Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut Belajar Menerima dan Melepaskan, Agar Hidup Tak Selalu Menjadi Peperangan Purna Tugas Bukan Purna Pengabdian, Api Perjuangan PEPABRI Tak Boleh Padam BSPP PEPABRI Kota Jambi Rawat Persaudaraan, Besuk Peltu Purn Muryanto di Rumah Sakit DIRGAHAYU PEPABRI KE 67: “MENGUATKAN API PERJUANGAN DAN PERSATUAN BANGSA”

Home / Nasional

Sabtu, 5 Februari 2022 - 16:28 WIB

Peran Babinsa Sukseskan Pawai Pekabaran Injil Di Tanah Papua Ke 167

Biak, Sriwijayadaily.co.id – Babinsa Koramil 1708-01/BK bantu amankan kelancaran pawai Pekabaran Injil Di Tanah Ppua Yang Ke 167 yang dilaksanakan di Kab Biak Numfor, Sabtu (5/2/2022).

Pekabaran injil di tanah papua diawali dengan kedatangan Ottow dan Gaissler pada 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam telah menjadi tonggak sejarah penyebaran Injil di tanah Papua. Sepuluh dekade berikutnya Don Richardson bergabung dalam tugas pelayanan penginjilian suku Sawi di Merauke. Semangat dan karya nyata para pahlawan-pahlawan Injil ini terus dikenang dan senantiasa berdampak hingga saat ini.

Baca :  Garuda Tanpa Dignity

Salah satu faktor keberhasilan misi Injil di tanah Papua adalah adanya kesadaran para tokoh saat itu bahwa manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia, memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan. Pandangan kesetaraan ini menjadi motivasi yang kuat bagi para tokoh-tokoh Injil untuk memberitakan Injil di tanah Papua.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

Disampaikan oleh Salah Satu peserta pawai bapak Lukas Yensenem bahwa manusia memiliki kesetaraan yang mulai tergerus sedikit demi sedikit, misalnya soal kesetaraan, kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan kelompok minoritas.

“Bahkan, kebebasan berekspresi juga menjadi sorotan belakangan ini. Sekalipun kebebasan berekspresi dijamin konstitusi, tetapi tentu ada batasnya, yakni tidak merendahkan martabat manusia seperti fitnah, hoax, dan membeda-bedakan suku, agama dan bertindak rasisme.

Serta beliau melanjutkan bahwa Setiap agama mengajarkan harmoni dan kebaikan. Untuk mampu bersikap baik, seimbang tanpa membeda-bedakan, maka sikap inklusif patutlah kita hindarkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas bapak Bapak Lukas Yensenem.

Baca :  Dukung HPN dan Porwanas 2027, Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Dalam hal ini Babinsa Koramil 1708-01/BK yang diwakili oleh Serka MP Rumsowek juga merasa bangga karna bisa melaksanakan tugas pengamanan peserta pawai dengan baik sehingga semuanya bisa berjalan dengan, baik, aman dan lancar.

Sumber : Pendam XVII Cenderawasih

Share :

Baca Juga

Nasional

Dirgahayu ke-77 TNI AD, “TNI Angkatan Darat Di Hati Rakyat”

Nasional

Peran Kowad Sebagai Prajurit dan Wanita Adalah Tugas Mulia

Nasional

Ngopi Bareng Babinsa Serda Efendi Jalin Komsos Bersama Warga

Nasional

Danrem 043/Gatam Sambut Silaturahmi Rektor Unila Beserta Staf

Nasional

Danramil 415-11/JT Hadiri Sosialisasi Karhutbun Diareal Konsesi PT. EWF

Nasional

Peduli Kesehatan Masyarakat, Kodam II/Swj Gelar Pengobatan dan Sunatan Gratis

Nasional

Wujudkan Tertib Sosial Di Masyarakat, Babinsa Koramil Pasar Bersama Tiga Pilar Sambangi Warga Binaan

Nasional

Kabar Duka, Awak Penrem Gapu Meninggal Karena Sakit