SRIWIJAYADAILY – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat kewilayahan. Hal itu terlihat dalam seminar pendidikan yang digelar di SD Negeri 221/IV Kota Jambi dengan tema “The Quiet Side of Teaching: Where Self-Care Shapes Teaching & Learning” atau Menguatkan Peran Guru Sekolah Dasar untuk Menghadirkan Pembelajaran yang Bermakna.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Lingkar Selatan, Kota Jambi tersebut dihadiri Babinsa Kelurahan Lingkar Selatan Koramil 415-10/Jambi Selatan Kodim 0415/Jambi, Kopka SR Simanjuntak, bersama sejumlah tokoh pendidikan dan para tenaga pendidik.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiono, M.Pd, Pengawas SD 221 Slamet, M.Pd, narasumber Nova Rinci Astuti, S.Psi., M.Psi., Kepala SDN 221 Valentina Tri Sofa, M.Pd, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Nova Rinci Astuti menekankan pentingnya self-care bagi guru sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pembelajaran di sekolah. Menurutnya, tenaga pendidik tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menjaga kesehatan mental dan emosional agar proses belajar mengajar berjalan optimal.
Guru sekolah dasar, kata dia, memiliki peran penting sebagai perancang, pelaksana sekaligus evaluator pembelajaran. Karena itu, metode pengajaran harus mampu menyesuaikan dengan karakter dan kebutuhan siswa agar suasana belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
“Guru perlu memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional agar mampu menjalankan tugasnya secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kopka SR Simanjuntak menyampaikan bahwa TNI melalui Babinsa mendukung penuh berbagai program pemerintah di bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pembelajaran yang aktif dan bermakna dapat mendorong siswa lebih kritis dan kreatif karena peserta didik dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran, bukan hanya menerima materi secara pasif.
“Melalui diskusi, pemecahan masalah dan eksplorasi ide, siswa dapat memahami serta menyimpulkan pengetahuan secara mandiri,” katanya.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pendidikan tersebut juga menjadi wujud kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan di wilayah binaan. Sinergi antara sekolah, pemerintah dan aparat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, inovatif dan berkualitas.
Melalui seminar ini, para guru diharapkan semakin termotivasi menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter dan daya saing generasi muda di masa depan.










