PWI Provinsi Jambi Harus Menjadi Rumah Besar Wartawan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Babinsa Beliung Hadiri Ceramah Agama di Masjid Al Ikhlas Babinsa Koramil Mersam Gotong Royong Bantu Pembangunan Rumah Warga Safari Dakwah di Prabumulih, Ustaz Jarir dan Ustaz Rofiq Fatah Ajak Jamaah Perkuat Bekal Akhirat Irwansyah Kembali Pimpin PWI Kota Jambi, Tegaskan Komitmen pada Etika dan Profesionalisme Pers

Home / TNI-POLRI

Senin, 4 Mei 2026 - 11:53 WIB

Pembatik Jambi Tampil di Jakarta, Ruslaini Fadli Bawa Identitas Daerah ke Panggung Nasional

JAKARTA — Kain batik Jambi kembali mendapat sorotan di panggung nasional. Melalui tangan terampil Ibu Ruslaini Fadli, ragam motif khas daerah tampil memikat dalam ajang Persit Bisa 2026 di Jakarta. Di tengah hiruk-pikuk pameran, batik Jambi hadir bukan sekadar sebagai produk, tetapi sebagai representasi budaya yang sarat makna.

Ruslaini membawa pendekatan berbeda. Ia memadukan motif tradisional dengan sentuhan kontemporer, menghadirkan warna-warna alami yang lembut namun tetap kuat dalam bercerita—tentang alam Jambi, dari rawa hingga aliran Sungai Batanghari.

Bagi Ruslaini, keikutsertaan dalam pameran ini bukan sekadar aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, ia memaknai setiap helai batik sebagai identitas daerah yang perlu diperkenalkan ke tingkat nasional.

“Setiap goresan lilin memiliki filosofi. Kami ingin orang melihat Jambi bukan hanya dari sumber daya alamnya, tetapi juga dari kekayaan batiknya,” ujarnya.

Baca :  Babinsa Sebapo Intensifkan Komsos, Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusivitas Desa

Partisipasi ini juga mendapat dukungan dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi, yang активно membina pelaku UMKM melalui pelatihan desain, pewarnaan alami, hingga pemasaran digital. Hasilnya mulai terlihat—batik Jambi kini tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi mulai menembus pasar yang lebih luas.

Persiapan Matang Menuju Pame

Menjelang pameran, Ruslaini telah mempersiapkan sekitar 30 karya batik tulis. Koleksi tersebut mencakup kain panjang hingga busana modern seperti outer, yang dirancang agar lebih fleksibel digunakan di berbagai kesempatan.

Di rumahnya di Seberang Kota Jambi, ia menata satu per satu kain berbahan mori premium dengan motif khas seperti Durian Pecah, Kapal Sanggat, dan Tampuk Manggis. Setiap motif dipilih bukan tanpa alasan—semuanya memiliki filosofi mendalam yang ingin ia sampaikan kepada pengunjung.

Baca :  Babinsa Muara Tembesi Dampingi Penertiban PKL di Pasar PU, Ciptakan Lingkungan Tertib dan Nyaman

Filosofi di Balik Motif

Motif Durian Pecah melambangkan kemakmuran dan keterbukaan, dengan warna cokelat alami yang memberi kesan hangat dan membumi.

Motif Kapal Sanggat menggambarkan perjalanan hidup dan semangat gotong royong, terinspirasi dari perahu tradisional di Sungai Batanghari.

Sementara Tampuk Manggis menjadi simbol kerendahan hati, meski berada dalam pencapaian tinggi.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Ruslaini juga menyiapkan label kecil pada setiap kain, berisi penjelasan filosofi motif agar mudah dipahami oleh pengunjung.

Proses Alami dan Penuh Ketelitian

Di balik setiap karya, terdapat proses panjang yang dijalani dengan disiplin tinggi. Ruslaini menggunakan bahan pewarna alami seperti kulit soga dan daun mengkudu untuk menghasilkan warna khas tanpa merusak serat kain.

Baca :  Babinsa Jambi Timur Ajak Petugas Security Tingkatkan Kewaspadaan dan Koordinasi

Proses membatik dilakukan dengan penuh ketelitian—dari menggambar pola, mencanting lilin, hingga pewarnaan berulang yang bisa memakan waktu berhari-hari. Setiap tahap menuntut kesabaran dan konsistensi, terutama dalam menjaga kualitas garis dan warna.

Baginya, penggunaan bahan alami bukan sekadar pilihan teknis, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menjaga warisan budaya tetap autentik.

Membawa Cerita Jambi ke Ibu Kot

Keikutsertaan Ruslaini dalam Persit Bisa 2026 menegaskan bahwa batik bukan hanya busana, melainkan medium cerita. Dari tangan seorang perempuan Jambi, kain-kain itu menjelma menjadi narasi tentang tradisi, ketekunan, dan identitas daerah.

Di Jakarta, batik Jambi tidak hanya dipamerkan—ia diperkenalkan, dipahami, dan perlahan menemukan tempatnya di pasar nasional, bahkan membuka peluang menuju pasar internasional. (Kabul/red)

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Babinsa Koramil Pasar Tinjau Drainase Bermasalah Lewat Komsos di Sungai Asam

TNI-POLRI

Pererat Silaturahmi Pasca Idul Fitri, Babinsa Tanjung Raden Komsos ke Rumah Tuo Tengganai

TNI-POLRI

Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga Teluk Kuali: Harapan Baru untuk Ketahanan Pangan

TNI-POLRI

Di Sela Peninjauan Opla, Danrem 042/Gapu Tinjau Posko Manggala Agni di Berbak

TNI-POLRI

TNI–Polri Kompak Olahraga Bersama di Jambi, Perkuat Soliditas Jelang Hari Bhayangkara Ke-79

TNI-POLRI

Kasrem 043/Gatam Resmi Buka RAT Ke-49 Koperasi Konsumen Primer Kartika Gatam Tahun 2024

TNI-POLRI

Babinsa Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Komsos di Penyengat Rendah

TNI-POLRI

Pascabanjir Bandang, TNI dan Warga Bersihkan Permukiman di Aceh Tenggara