SRIWIJAYADAILY.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berlanjut meskipun terdapat insiden keracunan makanan di beberapa daerah. Menurutnya, program ini telah berhasil menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat dan menjadi langkah strategis dalam menanggulangi masalah stunting di Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (29/9/2025), Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki proses distribusi MBG. Langkah-langkah yang akan diambil meliputi:
* Pemasangan alat sterilisasi (ompreng) dengan teknologi ultraviolet atau pemanasan tinggi pada semua dapur.
* Penyediaan filter air dan penggunaan test kit untuk memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan.
* Pelatihan bagi juru masak dan pengawasan ketat terhadap proses produksi dan distribusi makanan.
Presiden juga menekankan bahwa keselamatan anak-anak merupakan prioritas utama, dan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG agar dapat terus berjalan dengan baik.
Meskipun terdapat sekitar 70 insiden keracunan yang dilaporkan, jumlah tersebut hanya sekitar 0,00017% dari total makanan yang disalurkan. Sebagai langkah preventif, 40 dari 9.000 dapur yang tidak memenuhi standar telah ditutup sementara.
Pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, termasuk penutupan sementara dan perbaikan sanitasi serta kualitas air. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius Presiden dan seluruh jajaran pemerintah.
Dengan langkah-langkah perbaikan yang telah direncanakan, Presiden Prabowo berharap program MBG dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia dan mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.**
Artikel ini diambil dari Sumatera Daily.










