Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla di Tebo, Konservasi Gajah Jadi Perhatian Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro

Home / TNI-POLRI

Senin, 7 Juli 2025 - 17:00 WIB

TNI Tegaskan: Guru dan Tenaga Kesehatan di Yahukimo Bukan Bagian dari Satgas TNI

Jakarta – TNI menegaskan bahwa para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, adalah tenaga profesional yang tidak terlibat atau memiliki afiliasi dengan Satgas TNI. Mereka adalah warga sipil murni yang ditugaskan secara resmi untuk melayani masyarakat.

Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul dua aksi penyerangan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang terjadi berturut-turut pada 21 dan 22 Maret 2025 di Distrik Anggruk. Serangan pertama terjadi pada 21 Maret sekitar pukul 16.00 WIT melibatkan sekitar 10–15 pelaku bersenjata. Serangan kedua berlangsung keesokan harinya, 22 Maret pukul 07.00 WIT, oleh 8 orang bersenjata.

Baca :  Komsos Babinsa Desa Bakti Mulya, Jalin Kedekatan dan Perkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

Dalam insiden tragis tersebut, seorang guru bernama Rosalia Rerek Sogen meninggal dunia akibat luka tembak. Tiga orang lainnya mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, pemerintah daerah, serta institusi TNI.

Rosalia, guru asal Larantuka Lewotala, Nusa Tenggara Timur, merupakan alumni Program Studi Matematika FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang. Ia telah mengabdi dengan penuh dedikasi di Distrik Anggruk sejak tahun 2021, atas penugasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Baca :  Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Pererat Silaturahmi dengan Warga Lewat Komsos di Desa Bakti Mulya

“Para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Anggruk maupun di distrik lainnya di Kabupaten Yahukimo adalah tenaga profesional yang tidak berafiliasi dengan Satgas TNI. Mereka bekerja secara profesional dan berdedikasi tinggi, semata-mata demi pelayanan publik,” tegas Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025).

Pernyataan senada juga disampaikan oleh pihak Yayasan Serafim dan Pemkab Yahukimo, yang menyatakan bahwa seluruh tenaga pengajar dan medis yang ditempatkan di 33 distrik adalah hasil seleksi ketat dan ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat, tanpa keterlibatan militer.

Baca :  Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Payo Lebar Hadiri Penutupan dan Pembongkaran TPS di Kecamatan Jelutung

TNI mengecam keras aksi keji tersebut dan menyebut penyerangan terhadap guru dan tenaga kesehatan sebagai kejahatan kemanusiaan yang mengancam masa depan generasi Papua.

“TNI bersama pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal agar para tenaga pendidik dan kesehatan dapat menjalankan tugas mulia mereka tanpa rasa takut,” pungkas Mayjen Kristomei. (Jt54)

Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Babinsa Serka Romli Ajak Pemuda Lubuk Ruso Jadi Motor Perubahan Desa

TNI-POLRI

Babinsa Dukung Program Kampung Bahagia, Perkuat Sinergi Pembangunan Berbasis Masyarakat

TNI-POLRI

Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Patroli Lahan Rawan Kebakaran di Sakernan

TNI-POLRI

Babinsa Suka Damai Dorong Sinergi Warga Jaga Keamanan dan Stabilitas Desa

TNI-POLRI

Kasad: Setiap Tugas Adalah Bekal untuk Memimpin Satuan

TNI-POLRI

Babinsa Ikut Donor Darah di Jambi, Wujud Nyata Kepedulian Sosial TNI

TNI-POLRI

TMMD Ke-123 Kodim 0416/Bute Dorong Kemandirian Pangan di Desa Teluk Kuali

TNI-POLRI

Babinsa Dampingi Mahasiswa UNJA Dukung Ketahanan Pangan di Sungai Ruan Ilir