Babinsa Pematang Sulur Hadiri Mediasi Sengketa Tanah Waris, Dorong Penyelesaian Lewat Musyawarah Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Olak Kemang Perkuat Sinergi dengan LPM Demi Kondusivitas Wilayah Babinsa Lopak Aur Perkuat Sinergi dengan Perangkat Desa Jaga Kondusivitas Wilayah

Home / Daerah / Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:55 WIB

Kasus Kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjab Timur Jadi Sorotan, Polda Jambi Angkat Bicara

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji/dok. M. Rosyid

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji/dok. M. Rosyid

JAMBI, SRIWIJAYADAILY — Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menegaskan komitmennya untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, menyusul viralnya insiden kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur yang menuai perhatian publik.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk belajar dan bertumbuh. Kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan, dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Baca :  Kylian Mbappé Rebut Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Cetak Rekor Baru dengan 22 Gol

“Lingkungan pendidikan harus bebas dari rasa takut. Kekerasan hanya akan meninggalkan trauma dan menghambat perkembangan anak,” kata Erlan Munaji dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah yang diambil Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra, yang menggencarkan kampanye bertajuk Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan. Kampanye ini dikemas secara edukatif dan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen sekolah—guru, siswa, dan orang tua—agar bersama-sama menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.

Baca :  Dr. H. Budi Setiawan Terima SK, Golkar Kota Jambi Targetkan Peningkatan Kursi DPRD

Viralnya rekaman bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur menjadi pengingat bahwa kekerasan di sekolah masih menjadi persoalan nyata. Peristiwa semacam ini, kata Erlan, tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga mencoreng nilai-nilai pendidikan itu sendiri.

Baca :  PWI Jambi Perkuat Konsolidasi dan Program Kerja Organisasi

Polda Jambi menilai pencegahan kekerasan di sekolah tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat luas untuk membangun sistem pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Polri bersama pemerintah daerah akan terus mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan menjunjung tinggi martabat setiap insan pendidikan,” ujar Erlan menutup pernyataannya.

Sumber: M. Rosyid

Share :

Baca Juga

Daerah

Kelurahan Rawasari Tertibkan PKL di Trotoar Kuburan Cina, 15 Pedagang Terima Surat Teguran

Daerah

Budi Setiawan Satu-Satunya Bacalon Sah Ketua KONI Provinsi Jambi 2025-2029

Daerah

Ilomata River Camp Surga Tersembunyi di Tengah Hutan TNBNW

Daerah

Penuh Filosofi, Logo Porprov Jambi Ke-XXIII Resmi Dirilis

Daerah

Kodim 0420/Sarko Bersama BKSDA Kehutanan Jambi Sosialisasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar

Daerah

Budi Setiawan Buka Kegiatan Trailor Made Training Sub Kejuruan Barista

Daerah

Keluarga Besar LAN Provinsi Jambi Kompak Sukseskan Tasyakuran dan Aqiqah Putra Ketua

Daerah

Johari Terpilih Aklamasi, Siap Majukan Kurash di Provinsi Jambi