Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Pilihan Fans, Bukan Sekadar Statistik FOKAL Muara Enim Harapkan Hari Bhakti Adhyaksa Jadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik Danrem 042/Gapu Tinjau TMMD Ke-129 di Bungo, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat Babinsa Kenali Asam Hadiri Peresmian Bank Sampah Maju Bersama, Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Kasrem 042/Gapu dan Kepala BPBD Jambi Tinjau Lokasi Karhutla di Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Penanganan

Home / Nasional

Senin, 21 Februari 2022 - 08:02 WIB

Kembali Aksi Teror Dari KST Papua Bakar Empat Rumah Di Distrik Omukia Dan Ilaga

Situasi di daerah pemukiman masyarakat Papua di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kab. Puncak, Minggu (20/2/2022). FOTO : PENDAM XVII/CENDERAWASIH

Situasi di daerah pemukiman masyarakat Papua di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kab. Puncak, Minggu (20/2/2022). FOTO : PENDAM XVII/CENDERAWASIH

SRIWIJAYADAILY.CO.ID, Puncak ~ Kembali aksi teror dari Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua mengusik kehidupan beragama, khususnya hari Minggu hari Ibadah suci umat Kristiani dengan melakukan gangguan keamanan menembak dan membakar di daerah pemukiman masyarakat Papua di Distrik Omukia dan Distrik Ilaga, Kab. Puncak, Minggu (20/2/2022) kemarin.

Menurut keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga, S.H., M.H., bahwa aksi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat yang dilakukan KST di Kab. Puncak bermula dari evakuasi Korban Penembakan pada pukul 07.00 Wit yang dilakukan Tim Gabungan Aparat Keamanan TNI Polri dipimpin Kapten Pas Geri Kurniawan selaku Dansektor Satgas Lanud Kopasgat.

Tim berangkat dari Puskesmas menuju Bandara Aminggura Ilaga, Distrik Omukia Kab. Puncak menggunakan 3 unit kendaraan roda empat, saat berada di Bandara, tiba-tiba dari atas bukit ada tembakan yang dilakukan oleh KST ke arah Aparat Keamanan. Sehingga aparat TNI dari Kopasgat membalas tembakan ke arah KST, jelasnya.

Baca :  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hadiri Rapat Bersama Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat di Sungai Lingkar

Pada pukul 09.40 Wit, kembali KST mengeluarkan tembakan di Kampung Nipuralome, Distrik Ilaga yang berdekatan dengan Tower Telkomsel, tambahnya.

Tidak hanya itu, pada pukul 09.45 Wit kembali KST membakar Pasar Tradisional Ilaga di Kampung Nipuralome.

Untuk meyakinkan tindakan pembakaran pasar oleh KST, maka Aparat TNI menerbangkan Drone ke arah bunyi tembakan dan kepulan asap.

Hasil dari pantauan Drone, terlihat 7 orang KST dengan membawa senjata 1 Pucuk SS1 berada di sekitar Tower Telkomsel dan kepulan asap berasal dari rumah warga yang dibakar.

Kemudian pada pukul 10.35 Wit kembali terdengar tembakan pistol sekitar 15 kali dari arah bangunan Gereja atau bawah Aula Negelar Distrik Ilaga yang berjarak sekitar 150 meter dari Pasar Tradisional Ilaga.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, sekitar pukul 11.48 Wit  terjadi aksi mencurigakan 2 orang KST menggunakan 1 unit sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari arah Kampung Kunga, Distrik Gome melintasi Pos Koramil Gome

Baca :  Pangdam XX/TIB: Keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ Bukti Pengabdian Tulus untuk NKRI

Dikendaraan sepeda motor terlihat membawa tas plastik merah membawa munisi, kemudian aparat TNI mencoba menghentikan dengan tembakan peringatan, namun kedua orang KST berhasil melarikan diri.

“Dari tindakan aparat Gabungan TNI Polri tersebut, menyebabkan 7 orang KST yang berada di sekitar Tower Telkomsel melarikan diri menuju hutan Eromaga, Distrik Omukia”, ungkap Aqsha.

Lebih lanjut Kolonel Aqsha menjelaskan dari aksi teror KST tersebut tidak ada korban jiwa, namun ada sekitar 4 unit rumah warga masyarakat yang dibakar oleh gerombolan KST yang diantaranya yang sudah terditeksi 1 perumahan di lingkungan SMK N 1 Ilaga dibakar oleh KST dan 1 rumah didekat Tower Telkomsel juga dibakar gerombolan KST.

Warga masyarakat yang berada di kampung Nipuralome, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak juga sudah banyak yang mengungsi mengamankan diri ke wilayah di sekitar Pasar Tradisional Ilaga, jelasnya.

Baca :  Anjangsana Bersama Warga, Babinsa Bukit Mulya Perkuat Silaturahmi dan Kondusivitas Wilayah

“Mari kita himbau bersama agar yang tergabung dalam KST untuk segera sadar hati bahwa tindakannya itu sungguh biadab dengan melakukan aksi teror, menembak masyarakat dan termasuk menembak aparat keamanan adalah tindakan tidak berperikemanusiaan, mengganggu pembangunan yang sedang berlangsung di tanah Papua, melanggar HAM dan tidak dibenarkan oleh agama manapun, apalagi sekarang adalah hari Minggu yang merupakan hari suci ibadah bagi seluruh umat Kristiani” harap Pamen Melati Tiga ini.

“Saya memohon dan mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar situasi kembali kondusif, aparat keamanan TNI Polri dan masyarakat diberikan keselamatan dari gangguan dan aksi teror KST,” pungkas Kapendam XVII/Cenderawasih.

Artikel ini dikutip dari keternagan resmi Pendam XVII/Cenderawasih dengan judul : KEMBALI !! AKSI BIADAB TEROR KST GANGGU IBADAH, MASYARAKAT DAN RODA PEMBANGUNAN DI PAPUA

Share :

Baca Juga

Nasional

Kasad : TMMD Jadi Sinergi Positif TNI-Rakyat Atasi Permasalahan Bangsa

Nasional

Tanggap Bencana, Prajurit Yonzipur 2/SG Terjun Bersihkan Sisa Material Pasca Banjir

Nasional

Korem 081/DSJ Terjunkan Ratusan Personel Amankan Arus Balik Lebaran

Nasional

Pengecoran Jalan Usaha Tani oleh Babinsa dan Warga Pematang Raman: Semangat Gotong Royong Membara

Nasional

Danseskoad Tutup Festival Sepak Bola U9 Sampai Dengan U12

Nasional

Monumen Garuda Hitam Jadi Ikon Tugu TMMD 117 Di Desa Sumber Marga

Nasional

Korem 042/Gapu Peringati Hari Sumpah Pemuda

Nasional

Musim Panen Tiba, Babinsa Yudi Epianto Berjibaku Di Tengah Sawah