Sebapo, SriwijayaDaily.com – Upaya TNI dalam mendorong ketahanan desa kembali terlihat melalui kegiatan inovatif yang digelar Babinsa Koramil 415-13/Sebapo, Serma Joni Kisworo, pada Senin, 1 Desember 2025, di Desa Bahar Mulya, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi. Ia menginisiasi program bertajuk “Kreativitas Tanpa Batas: Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk Pengembangan Peternakan.”
Program tersebut dirancang untuk menggali potensi alam Desa Bahar Mulya yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut Serma Joni, sumber daya lokal dapat menjadi penggerak utama peningkatan ekonomi masyarakat bila dikelola dengan metode yang tepat.
“Kita punya banyak potensi yang masih bisa dikembangkan. Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan sebagai pakan ternak, misalnya, bisa menjadi solusi murah dan berkualitas. Mari kita berdayakan bersama,” ujarnya di hadapan warga.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mencakup pelatihan pembuatan pakan ternak organik berbahan limbah pertanian, perbaikan kandang dengan material lokal, serta sosialisasi teknik beternak modern yang lebih efektif. Warga tampak antusias mengikuti setiap sesi, termasuk praktik lapangan yang diberikan oleh Babinsa.
Salah satu peternak, Samsul, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan tersebut. Menurutnya, pengetahuan yang dibagikan Babinsa mampu memberikan dorongan baru bagi peternak lokal.
“Terima kasih kepada Bapak Babinsa. Ilmu dan motivasi yang diberikan sangat bermanfaat. Mudah-mudahan peternakan kami bisa lebih maju,” katanya.
Serma Joni berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal kebangkitan peternakan rakyat di Bahar Mulya. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan menerapkan pendekatan beternak yang lebih modern, ia optimistis desa tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kemandirian desa berawal dari optimalisasi potensi yang kita punya. Dengan gotong royong dan inovasi, Desa Bahar Mulya bisa maju dan sejahtera,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendorong kemandirian desa serta memperkuat ketahanan ekonomi berbasis lokal. Semangat kolaboratif tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.**










