SBC Soroti SOP dan Peran Askrindo-Jamkrindo dalam Sidang Kasus Semen Baturaja Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Londerang Pangdam XXII/TB Turun Langsung Pantau Penanganan Karhutla di Kalteng Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut Belajar Menerima dan Melepaskan, Agar Hidup Tak Selalu Menjadi Peperangan

Home / Nasional

Minggu, 16 April 2023 - 17:34 WIB

KST Kembali Tembak Mati Satu Prajurit TNI di Nduga, Evakuasi Terkendala Cuaca

Ilustrasi TNI dan KST Papua. KST Kembali Tembak Mati Satu Prajurit TNI di Nduga, Evakuasi Terkendala Cuaca

Ilustrasi TNI dan KST Papua. KST Kembali Tembak Mati Satu Prajurit TNI di Nduga, Evakuasi Terkendala Cuaca

SRIWIJAYADAILY  – Gerombolan kelompok separatis teroris (KST) tak henti-hentinya menunjukkan aksi brutalnya.

Terbaru, gerombolan pengacau ini menyerang dan menembaki prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas negara di Papua dan membantu proses pencarian Pilot Susi Air Capt Philip Mark Mahrtens.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P dalam keterangannya di Timika, Minggu (16/4/2023) membenarkan itu.

Penembakan gerombolan KST dilakukan terhadap Prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas melakukan upaya pencarian pilot Susi Air di wilayah Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/4/2023) sekitar pukul 16.30 Wit.

Baca :  Babinsa Paal Merah Bersama Warga Gotong Royong Cor Jalan Lingkungan, Wujudkan Akses yang Aman dan Nyaman

Aksi itu mengakibatkan satu prajurit atas nama Pratu Miftahul Arifin tertembak dan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 15 meter.

Pratu Miftahul dilaporkan gugur dalam penyerangan oleh separatis tersebut.

Tak puas, gerombolan KST kembali melakukan penyerangan dan penembakan kepada personel TNI lainnya yang sedang melaksanakan evakuasi jasad korban (Alm Pratu Miftahul Arifin) hingga memicu terjadi kontak tembak.

Baca :  Babinsa Sukakarya Tingkatkan Komsos dan Monitoring, Antisipasi Dampak Gudang Minyak Jelantah

Hingga berita ini dipublish, belum diketahui secara pasti berapa jumlah prajurit yang menjadi korban mengingat masih terkendala komunikasi karena cuaca hujan dan berkabut.

Wilayah Nduga memang dikenal dengan cuaca yang ekstrim yang begitu cepat berubah sehingga akses komunikasi kerap mengalami gangguan karena faktor cuaca hujan dan berkabut.

Kondisi tersebut menjadi salah satu terhambatnya komunikasi dengan aparat keamanan yang berada di wilayah Nduga.

Baca :  Danrem 042/Gapu Tinjau Water Intake dan Posko Mitigasi Karhutla PT WKS, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

Lanjut Kapendam, meskipun terkendala cuaca, namun upaya-upaya memberikan bantuan dan evakuasi tetap dilaksanakan.

“Evakuasi sedang dilaksanakan, Kita berharap evakuasi berjalan dengan cepat, lancar dan aman.

Mohon doanya semoga Prajurit TNI yang melaksanakan tugas negara dan juga melakukan pencarian pilot Susi Air diberikan keselamatan, perlindungan dan kekuatan, sehingga dapat kembali bertugas,” pungkasnya. **

Share :

Baca Juga

Nasional

PTPN VI Unit Usaha Lagan Dukung Pembangunan MCK dan Sumur Bor Pada Program TMMD 118 Kodim 0419/Tanjab

Nasional

Peringati Hari Pahlawan, Korem 042/Gapu Gelar Upacara di Balai Prajurit

Nasional

Danrem 042/Gapu Mengikuti Istighosah dan Zikir Bersama di Masjid Al-Falah

Nasional

Peduli Lingkungan Hidup Kodim 0421/LS Gelar Program Penanaman Mangrove

Nasional

Kasad : Dansat Harus Berinovasi Untuk Kemajuan Satuan

Nasional

Satgas Yonif 143 Tanamkan Patriotisme dan Nasionalisme di Perbatasan

Nasional

Korem 043/Gatam Gelar Turnamen Fun Game Tenis Merdeka

Nasional

Personel Satgas TMMD Ke-113 Kodim 1707/Mrk Mengajar Di Sekolah Dasar Inpres