MUARO JAMBI, SRIWIJAYADAILY — Pabung Muaro Jambi Kodim 0415/Jambi Letkol Inf Beni, S.I.P. menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar Polres Muaro Jambi bersama Forkopimda Provinsi Jambi di Desa Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Kamis, 8 Januari 2026. Kehadiran unsur TNI tersebut merupakan bagian dari dukungan pendampingan dan pengamanan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan panen raya ini dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wakapolda Jambi Brigjen Pol Mirza Mustaqim, jajaran Polda Jambi, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta kelompok tani binaan. Acara berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan rangkaian panen jagung, pemipilan hasil panen, penyerahan bantuan kepada kelompok tani, serta dialog nasional melalui konferensi video bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam forum nasional tersebut, Polri memaparkan capaian program swasembada jagung yang diklaim mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025. Secara nasional, luas tanam jagung disebut telah mencapai puluhan juta hektare dengan estimasi produksi ratusan juta ton. Polri juga menyampaikan peran aktifnya dalam mendukung penyerapan jagung petani oleh Perum Bulog sebagai cadangan pangan nasional.
Di Muaro Jambi, panen jagung serentak ini dinilai sebagai bagian dari upaya konkret menjaga stabilitas sektor pangan di daerah. Kodim 0415/Jambi melalui perwakilannya menegaskan komitmen TNI dalam melakukan pendampingan kepada petani sekaligus menjalankan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan, termasuk upaya pelemahan ekonomi oleh kelompok tertentu.
Program ketahanan pangan, khususnya swasembada jagung, dipandang tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan stabilitas sosial dan keamanan. Pemerintah menilai peningkatan produksi pangan dapat menekan kemiskinan dan pengangguran, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan potensi gangguan kamtibmas.
Kegiatan panen raya di Desa Tunas Mudo berlangsung aman dan tertib hingga rombongan Forkopimda meninggalkan lokasi pada siang hari. Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus berlanjut guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. (PW93)
Sumber: Beni










