Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Dampingi Pembersihan Drainase, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan Babinsa Olak Kemang Sambangi Pedagang Ikan Sungai, Serap Aspirasi dan Dukung Pelaku UMKM Komsos Babinsa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Desa Sekati Gedang, Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Ngopi Bareng, Babinsa dan Polsek Pasar Perkuat Sinergitas TNI-Polri Demi Keamanan Wilayah Babinsa Hadiri Musyawarah Gugus Depan SDN 09/IV Kota Jambi, Dukung Pembinaan Karakter Generasi Muda Melalui Pramuka

Home / TNI-POLRI

Senin, 4 Mei 2026 - 11:53 WIB

Pembatik Jambi Tampil di Jakarta, Ruslaini Fadli Bawa Identitas Daerah ke Panggung Nasional

JAKARTA — Kain batik Jambi kembali mendapat sorotan di panggung nasional. Melalui tangan terampil Ibu Ruslaini Fadli, ragam motif khas daerah tampil memikat dalam ajang Persit Bisa 2026 di Jakarta. Di tengah hiruk-pikuk pameran, batik Jambi hadir bukan sekadar sebagai produk, tetapi sebagai representasi budaya yang sarat makna.

Ruslaini membawa pendekatan berbeda. Ia memadukan motif tradisional dengan sentuhan kontemporer, menghadirkan warna-warna alami yang lembut namun tetap kuat dalam bercerita—tentang alam Jambi, dari rawa hingga aliran Sungai Batanghari.

Bagi Ruslaini, keikutsertaan dalam pameran ini bukan sekadar aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, ia memaknai setiap helai batik sebagai identitas daerah yang perlu diperkenalkan ke tingkat nasional.

“Setiap goresan lilin memiliki filosofi. Kami ingin orang melihat Jambi bukan hanya dari sumber daya alamnya, tetapi juga dari kekayaan batiknya,” ujarnya.

Baca :  Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Perkuat Kedekatan dengan Pemuda Desa Melalui Komsos di Lokasi Pembangunan

Partisipasi ini juga mendapat dukungan dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi, yang активно membina pelaku UMKM melalui pelatihan desain, pewarnaan alami, hingga pemasaran digital. Hasilnya mulai terlihat—batik Jambi kini tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi mulai menembus pasar yang lebih luas.

Persiapan Matang Menuju Pame

Menjelang pameran, Ruslaini telah mempersiapkan sekitar 30 karya batik tulis. Koleksi tersebut mencakup kain panjang hingga busana modern seperti outer, yang dirancang agar lebih fleksibel digunakan di berbagai kesempatan.

Di rumahnya di Seberang Kota Jambi, ia menata satu per satu kain berbahan mori premium dengan motif khas seperti Durian Pecah, Kapal Sanggat, dan Tampuk Manggis. Setiap motif dipilih bukan tanpa alasan—semuanya memiliki filosofi mendalam yang ingin ia sampaikan kepada pengunjung.

Baca :  Babinsa Hadiri Rencana MTQ, Perkuat Sinergi dengan Aparatur Kelurahan

Filosofi di Balik Motif

Motif Durian Pecah melambangkan kemakmuran dan keterbukaan, dengan warna cokelat alami yang memberi kesan hangat dan membumi.

Motif Kapal Sanggat menggambarkan perjalanan hidup dan semangat gotong royong, terinspirasi dari perahu tradisional di Sungai Batanghari.

Sementara Tampuk Manggis menjadi simbol kerendahan hati, meski berada dalam pencapaian tinggi.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Ruslaini juga menyiapkan label kecil pada setiap kain, berisi penjelasan filosofi motif agar mudah dipahami oleh pengunjung.

Proses Alami dan Penuh Ketelitian

Di balik setiap karya, terdapat proses panjang yang dijalani dengan disiplin tinggi. Ruslaini menggunakan bahan pewarna alami seperti kulit soga dan daun mengkudu untuk menghasilkan warna khas tanpa merusak serat kain.

Baca :  Lewat Komsos, Babinsa Koramil Mersam Pererat Silaturahmi dan Pantau Kondisi Wilayah Binaan

Proses membatik dilakukan dengan penuh ketelitian—dari menggambar pola, mencanting lilin, hingga pewarnaan berulang yang bisa memakan waktu berhari-hari. Setiap tahap menuntut kesabaran dan konsistensi, terutama dalam menjaga kualitas garis dan warna.

Baginya, penggunaan bahan alami bukan sekadar pilihan teknis, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menjaga warisan budaya tetap autentik.

Membawa Cerita Jambi ke Ibu Kot

Keikutsertaan Ruslaini dalam Persit Bisa 2026 menegaskan bahwa batik bukan hanya busana, melainkan medium cerita. Dari tangan seorang perempuan Jambi, kain-kain itu menjelma menjadi narasi tentang tradisi, ketekunan, dan identitas daerah.

Di Jakarta, batik Jambi tidak hanya dipamerkan—ia diperkenalkan, dipahami, dan perlahan menemukan tempatnya di pasar nasional, bahkan membuka peluang menuju pasar internasional. (Kabul/red)

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Babinsa Muara Tembesi Intensifkan Komsos di Aur Gading, Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

TNI-POLRI

Tongkat Komando Korem 043/Gatam Diserahterimakan, Kolonel Sumarlin Marzuki Resmi Jabat Danrem

TNI-POLRI

Babinsa Pulau Betung Pererat Silaturahmi dengan Warga, Bangun Kedekatan dan Sinergi

TNI-POLRI

Babinsa Koramil 415-03/Muara Tembesi Kawal Penyaluran Bantuan Beras CBP di Desa Olak Besar

TNI-POLRI

Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira di Korem 042/Gapu, Wujud Apresiasi atas Dedikasi Prajurit

TNI-POLRI

Babinsa Muara Bulian Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Jaga Kamtibmas

TNI-POLRI

Babinsa Talang Banjar Monitoring Apel Gelar Operasi Keselamatan 2026 di Polresta Jambi

TNI-POLRI

Babinsa Rawasari Dukung Penilaian Masjid Teladan, Wujud Sinergi TNI dan Masyarakat di Kota Jambi