Jambi – Dalam rangka memperkuat sinergi antar elemen masyarakat demi menjaga ketertiban umum dan mendukung ketahanan pangan nasional, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar memberikan arahan dan saran strategis dalam kegiatan Upgrading dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Jambi Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung BPSDM Provinsi Jambi pada Rabu, 2 Juli 2025 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Sekjen PP GP Ansor H. A. Rifqi Al Mubaroq, Dir Binmas Polda Jambi Kombes Pol. Henky Poerwanto, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, serta para pengurus GP Ansor dan Kasatkorcab Banser se-Provinsi Jambi, dengan total peserta mencapai 70 orang.
Dalam sambutannya, Kapolda Jambi menyampaikan apresiasi kepada GP Ansor atas kontribusinya dalam menjaga semangat kebangsaan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat.
“GP Ansor sebagai bagian dari elemen pemuda Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis sebagai motor penggerak dalam pembinaan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan lingkungan,” ujar Irjen Pol. Krisno.
Kapolda juga mendorong agar GP Ansor terus bersinergi dengan TNI-Polri dalam mengantisipasi konflik sosial, menangkal hoaks, mencegah intoleransi, dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif.
Tidak hanya itu, Kapolda juga mengajak GP Ansor untuk aktif dalam isu ketahanan pangan. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian dan peternakan rakyat, pelatihan budidaya pangan lokal, serta pengembangan koperasi berbasis UMKM pangan.
“Saya yakin GP Ansor akan terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga ketertiban umum dan memperkuat ketahanan nasional, mulai dari tingkat desa hingga Provinsi Jambi,” tegas jenderal bintang dua tersebut.
Rakorwil ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas peran strategis pemuda Ansor dalam pembangunan daerah dan nasional melalui pendekatan keumatan, kebangsaan, dan sosial kemasyarakatan. (MR/red)










