Babinsa Kenali Asam Bawah Perkuat Sinergi Lewat Komsos Danrem 043/Gatam Ikuti Rakornis TMMD ke-128 Tahun 2026 Pgs Kasdim 0415/Jambi Hadiri Tasyakuran Kenaikan Status Pengadilan Negeri Sengeti Kunjungi Kodim Tanjab, Danrem 042/Gapu Tekankan Disiplin dan Respons Cepat Anjangsana ke Warga, Babinsa Pasar Jambi Ajak Jaga Kebersihan dan Kesehatan

Home / Militer

Rabu, 18 Juni 2025 - 16:04 WIB

TNI Dukung Kejagung Bongkar Aktor di Balik Opini Gelap soal UU TNI

Jakarta -Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan sikap tegasnya dalam mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas jaringan penyebar opini negatif yang menyasar institusi negara, termasuk Revisi UU TNI.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi, merespons pengakuan terdakwa Marcella Santoso, yang terlibat dalam pusaran skandal korupsi ekspor CPO oleh Wilmar Group senilai lebih dari Rp 11 triliun.

Dalam video permintaan maaf yang diputar di Gedung Kejaksaan Agung, Marcella mengakui ikut membiayai dan menyebarkan konten provokatif bertajuk Indonesia Gelap dan menyesatkan publik soal Revisi UU TNI. Ia juga menyeret sejumlah pihak yang disebut terlibat dalam penggiringan opini terhadap Presiden RI dan lembaga penegak hukum.

Baca :  Babinsa Danau Teluk Monitoring Penyaluran Bansos Sembako di Kelurahan Tanjung Raden

“Segala bentuk tindakan yang memecah belah kepercayaan publik dan merusak citra institusi negara akan dihadapi TNI secara profesional, terukur, dan berdasarkan hukum,” tegas Kristomei, Rabu (18/6/2025).

Mayjen Kristomei menekankan bahwa TNI adalah benteng pertahanan yang tak hanya menjaga wilayah, tapi juga marwah kedaulatan hukum dan keutuhan bangsa. Oleh karena itu, TNI akan terus bersinergi dengan Polri, Kejagung, dan lembaga penegak hukum lainnya untuk membongkar jaringan buzzer berbayar, pendana konten gelap, dan pihak-pihak yang menunggangi isu revisi UU TNI untuk kepentingan tertentu.

Baca :  Anjangsana ke Warga, Babinsa Pasar Jambi Ajak Jaga Kebersihan dan Kesehatan

“Kami mendukung penuh pengungkapan aliran dana, jaringan penyebar hoaks, dan siapa pun yang terlibat,” kata Kapuspen TNI.

Dalam pernyataannya, TNI juga mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan menjaga keutuhan bangsa dengan tidak menjadi bagian dari penyebaran opini yang menyesatkan.

Baca :  Pengamanan Ibadah Jumat Agung, TNI-Polri Hadir Berikan Rasa Aman di Jelutung

Langkah tegas TNI ini mempertegas komitmen militer dalam menjaga stabilitas nasional di tengah perang informasi yang kian kompleks. Dengan menjunjung tinggi hukum dan kebenaran, TNI memastikan bahwa institusi negara tidak boleh dijadikan sasaran empuk agenda terselubung dari kelompok-kelompok tertentu.

“TNI akan berdiri kokoh melindungi negara dari segala bentuk serangan, baik bersenjata maupun opini busuk yang menyerang dari balik layar digital,” pungkas Kristomei.**)

Share :

Baca Juga

Militer

TNI dan Warga Kampung Beringin Bersatu dalam Ibadah Minggu Penuh Makna di Perbatasan RI–PNG

Militer

Di Sela Peninjauan Opla, Danrem 042/Gapu Tinjau Posko Manggala Agni di Berbak

Militer

Babinsa Jelutung Hadiri Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Ajak Warga Tingkatkan Kualitas Ibadah

Militer

Pangdam II/Sriwijaya Pastikan TMMD Ke-124 Tahun 2025 Berjalan Lancar

Militer

Kapendam Cenderawasih Sesalkan Narasi Tuduhan Kepada TNI

Militer

Babinsa Sengeti Pererat Silaturahmi dengan Tokoh Pemuda, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kompak

Militer

Kodim 0420/Sarko Tebar Kepedulian Lewat Pemotongan Hewan Kurban di Idul Adha 1446 H

Militer

Tumbuhkan Empati Sosial, Babinsa Tanjung Raden Jenguk Warga yang Sakit