Babinsa Desa Awin Bantu Warga Turunkan Material Bangunan, Wujud Nyata Kepedulian TNI Babinsa Kelurahan Selamat Dampingi BPN dan PN Jambi Lakukan Pencocokan Lahan Sengketa, Pastikan Berjalan Aman dan Tertib Babinsa Paal Merah Bersama Warga Gotong Royong Cor Jalan Lingkungan, Wujudkan Akses yang Aman dan Nyaman Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Komsos Bersama Warga Desa Bukit Subur Babinsa Payo Selincah Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Parit, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Home / Politik

Minggu, 25 Agustus 2024 - 19:49 WIB

Golkar Berisiko Kehilangan Dukungan Besar Jika Tidak Usung Budi Setiawan di Pilkada Kota Jambi

Jambi – Menjelang pendaftaran bakal calon kepala daerah pada 27 Agustus, Partai Golkar di Kota Jambi masih belum menentukan sikap resmi mengenai calon yang akan diusung. Meskipun sinyal dukungan untuk Budi Setiawan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi, sudah mulai tampak, keputusan akhir dari partai belum dikeluarkan.

Budi Setiawan, yang dikenal sebagai kader Golkar dengan prestasi signifikan, termasuk membawa Golkar Kota Jambi sebagai pemenang Pemilu Legislatif, telah menunjukkan intensitas komunikasi dengan DPP Partai Golkar.

Baca :  Dua Tiket Terakhir Perempat Final Diperebutkan, Portugal Hadapi Spanyol, AS Tantang Belgia

Pengamat politik dan akademisi dari Universitas Jambi, Dori Efendi, menilai bahwa Golkar akan mengusung Budi Setiawan sebagai calon.

Menurut Dori Efendi, jika Golkar tidak memilih kadernya sendiri, terutama yang sudah berperan besar dalam membesarkan partai, hal itu akan menimbulkan pertanyaan besar.

Keputusan untuk mengusung kandidat luar bisa memicu dugaan adanya politik transaksional dan melemahkan dukungan partai.

Baca :  Ketika Bonus Demografi Belum Menjadi Bonus Kecerdasan

“Tentu lebih terhormat mengusung kader sendiri yang sudah membesarkan partai. Apalagi hasil survei menunjukkan bahwa popularitas dan elektabilitas Budi Setiawan terus naik,” ujar Dori.

Dori juga memperingatkan bahwa jika Golkar memilih calon dari luar, mesin partai yang selama ini menjadi motor penggerak massa mungkin tidak akan berjalan optimal.

“Golkar berisiko kehilangan dukungan besar jika mesin partai hanya menghasilkan ‘gentong kosong’ sementara massa Golkar justru memilih Budi,” tambahnya.

Baca :  Kehilangan Putra Terbaik Jambi, Ketua Umum IPMR Jambi: H. A. Bakri Pejuang Aspirasi Rakyat dan Inspirasi Generasi Muda

Sementara itu, Budi Setiawan telah memantapkan diri untuk maju dalam pilkada dengan berpasangan dengan politisi dari Gerindra, Eko Setiawan. Mereka sudah mendapatkan dukungan dari PPP, PSI, dan Gelora, menunjukkan adanya aliansi politik yang kuat di luar Golkar.

Situasi ini menciptakan ketegangan dan spekulasi mengenai keputusan akhir Golkar, yang akan sangat mempengaruhi dinamika politik di Kota Jambi menjelang Pilkada.**

Share :

Baca Juga

Politik

Koalisi Golkar-PPP, Sinergi Dua Petarung Budi-Fadhil Arif di Pilwako Jambi

Politik

PPP Resmi Dukung Budi Setiawan untuk Pilwako Jambi 2024

Politik

H. Budi Setiawan Kembali Pimpin Golkar Kota Jambi Secara Aklamasi

Politik

Kode Berpasangan Lagi di Pilgub Jambi, Inilah Bukti Keakraban Al Haris dan Abdullah Sani

Politik

“Duo Setiawan” Resmi Terima Dukungan dari PSI untuk Pilwako Jambi 2024

Politik

“Duo Setiawan”: Kombinasi Strategis di Pilkada Kota Jambi

Politik

Gelar Pertemuan Tertutup, Budi Setiawan dan Hizbullah Bahas Tentang Pembangunan Kota Jambi Lebih Baik

Politik

Diplomasi Berbudi, Agar Tak Ada yang Tersakiti