TELANAIPURA, sriwijayadaily.com – Agenda reses anggota DPRD sering kali menjadi ruang paling dekat antara rakyat dan wakilnya. Di forum itulah berbagai keluhan, harapan, dan kebutuhan masyarakat disampaikan tanpa perantara. Agar kegiatan berjalan tertib dan efektif, kehadiran aparat kewilayahan turut memainkan peran penting.
Hal itu terlihat saat Babinsa Kelurahan Kenali Asam Atas Koramil 415-09/Telanaipura Kodim 0415/Jambi, Serka Rizaldi, menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Daerah Pemilihan Kota Jambi, Drs. H. Ruslan Siregar, M.Si. Kegiatan berlangsung di rumah warga RT 21 Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Minggu, 8 Februari 2026.
Reses tersebut dihadiri Lurah Kenali Asam Atas, Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, Ketua LAM, para Ketua RT, serta puluhan warga setempat. Dialog berlangsung hangat dan terbuka. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Beberapa aspirasi yang mencuat antara lain terkait perbaikan infrastruktur lingkungan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga persoalan sosial kemasyarakatan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah.
Bagi Serka Rizaldi, kehadiran Babinsa dalam kegiatan reses merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Selain untuk mendukung proses demokrasi di tingkat akar rumput, Babinsa juga berperan menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
“Reses adalah sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat. Kami berharap setiap masukan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti demi kepentingan warga,” ujarnya.
Keterlibatan Babinsa dalam forum semacam ini menunjukkan bahwa fungsi TNI di wilayah tidak hanya berkutat pada urusan keamanan. Lebih jauh, aparat kewilayahan ikut memastikan proses penyerapan aspirasi masyarakat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Bagi warga Kenali Asam Atas, reses menjadi kesempatan emas untuk menyuarakan kebutuhan yang selama ini mungkin terabaikan. Sementara bagi wakil rakyat, forum tersebut menjadi bahan penting dalam menyusun prioritas kebijakan.
Pada akhirnya, efektivitas reses tidak hanya diukur dari banyaknya aspirasi yang disampaikan, tetapi dari sejauh mana aspirasi itu benar-benar diwujudkan dalam program nyata. Kehadiran Babinsa di tengah proses tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan harus selalu berpihak pada kepentingan masyarakat. (Kabul/red)










