Plh. Dansatgas Karhutla Jambi Tegaskan Aksi Nyata Hadapi Puncak Musim Kemarau di TVRI Lewat Pendekatan Humanis, TNI AD Antar Dua Eks Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI Danramil 415-07/Pelayangan Hadiri Pembukaan MTQ, Tegaskan Komitmen Dukung Generasi Qurani Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Pererat Silaturahmi dengan Warga Tempino Melalui Komsos Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Hadiri Forum Ketua RT, Perkuat Sinergi Membangun Lingkungan

Home / Daerah

Senin, 30 Juni 2025 - 17:30 WIB

Keterbukaan Dipertanyakan, Pembukaan Musorprovlub KONI Jambi Dinilai Tertutup

Jambi — Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Provinsi Jambi yang digelar di Hotel Ratu Duo Jambi, Senin (30/6), menuai kritik dari sejumlah pihak karena dinilai tertutup dan tidak transparan, meskipun acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani.

Salah satu pemerhati olahraga Jambi, Aidil Putra alias Wo Aidil, menyatakan kekecewaannya setelah tidak diizinkan masuk untuk menyaksikan prosesi pembukaan. Ia mempertanyakan alasan pembatasan tersebut, mengingat dirinya hadir bukan sebagai peserta pemilihan, melainkan sebagai pengamat olahraga.

Baca :  Babinsa Pastikan Distribusi BBM di SPBU Sungai Asam Berjalan Aman dan Tertib

“Saya datang sebagai pemerhati, bukan untuk ikut Musorprovlub. Tapi acara pembukaan yang semestinya terbuka untuk umum justru ditutup. Ini bukan sidang internal, melainkan forum publik yang dihadiri Wakil Gubernur. Dunia olahraga seharusnya menjunjung sportivitas dan keterbukaan,” tegas Wo Aidil, yang juga dikenal pernah aktif sebagai pengurus KONI Korwil Barat.

Nada serupa disampaikan Edi, seorang wartawan media online Serasa.com, yang juga mengalami penolakan saat hendak melakukan peliputan kegiatan Wagub.

Baca :  Ketua PWI Jambi Diwakili Sekretaris Jenguk Anggota yang Sakit

“Saya datang atas nama media, untuk meliput keterlibatan pemerintah dalam kegiatan olahraga. Tapi panitia menolak saya masuk tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Edi.

Edi menyebut bahwa pembatasan akses terhadap media bukan hanya menghambat kerja jurnalistik, tetapi juga bertentangan dengan prinsip transparansi publik, terlebih ketika acara melibatkan pejabat pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia pelaksana Musorprovlub KONI Provinsi Jambi terkait alasan kebijakan pembatasan akses tersebut. Ketiadaan penjelasan ini justru mempertegas kekhawatiran publik akan eksklusivitas dalam pelaksanaan forum olahraga yang sejatinya milik bersama.

Baca :  Danrem 042/Gapu Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Jambi, Tekankan Semangat Persatuan Bangsa

Pemerhati olahraga dan kalangan media berharap KONI Provinsi Jambi dapat segera memberikan klarifikasi, serta melakukan evaluasi terhadap tata kelola acara, agar ke depan dunia olahraga daerah tidak hanya menjunjung prestasi, tetapi juga akuntabilitas dan etika publik. (MR/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pengajian Thaharah di Masjid Al Mukmin LDII Jambi

Daerah

Kabel Wi-Fi Semrawut, Wajah Kota Jambi Dipertanyakan

Daerah

LDII dan Senkom Kota Baru Siap Gelar Pengajian Akhir Tahun untuk Penguatan Iman Generasi Muda

Daerah

BSPP: Wujud Nyata Solidaritas Purnawirawan di Kota Jambi

Daerah

Sebanyak 1.228 Mahasiswa Universitas Jambi Di Wisuda

Daerah

Era Digital, Industri Kehumasan Berpotensi Tumbuh

Daerah

Forsgi Kota Jambi U-10 Raih Juara 1 di Festival Sepak Bola Usia Dini Sungai Bahar

Daerah

Presiden RI Ingatkan Hati – Hati Dalam Pengelolaan Dana Desa