M. Rehan Afriansyah Tunjukkan Mental Juara, Menang di Kapolda Fighter Match Jambi SUYUDI ARIO SETO DAN HARAPAN BARU REFORMASI POLRI Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Berganti Rocky Gerung Masuk Wantimpres Prabowo, Pengamat Kritis Kini Berada di Lingkar Istana Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Home / Daerah / Olahraga

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:32 WIB

M. Rehan Afriansyah Tunjukkan Mental Juara, Menang di Kapolda Fighter Match Jambi

Putra Waka Bidang Pendidikan PWI Provinsi Jambi Herianto Reza dan personel Polres Muaro Jambi itu tampil berani, disiplin dan sportif di tengah 140 fighter dan ribuan penonton yang memadati GOR Kota Baru./red.

Putra Waka Bidang Pendidikan PWI Provinsi Jambi Herianto Reza dan personel Polres Muaro Jambi itu tampil berani, disiplin dan sportif di tengah 140 fighter dan ribuan penonton yang memadati GOR Kota Baru./red.

JAMBI — Semangat, keberanian dan mental juara kembali ditunjukkan generasi muda Jambi. M. Rehan Afriansyah, putra Waka Bidang Pendidikan PWI Provinsi Jambi Herianto Reza sekaligus personel Polres Muaro Jambi, berhasil meraih kemenangan dalam ajang Kapolda Fighter Match 2026 yang berlangsung di GOR Kota Baru, Jambi, Sabtu (3/10/2026).

Kemenangan Rehan menjadi salah satu cerita menarik di tengah meriahnya ajang yang mempertemukan 140 fighter dalam 70 partai pertandingan tersebut. Ribuan penonton memadati GOR Kota Baru dan memberikan dukungan kepada para petarung yang tampil di atas ring.

Di tengah gemuruh sorakan penonton dan kerasnya persaingan, Rehan mampu menunjukkan mental bertanding yang kuat. Ia tidak hanya mengandalkan keberanian dan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan konsentrasi, teknik, disiplin serta kemampuan membaca situasi pertandingan.

Kemenangan itu sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Herianto Reza, yang aktif dalam dunia pers melalui PWI Provinsi Jambi.

Bagi keluarga, prestasi Rehan tentu bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Di balik seorang juara terdapat proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, dukungan keluarga, lingkungan yang positif serta keberanian untuk menghadapi tantangan.

Karena itu, istilah “darah juara” tidak semata-mata harus dimaknai sebagai faktor keturunan. Lebih jauh, darah juara adalah nilai yang diwariskan melalui keteladanan: kerja keras, disiplin, keberanian, tanggung jawab dan pantang menyerah.

Rehan menunjukkan bahwa kesempatan yang diberikan dapat dijawab dengan prestasi.

Baca :  Babinsa dan Warga Gotong Royong Siapkan Arena MTQ Kecamatan Pelayangan

Kapolda Fighter Match 2026 sendiri berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Sebanyak 140 fighter bertanding dalam 70 partai, sementara ribuan penonton memenuhi GOR Kota Baru.

Pertandingan berlangsung keras, tetapi semangat sportivitas dan penghormatan kepada lawan tetap menjadi bagian penting yang harus dijaga.

Di atas ring boleh bertarung keras, tetapi setelah pertandingan harus tetap bersaudara.

Inilah salah satu nilai penting olahraga bela diri. Seorang petarung dituntut memiliki keberanian, tetapi sekaligus harus mampu mengendalikan emosi. Ia dituntut kuat secara fisik, tetapi juga harus memiliki kedewasaan mental.

Jika dibina secara profesional, olahraga fighter dapat menjadi salah satu sarana pembentukan karakter generasi muda.

Anak muda membutuhkan ruang untuk menyalurkan energi, membangun prestasi, menemukan lingkungan pergaulan yang sehat dan belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

Daripada energi muda terseret ke tawuran, kekerasan jalanan atau pergaulan negatif, jauh lebih baik diarahkan ke sasana dan arena olahraga yang memiliki aturan, pelatih dan pembinaan.

Dalam konteks itu, Kapolda Fighter Match memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertandingan.

Ajang tersebut mempertemukan aparat, atlet, komunitas olahraga dan masyarakat dalam satu arena. Olahraga menjadi jembatan komunikasi sekaligus sarana membangun kedekatan dengan generasi muda.

Keterlibatan institusi kepolisian dalam kegiatan semacam ini juga menunjukkan bahwa pembinaan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk olahraga dan pengembangan potensi anak muda.

Baca :  Musda X LVRI Jambi, PEPABRI Dorong Pewarisan Semangat Juang ’45 kepada Generasi Penerus

Rehan menjadi salah satu contoh kecil dari potensi besar yang dimiliki generasi muda Jambi.

Sebagai personel Polres Muaro Jambi, ia memiliki tanggung jawab kedinasan. Namun di sisi lain, ia juga mempunyai kemampuan dan minat di bidang olahraga bela diri yang dapat dikembangkan menjadi prestasi.

Hal tersebut patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi agar talenta-talenta lain di lingkungan kepolisian maupun masyarakat mendapatkan ruang yang sama.

Bagi keluarga besar PWI Provinsi Jambi, kemenangan Rehan tentu memiliki kebanggaan tersendiri. Putra seorang pengurus organisasi wartawan mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga dan membawa semangat positif bagi generasi muda.

Namun, kemenangan bukanlah akhir perjalanan.

Justru setelah seorang fighter menjadi pemenang, tantangan berikutnya dimulai. Ia harus mampu menjaga sikap, tetap rendah hati, menghormati lawan dan terus meningkatkan kemampuan.

Sebab seorang juara tidak hanya dinilai dari kemenangan di atas ring.

Juara sejati adalah mereka yang mampu mengendalikan ego ketika menang dan tetap tegak ketika kalah.

Aspek keselamatan juga harus menjadi perhatian utama dalam setiap pertandingan bela diri. Kesiapan medis, aturan pertandingan, perlengkapan keselamatan dan profesionalisme wasit harus berjalan beriringan dengan semangat kompetisi.

Apalagi dalam rangkaian Kapolda Fighter Match 2026 juga terjadi insiden pada laga celebrity match ketika Dede Sunandar sempat terjatuh dan tidak sadarkan diri setelah menerima pukulan Vicky Prasetyo sebelum mendapatkan penanganan medis.

Baca :  PWI PROVINSI JAMBI BERDUKA, KELUARGA BESAR PWI KEHILANGAN SOSOK PANUTAN

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa olahraga kontak fisik membutuhkan standar keselamatan yang serius. Pertandingan boleh menarik, tetapi keselamatan fighter tetap harus menjadi prioritas.

Hal ini bukan untuk mengurangi semangat olahraga, melainkan justru memastikan olahraga bela diri berkembang secara profesional dan bertanggung jawab.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kegiatan seperti Kapolda Fighter Match dapat menjadi bagian dari ekosistem olahraga Jambi untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Jambi memiliki banyak generasi muda berbakat. Yang dibutuhkan adalah ruang, kesempatan, fasilitas, pelatih berkualitas dan kompetisi yang berkesinambungan.

Rehan telah menunjukkan bahwa ketika kesempatan bertemu dengan latihan, disiplin dan keberanian, prestasi dapat lahir.

Kemenangan di GOR Kota Baru bukanlah garis akhir bagi M. Rehan Afriansyah. Justru menjadi awal untuk melangkah lebih jauh.

Terus berlatih, tetap rendah hati, hormati lawan dan jangan berhenti bermimpi.

Selamat kepada M. Rehan Afriansyah atas kemenangan di Kapolda Fighter Match 2026.

Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk meraih capaian yang lebih tinggi dan menginspirasi generasi muda Jambi lainnya.

Sebab dari GOR Kota Baru telah terlihat satu hal penting: Jambi tidak kekurangan talenta. Yang dibutuhkan adalah ruang, pembinaan dan kesempatan untuk mengubah bakat menjadi prestasi.

Dan Rehan telah membuktikan bahwa ketika kesempatan dijawab dengan kerja keras dan keberanian, seorang juara dapat lahir dari Jambi. (Fird’s)

Share :

Baca Juga

Daerah

HD Bebaskan Pajak Kendaraan Bermotor di Atas Air Tahun 2022

Daerah

Stasiun Kendaraan Listrik Pertama Sudah Ada di Riau, Ini Keuntungannya

Daerah

Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Daerah

Terungkap! Pembunuh Nindia Novrin Ditangkap Setelah Polisi Lacak Rekaman CCTV

Olahraga

Ratusan Warga Padati Tugu Keris, Nobar “Bola Gembira” Bersama TNI Semarakkan Kemenangan Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026

Daerah

DPD PEPABRI Provinsi Jambi Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi Purnawirawan

Daerah

BSPP Menyapa yang Terlupa: Wujud Nyata Solidaritas Purnawirawan di Kota Jambi

Daerah

Dari Jambi untuk Indonesia: Kiprah Falsya Queen di Dunia Modeling Anak