Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Perkuat Kedekatan dengan Pemuda Desa Melalui Komsos di Lokasi Pembangunan Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepedulian Lingkungan, Babinsa Koramil 415-03/Muara Tembesi Gelar Komsos Bersama Warga SEJARAH, VISI, MISI, TUJUAN, DAN BIDANG KEGIATAN PEPABRI Rosyid Jurnalis, Sosok Multitalenta yang Menginspirasi di Jambi Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Kebun Handil Hadiri Rapat Koordinasi Penutupan TPS Serentak

Home / TNI-POLRI

Senin, 7 Juli 2025 - 17:00 WIB

TNI Tegaskan: Guru dan Tenaga Kesehatan di Yahukimo Bukan Bagian dari Satgas TNI

Jakarta – TNI menegaskan bahwa para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, adalah tenaga profesional yang tidak terlibat atau memiliki afiliasi dengan Satgas TNI. Mereka adalah warga sipil murni yang ditugaskan secara resmi untuk melayani masyarakat.

Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul dua aksi penyerangan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang terjadi berturut-turut pada 21 dan 22 Maret 2025 di Distrik Anggruk. Serangan pertama terjadi pada 21 Maret sekitar pukul 16.00 WIT melibatkan sekitar 10–15 pelaku bersenjata. Serangan kedua berlangsung keesokan harinya, 22 Maret pukul 07.00 WIT, oleh 8 orang bersenjata.

Baca :  Solidaritas Warga Nias di Jambi Bantu Korban Kebakaran Simpang Limo

Dalam insiden tragis tersebut, seorang guru bernama Rosalia Rerek Sogen meninggal dunia akibat luka tembak. Tiga orang lainnya mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, pemerintah daerah, serta institusi TNI.

Rosalia, guru asal Larantuka Lewotala, Nusa Tenggara Timur, merupakan alumni Program Studi Matematika FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang. Ia telah mengabdi dengan penuh dedikasi di Distrik Anggruk sejak tahun 2021, atas penugasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Baca :  Babinsa Komsos di Playangan, Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kondusivitas

“Para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Anggruk maupun di distrik lainnya di Kabupaten Yahukimo adalah tenaga profesional yang tidak berafiliasi dengan Satgas TNI. Mereka bekerja secara profesional dan berdedikasi tinggi, semata-mata demi pelayanan publik,” tegas Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025).

Pernyataan senada juga disampaikan oleh pihak Yayasan Serafim dan Pemkab Yahukimo, yang menyatakan bahwa seluruh tenaga pengajar dan medis yang ditempatkan di 33 distrik adalah hasil seleksi ketat dan ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat, tanpa keterlibatan militer.

Baca :  Jadi Irup di SDN 181/IV, Babinsa Tanamkan Disiplin dan Edukasi Anti-Bullying

TNI mengecam keras aksi keji tersebut dan menyebut penyerangan terhadap guru dan tenaga kesehatan sebagai kejahatan kemanusiaan yang mengancam masa depan generasi Papua.

“TNI bersama pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal agar para tenaga pendidik dan kesehatan dapat menjalankan tugas mulia mereka tanpa rasa takut,” pungkas Mayjen Kristomei. (Jt54)

Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional: Peran Kodim 0419/Tanjab dalam Mendukung Swasembada Pangan

TNI-POLRI

Danrem 043/Gatam: Musprov PPAD Lampung Perkuat Soliditas dan Solidaritas

TNI-POLRI

Bangun Jalan, Bangun Kedekatan: Babinsa Tungkal Ilir Gotong Royong Bersama Warga Pematang Buluh

TNI-POLRI

Edukasi Sejak Dini, Babinsa Tanjung Johor Ingatkan Bahaya Bullying

TNI-POLRI

Sinergitas TNI–Polri dan Warga di Desa Malapari: Wujud Nyata Jaga Kamtibmas dari Akar Rumput

TNI-POLRI

Babinsa Pematang Sulur Kawal Mediasi Rembesan Air Antar Warga

TNI-POLRI

Babinsa Tempino Cek Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa

TNI-POLRI

Korem 042/Gapu dan UIN STS Jambi Perkuat Sinergi Strategis