Finalis PPJ 2026 Tunjukkan Beragam Bakat, Penyelenggara Tekankan Karakter dan Cinta Budaya Jambi Babinsa Talang Banjar Dukung Program Kampung Bahagia, Perkuat Gotong Royong Warga Komsos Jadi Jembatan Kedekatan TNI dan Warga di Marga Manunggal Jaya Babinsa Jambi Selatan Ajak Pelajar SMPN 26 Jauhi Geng Motor, Judi Online, dan Narkoba Babinsa Solok Sipin Hadiri Posyandu, Dukung Kesehatan Ibu dan Anak Bersama Tiga Pilar

Home / Nasional

Senin, 14 Februari 2022 - 06:42 WIB

Kejagung Amankan Buronan Kasus Penambangan Tanpa Izin

Sriwijayadaily

Tim Tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung), mengamankan Imang Priatna, buronan tindak pidana melakukan usaha penambangan pasir dan batu tanpa izin di Jawa Barat.

“Terpidana Imang Priatna diamankan di Jalan Blok Kalapa Dua Desa Bendungan, Pasarean, Margamukti, Kec. Sumedang Utara, Kab. Sumedang, Jawa Barat,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan yang diterima, Minggu (13/2/2022).

Leonard menjelaskan, terpidana melakukan penambangan pasir dan batu (sirtu) tanah urugan untuk dijual di area tanah milik sendiri yang diperoleh berdasarkan Akta Hibah Nomor: 72/2010 tanggal 25 Februari 2010.

Baca :  Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan

Penambangan dilakukan tanpa izin yang berwenang, dan tidak mempunyai Izin Usaha Penambangan (IUP). Penambangan pun membahayakan tower D29 SUTT 70 KV milik PLN. Dikhawatirkan jika penambangan tersebut tidak segera dihentikan maka tower tersebut bisa roboh.

“Sehingga beralasan hukum jika dilarang, karena dapat berdampak terjadi pemadaman/terganggunya aliran listrik yang dapat merugikan masyarakat,” terang dia.

Baca :  Babinsa Dampingi Penutupan TPS di Selamat, Program Kampung Bahagia Didorong Berbasis Warga

Berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 296 K/Pid.Sus/2019 tanggal 15 April 2019, terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan usaha penambangan tanpa izin sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca :  ISPO Didorong Jadi Standar Global, Sawit Indonesia Tembus USD 36,4 Miliar

Oleh karenanya, terpidana dijatuhi pidana penjara selama enam bulan dan pidana denda masing-masing sebesar Rp5.000.000. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan masing-masing selama satu bulan.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Leonard menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.

Share :

Baca Juga

Nasional

Anjangsana dengan Tomas, Babinsa Serda Febri Bahas Keamanan di Wilayah Binaan

Nasional

Bersama Komunitas Bikers Subuhan, Dandim 0612/Tasikmalaya Beri Santunan Sembako Kepada Anak Yatim Piatu dan Jompo
Pemandangan alun-alun di luar balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah kota yang sebagian besar berbahasa Rusia. (Foto oleh Sergey BOBOK / AFP)

Nasional

Update Situasi Perang Rusia Vs Ukraina

Nasional

Peran Babinsa Dalam Mengatasi Kesulitan Rakyat Disekelilingnya

Nasional

Buka Jalan Untuk Bangun Sekolah, Kodim 0613/Ciamis Kolaborasikan Program Padat Karya Dengan Karya Bhakti TNI

Nasional

Ukur Tingkat Kebugaran Fisik, Personil Koramil Telanaipura Ikuti Tes Kesegaran Jasmani

Nasional

Gladi Bersih HUT TNI Ke-78, Memukau Para Pengunjung Monas

Nasional

Pangdam II/Sriwijaya Gelar Silaturahmi dengan Forkopimda dan Stakeholder Sumsel