Khairil Amri Nahkodai ISORI Jambi, Siap Kembangkan Organisasi hingga Daerah Sambut HUT Ke-81 TNI, Korem 042/Gapu Gelar Donor Darah, Sunatan Massal, dan Pengobatan Gratis TNI AD Fair 2026, Alutsista dan Inovasi Jadi Magnet Pengunjung di Monas DPD PEPABRI Jambi Evaluasi dan Bubarkan Panitia HUT ke-67, Tekankan Tertib Administrasi dan Penguatan Pengabdian Purna Tugas Bukan Akhir Persaudaraan, Rekan Seperjuangan Datang Menjenguk Suhartono

Home / TNI-POLRI

Senin, 4 Mei 2026 - 11:53 WIB

Pembatik Jambi Tampil di Jakarta, Ruslaini Fadli Bawa Identitas Daerah ke Panggung Nasional

JAKARTA — Kain batik Jambi kembali mendapat sorotan di panggung nasional. Melalui tangan terampil Ibu Ruslaini Fadli, ragam motif khas daerah tampil memikat dalam ajang Persit Bisa 2026 di Jakarta. Di tengah hiruk-pikuk pameran, batik Jambi hadir bukan sekadar sebagai produk, tetapi sebagai representasi budaya yang sarat makna.

Ruslaini membawa pendekatan berbeda. Ia memadukan motif tradisional dengan sentuhan kontemporer, menghadirkan warna-warna alami yang lembut namun tetap kuat dalam bercerita—tentang alam Jambi, dari rawa hingga aliran Sungai Batanghari.

Bagi Ruslaini, keikutsertaan dalam pameran ini bukan sekadar aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, ia memaknai setiap helai batik sebagai identitas daerah yang perlu diperkenalkan ke tingkat nasional.

“Setiap goresan lilin memiliki filosofi. Kami ingin orang melihat Jambi bukan hanya dari sumber daya alamnya, tetapi juga dari kekayaan batiknya,” ujarnya.

Baca :  Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Korem 042/Gapu Tekankan Keteladanan dan Pengabdian

Partisipasi ini juga mendapat dukungan dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi, yang активно membina pelaku UMKM melalui pelatihan desain, pewarnaan alami, hingga pemasaran digital. Hasilnya mulai terlihat—batik Jambi kini tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi mulai menembus pasar yang lebih luas.

Persiapan Matang Menuju Pame

Menjelang pameran, Ruslaini telah mempersiapkan sekitar 30 karya batik tulis. Koleksi tersebut mencakup kain panjang hingga busana modern seperti outer, yang dirancang agar lebih fleksibel digunakan di berbagai kesempatan.

Di rumahnya di Seberang Kota Jambi, ia menata satu per satu kain berbahan mori premium dengan motif khas seperti Durian Pecah, Kapal Sanggat, dan Tampuk Manggis. Setiap motif dipilih bukan tanpa alasan—semuanya memiliki filosofi mendalam yang ingin ia sampaikan kepada pengunjung.

Baca :  Rembug Warga RT 25 Tanjung Sari Matangkan Program Kampung Bahagia Tahap Kedua

Filosofi di Balik Motif

Motif Durian Pecah melambangkan kemakmuran dan keterbukaan, dengan warna cokelat alami yang memberi kesan hangat dan membumi.

Motif Kapal Sanggat menggambarkan perjalanan hidup dan semangat gotong royong, terinspirasi dari perahu tradisional di Sungai Batanghari.

Sementara Tampuk Manggis menjadi simbol kerendahan hati, meski berada dalam pencapaian tinggi.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Ruslaini juga menyiapkan label kecil pada setiap kain, berisi penjelasan filosofi motif agar mudah dipahami oleh pengunjung.

Proses Alami dan Penuh Ketelitian

Di balik setiap karya, terdapat proses panjang yang dijalani dengan disiplin tinggi. Ruslaini menggunakan bahan pewarna alami seperti kulit soga dan daun mengkudu untuk menghasilkan warna khas tanpa merusak serat kain.

Baca :  Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil Muara Tembesi Gelar Komsos Bersama Warga Desa Sungai Pulai

Proses membatik dilakukan dengan penuh ketelitian—dari menggambar pola, mencanting lilin, hingga pewarnaan berulang yang bisa memakan waktu berhari-hari. Setiap tahap menuntut kesabaran dan konsistensi, terutama dalam menjaga kualitas garis dan warna.

Baginya, penggunaan bahan alami bukan sekadar pilihan teknis, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menjaga warisan budaya tetap autentik.

Membawa Cerita Jambi ke Ibu Kot

Keikutsertaan Ruslaini dalam Persit Bisa 2026 menegaskan bahwa batik bukan hanya busana, melainkan medium cerita. Dari tangan seorang perempuan Jambi, kain-kain itu menjelma menjadi narasi tentang tradisi, ketekunan, dan identitas daerah.

Di Jakarta, batik Jambi tidak hanya dipamerkan—ia diperkenalkan, dipahami, dan perlahan menemukan tempatnya di pasar nasional, bahkan membuka peluang menuju pasar internasional. (Kabul/red)

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Babinsa Bersama Tim Terpadu Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Mekar Jaya

TNI-POLRI

Babinsa Rawasari Dukung Penilaian Masjid Teladan, Wujud Sinergi TNI dan Masyarakat di Kota Jambi

TNI-POLRI

Babinsa Kelurahan Selamat Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian melalui Gotong Royong

TNI-POLRI

Babinsa Beliung Aktif Dampingi Rembuk Warga, Perkuat Pelaksanaan Program Kampung Bahagia

TNI-POLRI

Jelang Lebaran, Babinsa dan Aparat Kecamatan Jambi Tertibkan Anak Jalanan dan Gepeng

TNI-POLRI

Dekat dengan Warga, Babinsa Sebapo Pilih Jalan Silaturahmi

TNI-POLRI

Babinsa Sungai Asam Ajak Ketua RT Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir

TNI-POLRI

Koramil Jambi Selatan Dampingi Pasar Murah, Warga Antre Panjang Cari Sembako Terjangkau