Kabupaten,” ungkap Bupati.

Bupati menyebutkan, permasalahan di sektor pertanian terutama rendahnya harga jual beberapa komoditi perkebunan diatas telah didiskusikan baik di Tingkat Kabupaten maupun di Tingkat Provinsi.

Baca :  Ponpes Izzatun Nafsi Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriah 1448 H, Perkuat Komitmen Membangun Generasi Islami

“Besar harapan kami melalui Pak Wamentan, permasalahan ini dapat dikaji dan mendapat perhatian secara Nasional,” katanya.

Gayung bersambut dengan apa yang disampaikan Bupati, Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Harvick Hasnul Qolbi menyebutkan, dirinya berada di tengah-tengah Kebun Kelapa dalam, yang beberapa waktu ini harganya cukup turun.

“Harga ekspornya kalau dari sini ke Malaysia. Pemerintah memberikan bantuan memitigasi permasalahan ini. Karena memang daya belinya sendiri di Malaysia menurun,” katanya.

Wamentan menyebutkan, sehubungan dengan permalasahan yang dihadapi untuk menggairahkan agar Petani tidak kehilangan mata pencaharian, Pemerintah melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya Hilirisasi.

“Kalau kemarin lebih banyak ekspor, sekarang Pemerintah melalui berbagai instrumen yang ada berupaya membeli secara utuh, juga untuk pemasaran di dalam negeri menyeimbangkan harganya,” jelasnya.

Baca :  SIWO PWI Jambi Gelar PORWADA 2026, Jaring Atlet untuk PORWANAS Lampung

Menurutnya Hilirisasi penting sekali artinya memang ada juga kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya masih berupa produk-produk di Hulu.

” Jika di Hilirisasi ini penting, bagaimanapun juga produknya kalau istilah kami di Kementerian Pertanian Produk Meja bisa langsung sampai dimasyarakat yang otomatis menjadi nilai tambah baik disisi Petani, Peternak Pekebun,” katanya.

Dengan demikian sambung Wamentan Pemerintah bisa segera tahu harga eceran tertinggi yang pas dimana.

Termasuk anjloknya harga Pinang?, Wamentan Harvick menyebutkan soal anjloknya harga bukan di sektor pangan saja tapi sektor energi lain.

” Jadi yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita menjaga ini tetap stabil dengan upaya-upaya pembelian secara langsung menyerap lebih banyak daripada ekspor,”  katanya.(Bas)

Share :

Baca Juga

Daerah

Wakapolda Jambi Tinjau Titik Api Karhutla dari Udara untuk Cegah Kebakaran Luas

Daerah

PMN Jambi Berbagi Takjil di Jalan Purnama, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

Daerah

Pepabri Provinsi Jambi Tegaskan Eksistensi dan Rancang Program Strategis ke Depan

Daerah

Ketua Panitia Seksi Acara HUT PEPABRI dan FKPPI: Terima Kasih atas Dukungan Semua Pihak

Daerah

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Masyarakat Dorong Penguatan Ruang Komunikasi Publik

Daerah

Gubernur Jambi Akan Anggarkan Dana HPN

Daerah

Antusias Peserta Ikuti Lomba Domino PWI Jambi Sambut HUT ke-80 RI

Daerah

Momentum 10 Muharram 1444 H, KOSERBU Kembali Salurkan Donasi ke Majelis Sirojutholibin