Ketika Kritik Disebut “Antek Asing” dan “Londo Ireng” Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Rangkul Pemuda, Perkuat Kesadaran Jaga Kamtibmas Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian Patroli Terpadu Bersama Tim Karhutla dan Warga Babinsa Koramil 415-12/Pasar Bersama Dinsos dan Pemerintah Kelurahan Evakuasi ODGJ Secara Humanis Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Gelar Komsos di Sungai Putri

Home / Nasional

Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:39 WIB

Sebanyak 1.061 Praja IPDN Angkatan 36 Gelar Diksarmendispra, 33 Praja Ternyata Wong Kito Palembang

SRIWIJAYADAILY.COM – Sebanyak 1.061 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 36 mengikuti Pembukaan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Praja (Diksarmendispra) di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Selasa (30/9/2025). Dari jumlah tersebut, 33 di antaranya merupakan putra-putri terbaik asal Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama 12 hari ini bertujuan menanamkan nilai dasar kedisiplinan dan kepamongprajaan kepada para praja sebagai tahap awal pembentukan karakter.

Baca :  Pesta Gol di Pakansari! Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 pada Laga Perdana Piala AFF 2026

Rektor IPDN, Halilul Khairi, menegaskan bahwa Diksarmendispra bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga proses penanaman nilai dan filosofi pelayanan.

“Selama 12 hari ke depan, mereka diperkenalkan dengan nilai baru. Sebagai calon pelayan masyarakat, posisinya secara filosofi berada di bawah rakyat, bukan merasa sebagai pengatur,” tegas Halilul.

Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya keterampilan baris-berbaris, tetapi juga dasar kepamongprajaan dan pelayanan publik, dengan pendampingan pelatih serta pengasuh agar nilai-nilai tersebut tertanam sejak dini.

Baca :  Babinsa Ajak Pemuda Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Halilul menambahkan, para praja berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Keberagaman ini, katanya, menjadi simbol persatuan dan sarana membangun kebhinekaan.

“Kampus IPDN adalah kampus nasional. Bhinneka-nya semua daerah, tunggalika-nya mereka satu bangsa Indonesia, satu tujuan, satu persaudaraan,” jelasnya.

Selain berlatih, praja juga didorong untuk membaur dengan masyarakat agar memahami kehidupan sosial tanpa kehilangan identitas sebagai calon aparatur negara.

Baca :  Babinsa Kawal Penutupan TPS, Kota Jambi Ubah Pola Pengelolaan Sampah

“Mereka harus membaur, tetapi tetap menjadi perekat nasional. Jangan sampai kembali pada kedaerahan. Nilai kedaerahan harus dilebur dalam ikatan kebangsaan,” tandasnya.

Halilul berharap, nilai-nilai dasar yang ditanamkan melalui Diksarmendispra dapat menjadi pedoman hidup praja selama empat tahun masa pendidikan.

“Harapannya, mereka bisa mengadopsi nilai kampus IPDN sehingga kelak lahir aparatur yang profesional dan merakyat,” pungkasnya.**

Share :

Baca Juga

Nasional

Dankodiklatad Cek Kesiapan Latancab Yon Timpur 516/Caraka Yudha di Puslatpur

Nasional

Panglima TNI : Prajurit Sejati Tidak Akan Menangis Karena Kematian, Tapi Dia Hanya Menderita Melihat Pengkhianatan

Nasional

Panen Kangkung, Dandim 0415/Jambi Dukung Ketahanan Pangan melalui Urban Farming

Nasional

Tingkatkan Kedekatan TNI-Masyarakat, Melalui Komsos Babinsa Ciptakan Keamanan Lingkungan

Nasional

Ini Penjelasan Kaotmil IV-20 Jayapura Terkait Kasus Mutilasi Melibatkan Prajurit TNI AD Di Timika

Nasional

Ciptakan Rasa Aman, Satgas Yonif 143/TWEJ Pelopori Siskamling Di Pedalaman Papua

Nasional

Kembangkan Sektor Pangan, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarhanud 12/SBP Ciptakan Olahan Tempe ‘PRIMA’

Nasional

Tingkatkan Sinergitas, Propam dan Denpom Jambi gelar acara coffee morning