SRIWIJAYADAILY.COM — Produktivitas pertanian menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Namun keberhasilannya tidak hanya bertumpu pada teknologi dan bibit unggul, tetapi juga pada kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan aparat kewilayahan seperti TNI.
Sabtu, 18 Oktober 2025, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Kodim 0415/Jambi, Serda Susanto, menyambangi kebun milik Ahmad Nasrul, warga RT 07 Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi. Anjangsana ini tak sekadar kunjungan rutin, melainkan ruang dialog untuk membahas persoalan pertanian yang dihadapi warga.
Dalam pertemuan di kebun sederhana itu, diskusi mengalir mengenai teknik budidaya, pemilihan bibit, hingga pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan. Para petani juga menyampaikan keluhan seputar kualitas pupuk, perubahan cuaca yang tidak menentu, dan tantangan pemasaran hasil panen.
“Sebagai aparat teritorial, kami bukan hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, tapi juga ikut mendorong kemajuan sektor pertanian agar masyarakat bisa lebih sejahtera,” kata Serda Susanto. Ia menilai, pendampingan kepada petani adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Serda Susanto juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tanah dan sumber air sebagai aset utama pertanian. Ia mendorong petani agar menerapkan diversifikasi tanaman sehingga tak hanya mengandalkan satu komoditas, terutama di tengah fluktuasi harga dan risiko gagal panen.
Ahmad Nasrul, pemilik kebun, mengaku kehadiran Babinsa membawa dampak positif bagi petani setempat. “Kami merasa sangat terbantu. Kehadiran Babinsa memberi semangat dan motivasi untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Kunjungan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama. Meski sederhana, momen itu mencerminkan kedekatan TNI dengan warga desa, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi mitra petani dalam mewujudkan desa produktif dan mandiri.
Kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan kementerian atau pemerintah pusat, tetapi lahir dari sinergi langsung di lapangan antara rakyat dan aparat.**










