Delapan Dekade Persit, Peran Pendamping Prajurit Kian Strategis Hadapi Tantangan Global, Danrem 043/Gatam Tekankan Profesionalisme Prajurit Kodim 0424/Tanggamus TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Danrem 043/Gatam Tekankan Percepatan Pembangunan Desa Senkom Jambi Siap Turun ke Lapangan, Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa Babinsa Hadiri Rapat Kampung Bahagia, Perkuat Sinergi Pembangunan Berbasis Komunitas di Thehok

Home / Nasional

Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:39 WIB

Sebanyak 1.061 Praja IPDN Angkatan 36 Gelar Diksarmendispra, 33 Praja Ternyata Wong Kito Palembang

SRIWIJAYADAILY.COM – Sebanyak 1.061 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 36 mengikuti Pembukaan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Praja (Diksarmendispra) di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Selasa (30/9/2025). Dari jumlah tersebut, 33 di antaranya merupakan putra-putri terbaik asal Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama 12 hari ini bertujuan menanamkan nilai dasar kedisiplinan dan kepamongprajaan kepada para praja sebagai tahap awal pembentukan karakter.

Baca :  H. Budi Setiawan Tegaskan Partai Golkar Siap Perjuangkan Aspirasi Warga dalam Reses Dyah Kumala Dewi

Rektor IPDN, Halilul Khairi, menegaskan bahwa Diksarmendispra bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga proses penanaman nilai dan filosofi pelayanan.

“Selama 12 hari ke depan, mereka diperkenalkan dengan nilai baru. Sebagai calon pelayan masyarakat, posisinya secara filosofi berada di bawah rakyat, bukan merasa sebagai pengatur,” tegas Halilul.

Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya keterampilan baris-berbaris, tetapi juga dasar kepamongprajaan dan pelayanan publik, dengan pendampingan pelatih serta pengasuh agar nilai-nilai tersebut tertanam sejak dini.

Baca :  Babinsa Monitoring Harga Sembako di Ulu Gedong, Pastikan Warga Tak Terbebani

Halilul menambahkan, para praja berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Keberagaman ini, katanya, menjadi simbol persatuan dan sarana membangun kebhinekaan.

“Kampus IPDN adalah kampus nasional. Bhinneka-nya semua daerah, tunggalika-nya mereka satu bangsa Indonesia, satu tujuan, satu persaudaraan,” jelasnya.

Selain berlatih, praja juga didorong untuk membaur dengan masyarakat agar memahami kehidupan sosial tanpa kehilangan identitas sebagai calon aparatur negara.

Baca :  ISPO Didorong Jadi Standar Global, Sawit Indonesia Tembus USD 36,4 Miliar

“Mereka harus membaur, tetapi tetap menjadi perekat nasional. Jangan sampai kembali pada kedaerahan. Nilai kedaerahan harus dilebur dalam ikatan kebangsaan,” tandasnya.

Halilul berharap, nilai-nilai dasar yang ditanamkan melalui Diksarmendispra dapat menjadi pedoman hidup praja selama empat tahun masa pendidikan.

“Harapannya, mereka bisa mengadopsi nilai kampus IPDN sehingga kelak lahir aparatur yang profesional dan merakyat,” pungkasnya.**

Share :

Baca Juga

Nasional

Pertebal Keimanan, Prajurit Kodim Kerinci Gelar Yasinan

Nasional

Babinsa Komsos Dengan Warga Desa Binaan Menjalin Tali Silaturahmi

Nasional

Pabungdim Muaro Jambi Hadiri Penyelenggaraan Musrenbang RKPD 2025

Nasional

Jelang Turnamen, Babinsa Bantu Siapkan Lapangan Bola

Nasional

TMMD Ke-115 Kodim 0415/Jambi Fokus Pada Pembangunan Masyarakat di Pedesaan

Nasional

Dansatgas TMMD Kodim 0429/Lamtim Apresiasi Anggotanya Ajarkan Mengaji Anak-anak Sumber Marga

Nasional

Peduli Kemanusiaan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711 Berikan Layanan Kesehatan

Nasional

Tutup Madabintal SMA Taruna Tunas Bangsa, Kasdim OKU: ‘Jadikan Ilmu yang Didapat untuk Gapai Prestasi’