Muara Bulian — Di tengah perubahan zaman yang kian individualistis, budaya gotong royong masih bertahan di sejumlah desa. Pemandangan itu terlihat di Desa Mekarsari Nes ketika Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian Kodim 0415/Jambi, Sertu Ahmad Jaiz, ikut membantu pembangunan rumah milik warga, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dengan pakaian lapangan dan sepatu yang dipenuhi tanah, Ahmad Jaiz tampak membaur bersama warga. Mereka mengangkat material bangunan, menimbun pondasi, hingga membantu proses pengerjaan rumah secara bergantian. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Semua bekerja dalam suasana sederhana namun penuh kebersamaan.
Bagi warga desa, kehadiran Babinsa bukan hanya soal pengamanan wilayah. Mereka juga menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat desa, terutama saat warga membutuhkan bantuan tenaga maupun dukungan moril.
“Kalau dikerjakan bersama, pekerjaan berat jadi ringan,” kata Ahmad Jaiz di sela kegiatan.
Menurut dia, gotong royong bukan sekadar tradisi lama yang diwariskan turun-temurun, melainkan fondasi penting dalam menjaga solidaritas sosial masyarakat desa. Ia menilai kebiasaan saling membantu perlu terus dirawat agar hubungan antarwarga tetap harmonis di tengah tantangan kehidupan modern.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI di wilayah binaan. Pendekatan yang dilakukan tidak selalu melalui kegiatan formal, tetapi juga lewat interaksi langsung bersama masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Warga Mekarsari Nes menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam pembangunan rumah tersebut. Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat dinilai memberi semangat tersendiri dan memperkuat rasa kebersamaan antar warga.
Di banyak desa, gotong royong perlahan mulai tergerus kesibukan dan perubahan pola hidup. Namun di sudut Muara Bulian itu, tradisi lama tersebut masih hidup—dipertahankan lewat kerja bersama, canda sederhana, dan tangan-tangan yang saling membantu membangun harapan.










