Delapan Dekade Persit, Peran Pendamping Prajurit Kian Strategis Hadapi Tantangan Global, Danrem 043/Gatam Tekankan Profesionalisme Prajurit Kodim 0424/Tanggamus TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Danrem 043/Gatam Tekankan Percepatan Pembangunan Desa Senkom Jambi Siap Turun ke Lapangan, Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa Babinsa Hadiri Rapat Kampung Bahagia, Perkuat Sinergi Pembangunan Berbasis Komunitas di Thehok

Home / Nasional

Selasa, 10 September 2024 - 07:34 WIB

Perjuangan Satgas Berjibaku Padamkan Karhutla dengan Alat Seadanya di Desa Rantau Panjang

Muarojambi – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas, semangat dan kegigihan para petugas di lapangan kembali diuji. Di Desa Rantau Panjang, yang berada di perbatasan antara Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur, para prajurit TNI, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat bekerja keras memadamkan api yang mengancam permukiman mereka.

Dengan alat seadanya, seperti ember serta ditambah dengan pompa air portabel dan selang sederhana, mereka terus berjibaku melawan api yang menjalar cepat akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering. Kondisi di lapangan semakin menantang dengan keterbatasan akses air dan minimnya peralatan pemadam yang memadai.

Baca :  ISPO Didorong Jadi Standar Global, Sawit Indonesia Tembus USD 36,4 Miliar

Namun, di balik segala keterbatasan itu, semangat kebersamaan dan solidaritas yang kuat terlihat di antara mereka. Para prajurit TNI yang dipimpin oleh Mayor Inf Beni, Pabung Muaro Jambi Kodim 0415/Jambi, tak gentar untuk terus berjuang meskipun lelah mulai menggerogoti.

“Kami akan terus berusaha sampai titik api ini padam. Ini bukan hanya soal tugas, tapi juga soal menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat,” ujar Beni dengan penuh semangat, Senin (9/9/2024).

Baca :  Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno di TMP Kalibata

Sementara itu, warga desa juga tak tinggal diam. Mereka ikut serta dengan menyediakan bantuan logistik seperti makanan dan air minum bagi para petugas yang kelelahan. Beberapa di antara mereka bahkan bergabung dalam barisan pemadam untuk membantu apa yang bisa mereka lakukan.

Meski api belum sepenuhnya padam, perjuangan para petugas di Rantau Panjang ini menjadi bukti nyata bahwa dalam situasi sulit, solidaritas dan kerja keras mampu mengatasi segala rintangan. Mereka tidak hanya bertarung melawan api, tetapi juga melawan keterbatasan dengan keberanian dan tekad yang kuat.

Baca :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

“Kami berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan api ini. Tapi selama itu belum terjadi, kami akan terus berada di sini, berjuang bersama-sama,” kata salah satu warga desa dengan penuh harap.

Perjuangan mereka adalah cerminan dari semangat pantang menyerah yang tak lekang oleh waktu, sebuah kisah tentang bagaimana manusia dapat bersatu melawan bencana demi melindungi tanah airnya.**

Share :

Baca Juga

Nasional

Bangkitkan Semangat Nasionalisme dan Patriotisme, Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam Gelar Nobar Film “De Oost”

Nasional

Danrem 044/Gapo Dampingi Pangdam ll/Swj Tinjau Kawasan Pengembangan Food Estate

Nasional

Baksos Kodim 0419/Tanjab Sasar Anak Usia Dini

Nasional

Demi Kesembuhan Warganya, Babinsa Kopda Jumadi Donorkan Darahnya

Nasional

Kodim 0421/LS Melaksanakan Kegiatan Karbak TNI Bersihkan Aliran Sungai Dari Tumpukan Sampah

Nasional

Kejurnas Judo Piala Kasad XV Berakhir, Kasad: Kita Bisa Kirim Atlet Judo ke Olimpiade

Nasional

Penyuluhan Bela Negara dan Bantuan Sumur Bor Warnai TMMD ke-121 di Jambi

Nasional

Yonif 143/TWEJ Bersama Warga Sigap Bersihkan Sampah Pasca Banjir