Jambi – Dandim 0415/Jambi, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya, mengikuti rapat koordinasi (rakor) melalui video conference (vidcon) yang membahas strategi percepatan Optimasi Lahan (Opla), pompanisasi, dan Pengelolaan Air Terpadu (PAT). Kegiatan ini diadakan di Posko Karhutla Makodim 0415/Jambi, Kamis (4/7/2024).
Rapat koordinasi strategi percepatan Opla, Pompanisasi dan PAT yang dipimpin langsung oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Naudi Nurdika dari Gedung Gatot Subroto Makodam II/Swj Km. 3 Kota Palembang, ini membahas tentang hasil pencapaian masing-masing wilayah di Korem jajaran Kodam II/Swj.
Rakor dihadiri pula oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kadistan Kabupaten Batanghari, Kadistan Kabupaten Muaro Jambi, Pabung Maja & Batanghari, Pasiter, serta Danramil dari beberapa jajaran Kodim 0415/Jambi.
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah membahas langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penggunaan lahan pertanian, mengimplementasikan sistem pompanisasi untuk irigasi, serta mengelola sumber daya air secara terpadu guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya menegaskan pentingnya kerja sama antar berbagai pihak dalam mencapai tujuan ini, baik dari pemerintah daerah, TNI, maupun masyarakat. “Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan program Opla, pompanisasi, dan pengelolaan air berjalan efektif dan memberikan hasil maksimal,” ujarnya.
Kadistan Kabupaten Batanghari dan Kadistan Kabupaten Muaro Jambi juga menyampaikan dukungan mereka terhadap inisiatif ini, menekankan penggunaan teknologi modern dan inovasi dalam pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya air.
Rakor ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret dan implementatif guna mempercepat program Opla, sistem pompanisasi, dan pengelolaan air terpadu di Jambi. Dengan koordinasi yang baik dan komitmen dari semua pihak terkait, diharapkan program ini dapat mendukung peningkatan produksi pertanian serta ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Kegiatan rakor melalui vidcon ini menjadi langkah awal yang penting dalam menyatukan visi dan strategi dari berbagai pihak untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju, berkelanjutan, dan tangguh di masa depan.**/










