JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa keluarga prajurit yang gugur dalam tugas maupun prajurit penyandang cacat tetap menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD.
Penegasan itu disampaikan saat Kasad menyerahkan bantuan rumah non dinas tahap II kepada 106 ahli waris prajurit gugur serta prajurit penyandang cacat tingkat II dan III Golongan C akibat tugas operasi maupun latihan. Kegiatan berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Suasana haru menyelimuti acara. Di awal sambutannya, Kasad sempat tercekat ketika menyapa para istri dan anak prajurit yang telah ditinggalkan. Ia menekankan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan kebanggaan bangsa dan tidak akan pernah dilupakan.
“Bukan maksud kami mengingatkan kedukaan bapak dan ibu maupun anak-anak, tapi saya ingin bapak ibu dan anak-anak sekalian harus berbangga bahwa orang tua Anda semua adalah pengabdi bangsa yang sudah memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ujar Kasad.
Kasad menambahkan, meski suami atau ayah mereka telah gugur, ikatan kekeluargaan dengan TNI AD tidak akan terputus. Pesan ini menjadi penguat moral bagi para ahli waris, agar mereka merasa tetap diperhatikan dan tidak berjalan sendiri.
Program bantuan rumah ini merupakan kerja sama TNI AD dengan Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (BP TWP), diperuntukkan bagi keluarga prajurit gugur dan prajurit cacat sejak tahun 2000 hingga 2025. Bantuan tersebut diharapkan memberikan rasa aman dan kepastian tempat tinggal bagi penerima.
Dalam sesi bincang hangat, baik yang hadir langsung maupun melalui video conference, sejumlah warakawuri dan anak prajurit tak kuasa menahan haru. Mereka merasa tetap diingat dan diperhatikan oleh pimpinan TNI AD, meski peristiwa gugurnya suami atau ayah mereka telah lama berlalu.
“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa berbanggalah. Suami ibu, bapak dari anak-anak berkorban untuk negara dan bangsa, dan kami menghargai hal tersebut. Ada sedikit yang bisa kami lakukan saat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi ibu-ibu beserta anak-anak,” kata Kasad merespon ucapan terima kasih dari keluarga prajurit.
Kehadiran Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Uli Simanjuntak, turut memperkuat suasana kekeluargaan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah prajurit dan PNS Mabesad yang mengikuti acara juga menitikkan air mata menyaksikan kedekatan dan empati antara pimpinan dengan keluarga prajurit.
Melalui kegiatan ini, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian berkelanjutan kepada keluarga prajurit gugur maupun prajurit yang mengalami cacat permanen, sekaligus memastikan setiap pengorbanan dalam tugas negara mendapat penghargaan yang layak dari institusi. (Dispenad)










