Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla di Tebo, Konservasi Gajah Jadi Perhatian Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro

Home / Nasional

Rabu, 15 Maret 2023 - 18:03 WIB

Korem 081/DSJ Gelar Sosialisasi Stunting di Lokasi Karbak Skala Besar

SRIWIJAYADAILY.CO.ID. Kepada masyarakat Desa Garon yang menjadi lokasi diselenggarakannya Karya Bakti (Karbak) Skala Besar Mabes TNI TA 2023, Totok Wuriana dari Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, PP dan PA Kabupaten Madiun menjelaskan tentang masalah stunting yang saat ini masih banyak dialami oleh anak-anak di Indonesia.

“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat dari kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat,” katanya saat memberikan sosialisasi di Kantor Desa Garon, Balerejo, Madiun, Rabu (15/3/2023).

Untuk penyebabnya, diungkapnya, mulai dari kurangnya asupan gizi waktu hamil, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi, kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi, terbatasnya akses pelayanan, maupun kurangnya akses air bersih.

Baca :  Babinsa Wijaya Pura Ikuti Senam Sehat Bersama Warga, Pererat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

Masalah stunting merupakan masalah serius yang dapat mengakibatkan berbagai dampak pada anak yang menderitanya.

“Stunting ini masalah serius. Dampaknya juga berbagai macam, seperti terganggunya perkembangan otak dan pertumbuhan, menurunnya kekebalan tubuh, hingga meningkatnya risiko terserang penyakit,” bebernya.

Sebagai upaya pencegahan, dirinya mengungkapkan, ada berbagai hal yang dapat dilakukan. Mulai dari memenuhi kebutuhan gizi waktu hamil, memberi asi eksklusif, pemberian mpasi, memantau tumbuh kembang anak, dan selalu menjaga kebersihan.

Baca :  Pesta Gol di Pakansari! Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 pada Laga Perdana Piala AFF 2026

Totok pun menegaskan, upaya-upaya pencegahan tersebut sangat penting untuk dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan terdiri atas 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan buah hati. Ini penting untuk pencegahan stunting, karena dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan, perkembangan otak dan organ tubuh berkembang dengan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah usai sosialisasi, Kasiter Rem 081/DSJ Letkol Inf Rudy Sujatmiko mengatakan, sosialisasi masalah stunting yang diberikan merupakan bagian dari sasaran non fisik pada kegiatan Karbak Skala Besar.

Baca :  Membanggakan! M. Raffi Berlian Setiawan Jadi Satu-satunya Siswa Asal Jambi Lulus Akademi Angkatan Udara 2026

“Bukan hanya sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur saja. Namun, pada Karbak Skala Besar di Desa Garon ini, kami juga lakukan sasaran non fisik dengan memberikan berbagai sosialisasi atau penyuluhan yang bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

“Jadi tidak hanya sarana dan prasarananya saja yang kita bangun, namun manusianya juga. Harapannya, agar mereka juga mempunyai pengetahuan dan wawasan yang bermuara pada semakin meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” urainya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Peduli Sesama, Satgas Yonif 721/Mks Bantu Seluruh Proses Pemakaman Warga

Nasional

Kunjungan Kapoksahli Pangdam II/Swj ke Satgas Pamtas Yonarhanud 12/SBP di Malinau

Nasional

SD Kartika II Raih Juara I Bersama dalam Acara Belajar Sejarah di Jambi

Nasional

Ibarat Sekali Merengkuh Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui, Buah Manis TMMD KE-119 Di Muba

Nasional

Kegiatan Seminar Pembinaan Satuan Pasis Dikreg LXIII Seskoad TA 2023

Nasional

Danrem 042/Gapu Hadiri Sertijab Kasdam II/Sriwijaya

Nasional

Serah Terima Jabatan Dandim 0406/Lubuk Linggau, Danrem 044/Gapo : Jalani, Syukuri Dan Nikmati

Nasional

Inisiasi Gerakan Nasional Ketahanan Pangan, TNI Ubah Lahan Tidur Menjadi Produktif