Bengkulu, sriwijayadaily.com – Dalam suasana penuh haru, Korem 041/Gamas menggelar upacara pelepasan tiga personel yang memasuki masa purna tugas. Dipimpin langsung oleh Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, acara ini menjadi momen tak terlupakan untuk menghormati dedikasi Peltu Ahmad Syafei, Peltu Sugito, dan PNS Elman Jayadi.
Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, didampingi para pejabat Korem, menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian mereka selama bertugas. “Keberadaan mereka di Korem 041/Gamas tidak hanya sekadar memenuhi tugas, tetapi menjadi teladan dalam loyalitas dan kerja keras. Semoga apa yang mereka tinggalkan menjadi inspirasi bagi prajurit yang masih bertugas,” ujarnya, Jum’at (3/1/2025).
Peltu Ahmad Syafei dan Peltu Sugito dikenal sebagai prajurit dengan semangat tinggi, sementara PNS Elman Jayadi menjadi figur inspiratif dalam mendukung administrasi satuan. Selama bertugas, mereka telah memberikan kontribusi nyata, baik melalui upaya membantu masyarakat maupun menjalin hubungan harmonis dengan berbagai pihak di wilayah Korem 041/Gamas.
“Jadilah mata dan telinga kami saat kembali ke masyarakat. Tetap jaga nama baik Korem, TNI AD, dan TNI di mana pun berada,” pesan Danrem penuh makna.
Momen pelepasan ini juga diiringi rasa bangga sekaligus haru dari rekan-rekan sejawat. Bagi mereka, tiga sosok ini tidak hanya rekan kerja, tetapi juga keluarga yang selalu mendukung dalam suka dan duka.
Peltu Sugito, salah satu yang dilepas, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya bersyukur bisa mengabdi hingga titik ini. Meski pensiun, hati saya tetap untuk TNI, dan saya akan terus mendukung dari luar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Acara diakhiri dengan pemberian cenderamata sebagai simbol penghormatan atas dedikasi mereka. Danrem berharap, meskipun memasuki masa pensiun, silaturahmi tetap terjalin dan mereka dapat terus menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.
Upacara ini menggarisbawahi bahwa pengabdian sejati tidak berakhir dengan masa pensiun. Sebaliknya, semangat mengabdi kepada bangsa dan negara tetap hidup, bahkan di luar dinas aktif.**
Sumber: Penrem 041/Gamas










