Muaro Jambi, SRIWIJAYADAILY — Stunting masih menjadi persoalan serius yang mengancam kualitas generasi bangsa. Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan yang tidak sesuai usia, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, Babinsa Koramil 415-05/Sengeti Kodim 0415/Jambi, Serda Sugiantoro, menghadiri kegiatan Rembuk Stunting di Kantor Desa Jambi Tulo, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (23/10/2025).
Acara ini turut dihadiri Plt. Kepala Desa M. Taufik, Kepala KUA Maro Sebo, Kepala Puskesmas Jambi Kecil, Sekretaris Desa, perangkat desa, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, bidan desa, serta kader Posyandu.
Dalam sambutannya, Serda Sugiantoro menekankan pentingnya pemahaman bersama tentang bahaya stunting dan perlunya kerja kolektif untuk mencegahnya.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Orang tua, kader kesehatan, pemerintah desa, dan Babinsa harus bersinergi dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak kader Posyandu dan tenaga kesehatan desa untuk aktif melakukan pemantauan gizi balita dan memberikan penyuluhan secara berkelanjutan tentang pola makan sehat dan pentingnya kebersihan lingkungan.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak di lapangan. Dengan edukasi yang tepat, keluarga bisa memahami pentingnya gizi seimbang dan mencegah stunting sejak dini,” tambahnya.
Plt. Kepala Desa M. Taufik menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa. Menurutnya, dukungan TNI menjadi penguat semangat bersama dalam menurunkan angka stunting di desa.
Kegiatan rembuk stunting ini diharapkan dapat memperkuat komitmen lintas sektor di Kecamatan Maro Sebo untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.**










