Belu – Dalam rangka menjelang HUT Yonif 741/GN pada 25 Maret mendatang, Pos Maubusa Satgas Yonif 741/GN menggelar Program Makan Bergizi untuk anak-anak di SD Inpres Betaus, Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Senin (17/03/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danpos Maubusa, Letda Inf Ahmad Rozak, dengan menyediakan menu sehat dan bergizi yang berasal dari hasil pertanian Satgas selama bertugas di Perbatasan RI-RDTL. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah, program ini juga menjadi ajang kebersamaan antara prajurit dan masyarakat.
Mewakili Kepala Sekolah, Maria Goreti Badak menyampaikan apresiasi atas kepedulian anggota Satgas terhadap kesehatan siswa.
“Kami ucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi aksi anggota Satgas 741, khususnya di sekolah kami, dengan menyediakan menu bergizi yang lengkap, baik dari sumber hewani maupun nabati, serta dilengkapi buah dan susu. Kami berharap Satgas 741 dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mencanangkan program makan bergizi sehingga kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di wilayah perbatasan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wadan Satgas Yonif 741/GN, Kapten Inf Angga Singgih Lestiawan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi ini merupakan bagian dari upaya Satgas dalam menjalankan perintah Kasad guna mendukung visi dan misi Presiden serta Wakil Presiden Prabowo-Gibran dalam meningkatkan gizi anak-anak, khususnya di daerah perbatasan.
“Program ini sudah kami rencanakan sebelumnya dan menjadi salah satu prioritas kami di daerah penugasan. Saat pertama kali tiba di perbatasan, kami langsung memanfaatkan lahan kosong dengan menanam sayuran dan cabai serta membudidayakan ternak ayam. Kini, hasil pertanian tersebut dapat kami manfaatkan untuk mendukung Program Makan Bergizi ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa,” tambah Wadan Satgas.
Dengan adanya program ini, diharapkan kesehatan dan gizi anak-anak di perbatasan semakin baik, sehingga mereka dapat tumbuh dengan optimal dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
(Pen Yonif 741/GN)










