SRIWIJAYADAILY.COM – Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi dipenuhi suasana khidmat dan hangat, Sabtu (13/9/2025). Kursi-kursi tertata rapi, wajah-wajah purnawirawan TNI-Polri, warakawuri, dan generasi muda FKPPI tampak berseri. Mereka berkumpul dalam satu perayaan, memperingati HUT ke-66 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri Republik Indonesia (PEPABRI) dan HUT ke-47 Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI).
Syukuran sederhana ini terasa sarat makna kebersamaan lintas generasi. Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, hadir mewakili Gubernur Jambi Al Haris. Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar PEPABRI dan FKPPI yang terus menjaga persatuan serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada PEPABRI dan FKPPI. Momentum ini bukan hanya perayaan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada jasa para purnawirawan TNI-Polri sekaligus mempererat silaturahmi lintas generasi,” ucap Sekda Sudirman saat membacakan sambutan Gubernur.
Al Haris menegaskan, sinergi PEPABRI dan FKPPI merupakan kekuatan moral dan sosial yang berharga bagi bangsa. PEPABRI sebagai rumah besar para pejuang, dan FKPPI sebagai generasi penerus, diyakini mampu terus berkontribusi di berbagai bidang. “Pengalaman emas para purnawirawan bila berpadu dengan semangat generasi muda, akan menjadi modal besar dalam menjaga persatuan, mendukung pembangunan, dan memperkuat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk,” lanjutnya.
Lebih jauh, Gubernur juga mengajak PEPABRI dan FKPPI untuk turut mendukung program prioritas nasional dan pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan visi Jambi Mantap, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan. “Pemerintah Provinsi Jambi membuka ruang komunikasi dan siap memperhatikan masukan dari keluarga besar PEPABRI maupun FKPPI demi kemajuan daerah. Pembangunan akan berhasil bila semua elemen bersatu,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Al Haris berharap peringatan ini memperkuat komitmen, meneguhkan persaudaraan, dan menyalakan kembali semangat juang. “Dirgahayu Ke-66 PEPABRI, Dirgahayu Ke-47 FKPPI. Semoga semakin maju, eksis, dan kontributif bagi bangsa, daerah, dan masyarakat,” pungkasnya.
Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi, Kolonel (Purn) Bunadi, sebelumnya membacakan amanat Ketua Umum PEPABRI, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Dalam pesannya, Agum menegaskan bahwa kebersamaan merupakan kekuatan utama. “Kebersamaan kita adalah kekuatan. Jangan pernah lelah menjaga semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin. Pesan Agum juga menekankan pentingnya soliditas TNI-Polri, ajakan untuk introspeksi, serta peran purnawirawan sebagai garda terdepan penjaga persatuan.
Perayaan HUT bersama ini tidak hanya berpusat pada acara syukuran. Sejumlah kegiatan telah digelar, antara lain olahraga bersama, bakti sosial dan bazar murah, anjangsana, serta ziarah ke Taman Makam Pahlawan Satria Bhakti. “Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum mempererat silaturahmi antar generasi. Kita ingin semangat perjuangan tetap hidup, tidak berhenti pada satu era,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Kolonel (Purn) Ade Sugiarto.
Dari FKPPI, Wakil Ketua PD V KB FKPPI, Ir. Irwansyah, membacakan pesan Ketua Umum Pontjo Sutowo. Ia menegaskan pentingnya peran generasi penerus dalam menjaga nasionalisme dan mengisi pembangunan. “Anak-anak prajurit dan polisi adalah garda moral bangsa. Mereka harus berani tampil di depan dengan karya nyata,” katanya. Keharuan juga hadir dari kalangan warakawuri. Seorang di antaranya mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru. “Kami merasa dihargai dan tidak dilupakan. Kehadiran PEPABRI dan FKPPI memberi semangat bagi kami untuk tetap tegar, meski hidup tanpa pendamping yang dulu berjuang bersama,” ujarnya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Weli, perwakilan generasi muda FKPPI Jambi, menyampaikan tekad melanjutkan perjuangan orang tua mereka. “Kami siap melanjutkan perjuangan, bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan pengabdian di masyarakat. Itulah cara kami menjaga marwah perjuangan mereka,” ucapnya penuh semangat.
Acara syukuran ditutup dengan doa bersama, pemberian tali asih, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah. Suasana hangat tercipta, seakan menyatukan semangat pengabdian masa lalu dengan harapan masa depan.**










