SRIWIJAYADAILY.COM – Suasana hamparan sawah di Desa Rengas Bandung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (24/9/2025), menjadi saksi dimulainya Gerakan Tanam Padi Serentak. Program ini digagas untuk mempercepat proses tanam sekaligus mengokohkan ketahanan pangan di Provinsi Jambi.
Kegiatan tersebut dipimpin Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Heri Purwanto, SE., M.Sc., dan diikuti secara langsung oleh Komandan Kodim 0415/Jambi, Letkol Inf Putra Negara, SH., M.Han. Selain jajaran TNI, hadir pula Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Muaro Jambi Paruhuman Lubis, Kepala BPS Muaro Jambi Edy Subagyo, Kabid Ketersediaan dan Distribusi Dinas Ketahanan Pangan Wahyudi, Camat Jaluko Dede Novianto, Kades Rengas Bandung Wasono, para penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, hingga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jambi yang tengah melakukan praktik kerja lapangan.
Dalam kesempatan itu, Dandim 0415/Jambi Letkol Putra Negara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Gerakan percepatan tanam padi serentak ini adalah langkah strategis. Kita ingin memastikan pangan tersedia cukup bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Menurutnya, TNI tidak hanya berperan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produksi.
Provinsi Jambi selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan dalam sektor pertanian, mulai dari keterbatasan irigasi, biaya produksi yang tinggi, hingga rendahnya regenerasi petani muda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi beras masyarakat Jambi terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, sementara produktivitas lahan sawah belum sepenuhnya optimal.
Kepala BPS Muaro Jambi, Edy Subagyo, yang turut hadir, menegaskan perlunya terobosan. “Program percepatan tanam ini akan berdampak pada peningkatan luas tanam sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah. Dengan begitu, kita bisa lebih siap menghadapi fluktuasi harga dan pasokan,” katanya.
Bagi para petani, gerakan ini membawa harapan baru. Ketua kelompok tani Desa Rengas Bandung, misalnya, menyebut kehadiran TNI dan pemerintah memberi motivasi tambahan untuk lebih giat menggarap sawah. “Kami merasa lebih diperhatikan. Dengan adanya dukungan ini, mudah-mudahan hasil panen meningkat,” ujarnya.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa pertanian dalam program ini menjadi angin segar. Mereka diharapkan mampu menyumbangkan pengetahuan terbaru tentang teknik budidaya, sehingga produktivitas pertanian bisa lebih maksimal.
Gerakan tanam padi serentak bukanlah sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Jika program ini konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin Jambi akan menjadi salah satu lumbung beras penting di Sumatra.
Dengan kerja sama semua pihak, swasembada pangan di tingkat daerah maupun nasional bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan target nyata yang dapat dicapai.**










