Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat Karhutla Tahura Batanghari Kembali Terjadi, Kasiops Korem 042/Gapu Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Lokasi

Home / Daerah / Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:55 WIB

Kasus Kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjab Timur Jadi Sorotan, Polda Jambi Angkat Bicara

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji/dok. M. Rosyid

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji/dok. M. Rosyid

JAMBI, SRIWIJAYADAILY — Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menegaskan komitmennya untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, menyusul viralnya insiden kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur yang menuai perhatian publik.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk belajar dan bertumbuh. Kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan, dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Baca :  Tangis Haru Warnai Pelepasan Siswa SD Negeri 47 Kota Jambi Tahun Ajaran 2025/2026

“Lingkungan pendidikan harus bebas dari rasa takut. Kekerasan hanya akan meninggalkan trauma dan menghambat perkembangan anak,” kata Erlan Munaji dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah yang diambil Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra, yang menggencarkan kampanye bertajuk Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan. Kampanye ini dikemas secara edukatif dan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen sekolah—guru, siswa, dan orang tua—agar bersama-sama menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.

Baca :  Babinsa Danau Teluk Dampingi Reses Anggota DPR RI, Serap Aspirasi Warga Pasir Panjang

Viralnya rekaman bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur menjadi pengingat bahwa kekerasan di sekolah masih menjadi persoalan nyata. Peristiwa semacam ini, kata Erlan, tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga mencoreng nilai-nilai pendidikan itu sendiri.

Baca :  Pendekatan Humanis Babinsa Bantu Selesaikan Perselisihan Warga Lewat Mediasi Kekeluargaan

Polda Jambi menilai pencegahan kekerasan di sekolah tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat luas untuk membangun sistem pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Polri bersama pemerintah daerah akan terus mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan menjunjung tinggi martabat setiap insan pendidikan,” ujar Erlan menutup pernyataannya.

Sumber: M. Rosyid

Share :

Baca Juga

Daerah

Reuni Laskar 55/84 Bukit Barisan: Kebersamaan dan Kepedulian yang Menguatkan

Daerah

Ketika Silaturahmi Menjadi Obat Terbaik

Daerah

Ketum KONI Jambi Budi Setiawan Hadiri Pembukaan PORWIL Sumatera ke-XI di Riau

Daerah

Bangun Sinergi Pendidikan dan Media, SMA Negeri 2 Kota Jambi Terima Kunjungan Rosyid Jurnalis

Daerah

Semangat Kebersamaan Warnai Diskusi Malam Senkom Kota Jambi

Daerah

Lepas Atlet Dayung Ikuti BK PON XXI, Budi Setiawan Berharap Dayung Bisa Mendulang Emas

Daerah

Imigrasi Siak Tahan Lima Warga Negara Filipina

Daerah

Kehilangan Putra Terbaik Jambi, Ketua Umum IPMR Jambi: H. A. Bakri Pejuang Aspirasi Rakyat dan Inspirasi Generasi Muda