Muara Bulian, sriwijayadaily.com — Di tengah fluktuasi harga karet yang kerap menekan ekonomi desa, pendekatan dialogis menjadi jalan menjaga optimisme petani. Babinsa hadir bukan sekadar aparat teritorial, melainkan mitra yang ikut mendengar, menimbang, dan mendorong jalan keluar.
Babinsa Desa Lopak Aur Koramil 415-04/Muara Bulian, Kodim 0415/Jambi, Sertu Alfian, menggelar komunikasi sosial (Komsos) bersama para petani karet di Desa Lopak Aur, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi petani yang menggantungkan hidup dari komoditas karet.
Komsos tersebut juga memperkuat sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat. Bagi aparat teritorial, kedekatan ini menjadi modal penting untuk memahami persoalan riil di lapangan, terutama yang menyangkut perekonomian warga.
Dalam dialognya, Sertu Alfian menegaskan bahwa Komsos merupakan bagian dari tugas pokok Babinsa untuk membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Ia bahkan turut membantu petani menimbang karet hasil kebun, sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam aktivitas warga.
Tak berhenti di situ, Babinsa mendorong petani agar tidak bergantung pada satu sumber penghasilan. Ia mengajak warga berinovasi dengan mengembangkan usaha alternatif, seperti budi daya ikan, menanam sayuran, beternak, atau usaha produktif lainnya guna menopang ekonomi keluarga saat harga karet melemah.
Seorang petani karet setempat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai konsisten mendampingi masyarakat. Menurutnya, keberadaan Babinsa memberi rasa diperhatikan sekaligus membuka ruang diskusi untuk mencari solusi bersama atas persoalan petani.
Melalui Komsos ini, Babinsa berharap tumbuh semangat kemandirian dan inovasi di kalangan petani karet Desa Lopak Aur, sekaligus memperkuat hubungan TNI dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi desa. (Pendimjambi)










