MUARO JAMBI – Di tengah hamparan perkebunan sawit dan jalan desa yang menjadi nadi aktivitas warga, upaya menjaga keamanan tidak selalu hadir dalam bentuk yang kaku. Di Desa Bahar Mulya, Kecamatan Sebapo, pendekatan itu justru terlihat cair melalui komunikasi sosial yang dibangun Babinsa bersama masyarakat.
Jumat itu, Serka Joni Kisworo, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Kodim 0415/Jambi, tampak berbincang santai dengan warga di pinggir jalan desa. Suasananya sederhana, tanpa sekat, namun sarat makna. Dari percakapan ringan itulah, berbagai informasi penting mengenai kondisi wilayah mengalir.
Kegiatan komunikasi sosial atau komsos yang dilakukannya bukan sekadar rutinitas. Ia menjadi ruang bertemunya aparat kewilayahan dengan masyarakat dalam suasana yang lebih akrab dan terbuka. Di ruang seperti ini, warga tidak hanya menjadi objek pengamanan, tetapi juga subjek yang aktif menjaga lingkungannya sendiri.
Serka Joni Kisworo menegaskan, keterlibatan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kewaspadaan, menurutnya, bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang harus terus dipelihara.
“Peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Kita harus peka terhadap setiap potensi gangguan yang bisa mengganggu ketenteraman bersama,” ujarnya.
Selain berdialog, ia juga memantau langsung perkembangan situasi di wilayah binaannya. Informasi mengenai aktivitas warga, kondisi jalur desa, hingga dinamika di kawasan perkebunan menjadi bagian penting dalam membaca potensi kerawanan sejak dini.
Bagi warga, kehadiran Babinsa di tengah-tengah mereka bukan hanya simbol negara, tetapi juga representasi kedekatan. Komunikasi yang terjalin membuat mereka merasa lebih aman dan memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar.
Pendekatan yang mengedepankan kedekatan ini menjadi ciri pembinaan teritorial yang dijalankan Babinsa. Bukan sekadar hadir saat ada persoalan, tetapi menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pada akhirnya, keamanan wilayah bukan semata hasil dari pengawasan, melainkan buah dari kepercayaan dan sinergi. Di Desa Bahar Mulya, hal itu tumbuh dari percakapan-percakapan sederhana di pinggir jalan desa—tempat di mana rasa aman dirawat bersama. (Kabul)










