Purna Tugas Bukan Akhir Persaudaraan, Rekan Seperjuangan Datang Menjenguk Suhartono Danrem 042/Gapu Salurkan 25 Ribu Masker Bantuan Presiden, Lindungi Warga Jambi dari Dampak Kabut Asap Karhutla Musda X LVRI Jambi, PEPABRI Dorong Pewarisan Semangat Juang ’45 kepada Generasi Penerus SBC Soroti SOP dan Peran Askrindo-Jamkrindo dalam Sidang Kasus Semen Baturaja Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Londerang

Home / TNI-POLRI

Rabu, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Ketum PEPABRI Agum Gumelar Ingatkan Purnawirawan TNI-Polri Tak Ikut Kegaduhan

BOGOR — Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, mengingatkan seluruh purnawirawan TNI dan Polri agar tidak ikut terseret dalam berbagai kegaduhan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Agum Gumelar seusai mengikuti kegiatan perlombaan memancing di Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penutup rangkaian peringatan HUT ke-67 PEPABRI.

Agum menegaskan bahwa setelah menyelesaikan masa dinas, purnawirawan bukan berarti berhenti mengabdi kepada bangsa dan negara. Justru, nilai-nilai yang selama ini menjadi pedoman ketika masih aktif berdinas harus tetap menjadi pegangan dalam kehidupan sebagai purnawirawan.

“Purnawirawan” menurut Agum hanya menandai berakhirnya masa tugas kedinasan. Sementara pengabdian kepada bangsa dan negara harus terus dilanjutkan.

Baca :  Pantau Harga dan Situasi Pasar, Babinsa Koramil Muara Tembesi Perkuat Komsos dengan Pedagang

Karena itu, ia mengharapkan seluruh anggota PEPABRI tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Tribrata.

“Dalam melanjutkan pengabdian ini harapan saya adalah kepada seluruh purnawirawan tetap berpegang teguh berpedoman pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dan Tribrata,” ujar Agum.

Menurutnya, apabila nilai-nilai tersebut benar-benar dijadikan pedoman, seorang purnawirawan akan memahami posisi dan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Agum menilai purnawirawan semestinya berada di garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bukan menjadi bagian dari persoalan yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Kalau kita berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Tribrata, tidak ada itu hal-hal yang kita lihat ada purnawirawan yang bikin kegaduhan,” tegasnya.

Baca :  Babinsa Koramil 415-08/Danau Teluk Pererat Sinergi dengan Tokoh Agama Melalui Komsos di Masjid Miftahul Jannah

Purnawirawan Tetap Memiliki Peran Kebangsaan

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang prajurit tidak berhenti ketika memasuki masa purnawirawan. Pengalaman, kedisiplinan, loyalitas, serta nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh selama bertugas tetap dapat menjadi modal untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, Agum berharap para purnawirawan dapat mengambil posisi sebagai unsur yang ikut menjaga suasana tetap kondusif.

Perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut tetap perlu ditempatkan dalam koridor persatuan, etika, dan kepentingan bangsa.

Bagi keluarga besar PEPABRI, pesan tersebut juga sejalan dengan semangat organisasi yang menghimpun purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri untuk tetap melanjutkan pengabdian setelah menyelesaikan tugas kedinasan.

Baca :  Menyusuri Jejak KH. Kemas Abdussomad, Menyemai Ketahanan Sosial Menuju Kota Jambi Bahagia

Dengan demikian, pensiun bukan akhir dari pengabdian. Purnawirawan tetap dapat berkontribusi melalui pemikiran, keteladanan, kegiatan sosial, serta berbagai bentuk pengabdian lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Agum pun menekankan pentingnya purnawirawan menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk menghadapi berbagai bentuk kegaduhan yang dapat mengganggu kehidupan kebangsaan.

Pesan Ketua Umum PEPABRI tersebut menjadi refleksi penting pada momentum HUT ke-67 PEPABRI: selesai dari tugas kedinasan bukan berarti selesai dari pengabdian. Semakin panjang pengalaman seorang prajurit, semakin besar pula tanggung jawab moralnya untuk menjaga persatuan bangsa.

Sumber: Penanews.co.id / SINDOnews.com.

Editor: Firdaus

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Progres Pembukaan Jalan TMMD di Desa Kemuning Capai 50 Persen

TNI-POLRI

TNI Dukung Ekonomi Kerakyatan, Babinsa Suak Kandis Hadiri Rapat Pembentukan Koperasi Merah Putih

TNI-POLRI

Babinsa Telanaipura Dampingi UMKM, Dorong Semangat Warga Kembangkan Usaha Keripik Pisang

TNI-POLRI

Wujudkan Pekarangan Produktif, Babinsa Ikut Sukseskan Lomba “Aku Hatinya PKK

TNI-POLRI

TMMD ke-124 Kodim 0419/Tanjab: Pembangunan Jalan Penghubung Antar Desa Capai 25,3 Persen

TNI-POLRI

Pengurus Senkom Jambi Tinjau Pos Pam dan Pos Yan Ops Ketupat 2026, Pastikan Personel Siaga

TNI-POLRI

Danramil Suak Kandis dan DLH Jambi Gelar Sosialisasi Karhutla, Ajak Masyarakat Aktif Jaga Lingkungan

TNI-POLRI

Babinsa Ajak Pemuda Jambi Timur Wujudkan Lingkungan Aman dan Berdaya Saing