Plh. Dansatgas Karhutla Jambi Tegaskan Aksi Nyata Hadapi Puncak Musim Kemarau di TVRI Lewat Pendekatan Humanis, TNI AD Antar Dua Eks Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI Danramil 415-07/Pelayangan Hadiri Pembukaan MTQ, Tegaskan Komitmen Dukung Generasi Qurani Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Pererat Silaturahmi dengan Warga Tempino Melalui Komsos Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Hadiri Forum Ketua RT, Perkuat Sinergi Membangun Lingkungan

Home / Daerah

Selasa, 22 Agustus 2023 - 21:01 WIB

Wamentan : Pemerintah Mitigasi dengan Hilirisasi Produk “Meja” Agar Petani Tetap Bekerja

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi didampingi Bupati H Anwar Sadat, Sekretaris Jenderal STII H Iqbal Sayuti dan H Husairi Staf Ahli Gubernur berbincang dengan Petani Kelapa Dalam di Tanjab Barat, Selasa (22/8/23) FOTO : LT/RED

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi didampingi Bupati H Anwar Sadat, Sekretaris Jenderal STII H Iqbal Sayuti dan H Husairi Staf Ahli Gubernur berbincang dengan Petani Kelapa Dalam di Tanjab Barat, Selasa (22/8/23) FOTO : LT/RED

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia Harvick Hasnul Qolbi dan Sekretaris Jenderal Serikat Tani Islam Indonesia H Iqbal Sayuti beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, Selasa (22/8/23).

Kedatangan Wamentan Harvick dan rombongan disambut secara langsung oleh Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat H Anwar Sadat, Wakil Bupati H Hairan para Unsur Forkopimda dan OPD terkait di Masjid Syekh Ustman Kuala Tungkal.

Bupati H Anwar Sadat menyampaikan ada beberapa komoditi unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yaitu Kelapa Dalam dengan luas tanam 51.539 Hektar, Pinang seluas 13.645 Hektar, Kopi Liberika 2.869 Hektar, Kelapa Sawit 75.997 Hektar dan Karet 7.388 Hektar.

” Pada sub sektor perkebunan masalah yang dihadapi saat ini adalah penurunan harga yang sangat tajam dalam 2 (Dua) Tahun terakhir khususnya pada komoditi Kelapa dalam dan Pinang,” ungkap Bupati didepan Wamentan.

Baca :  Senkom Jambi Siap Bergerak Cepat, Gubernur Al Haris Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026

Bahkan saat ini di Tingkat Petani kata Bupati, harga Kelapa dalam hanya berkisar Rp 1.000,- per butirnya. Sedangkan biji pinang kering hanya mampu dijual Petani pada harga Rp 3.000,- hingga Rp 5.000,- per kilogram, dimana sebelumnya mencapai diatas Rp20.000,- per Kilogram.

” Akibat rendahnya harga jual dua komoditi tersebut, berdampak serius pada penurunan daya beli Petani di Tanjung Jabung Barat di Pasar-Pasar di Wilayah Hilir Kabupaten,” ungkap Bupati.

Bupati menyebutkan, permasalahan di sektor pertanian terutama rendahnya harga jual beberapa komoditi perkebunan diatas telah didiskusikan baik di Tingkat Kabupaten maupun di Tingkat Provinsi.

Baca :  Purnatugas Bukan Akhir Pengabdian, PEPABRI Kota Jambi Terus Merawat Kebersamaan

“Besar harapan kami melalui Pak Wamentan, permasalahan ini dapat dikaji dan mendapat perhatian secara Nasional,” katanya.

Gayung bersambut dengan apa yang disampaikan Bupati, Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Harvick Hasnul Qolbi menyebutkan, dirinya berada di tengah-tengah Kebun Kelapa dalam, yang beberapa waktu ini harganya cukup turun.

“Harga ekspornya kalau dari sini ke Malaysia. Pemerintah memberikan bantuan memitigasi permasalahan ini. Karena memang daya belinya sendiri di Malaysia menurun,” katanya.

Wamentan menyebutkan, sehubungan dengan permalasahan yang dihadapi untuk menggairahkan agar Petani tidak kehilangan mata pencaharian, Pemerintah melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya Hilirisasi.

“Kalau kemarin lebih banyak ekspor, sekarang Pemerintah melalui berbagai instrumen yang ada berupaya membeli secara utuh, juga untuk pemasaran di dalam negeri menyeimbangkan harganya,” jelasnya.

Baca :  Argentina Singkirkan Swiss 3-1, Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Menurutnya Hilirisasi penting sekali artinya memang ada juga kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya masih berupa produk-produk di Hulu.

” Jika di Hilirisasi ini penting, bagaimanapun juga produknya kalau istilah kami di Kementerian Pertanian Produk Meja bisa langsung sampai dimasyarakat yang otomatis menjadi nilai tambah baik disisi Petani, Peternak Pekebun,” katanya.

Dengan demikian sambung Wamentan Pemerintah bisa segera tahu harga eceran tertinggi yang pas dimana.

Termasuk anjloknya harga Pinang?, Wamentan Harvick menyebutkan soal anjloknya harga bukan di sektor pangan saja tapi sektor energi lain.

” Jadi yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita menjaga ini tetap stabil dengan upaya-upaya pembelian secara langsung menyerap lebih banyak daripada ekspor,”  katanya.(Bas)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bukan Sekadar Buka Puasa, Ramadan Mempertemukan Rindu di Rumah Pak Basyir

Daerah

MTQ Ke 51 Tingkat Provinsi Tahun 2022 Resmi Berakhir, Tanjab Barat Raih Peringkat Kedua

Daerah

Ketua DPD Pepabri Provinsi Jambi Hadiri Pelantikan Ketua PPM Jambi

Daerah

RAT Assyifa Cakra Batanghari: Mengukur Kinerja, Menjaga Arah

Daerah

Semangat Baru Purnawirawan: DPC Pepabri Kota Jambi Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus 2025–2030

Daerah

Pengadilan Agama Kualatungkal Raih Penghargaan Kinerja SIPP Terbaik

Daerah

Memasuki 2022, Ini Target Kemendes PDTT

Daerah

KMP Sembilang: Kapal Murah, Nyaman, dan Penuh Makna untuk Liburan Keluarga